tirto.id - Seorang ibu hamil menjadi salah satu korban yang tewas dalam peritiwa kebakaran kantor Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2024) sore. Dia bernama Novia berusia sekitar 25 tahun.
Sepupu korban, Prasetyo, mengatakan bahwa keluarganya itu tengah hamil besar dan memiliki hari perkiraan lahir (HPL) pada Januari 2026. Kehamilan tersebut juga merupakan anak pertamanya.
“Sudah tua ya [usia kandungannya]. Kemungkinan Januari itu sudah mau, udah HPL-nya ya,” kata Prasetyo saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (9/12/2025).
Prasetyo menyebut, keluarga mendapat kabar insiden kebakaran sekitar pukul 15.30 WIB saat ia masih dalam perjalanan. Menurut informasi yang dia terima, Novia sempat berusaha menyelamatkan diri ketika asap mulai memenuhi lantai lima tempatnya bekerja.
“lya di lantai lima. Mau turun ke lantai satu karena api sudah berasap, balik lagi ke lantai lima dan terjebak di situ. Dari kondisinya sih alhamdulillah aman ya, maksudnya masih utuh. Mungkin [kehabisan] oksigen, oksigen betul,” tuturnya.
Keluarga korban kini tengah menunggu proses identifikasi oleh RS Polri sebelum membawa jenazah pulang untuk dimakamkan di Lampung, kampung halaman korban.
Keluarga korban kini tengah menunggu proses identifikasi oleh RS Polri.
Sebelumnya, Kepala RS Polri, Brigjen Pol Prima Heru, mengatakan bahwa tim yang diterjunkan terdiri dari Antemortem, Postmortem, hingga DNA. Selain itu bekerja sama juga dengan UI (Unit Identifikasi) dan Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System).
“Kita ada tujuh ya, tujuh atau berapa? Sebelas tim untuk identifikasi,” ujar Prima di RS Polri Kramat Jati, Selasa.
Prima mengatakan bahwa proses identifikasi dilakukan setelah menerima surat penyidik. RS Polri hingga kini sudah menerima 22 korban kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengungkap kebakaran terjadi pukul 12.30 WIB. Saat itu gedung perkantoran tersebut sedang jam istirahat.
Para pegawai di gedung tersebut ada yang keluar gedung. Namun, sebagian ada yang masih berada di ruangan.
Api muncul pertama kali pada bagian lantai dasar gedung Terra Drone. Saat itu pegawai kantor tersebut telah mengetahuinya dan mencoba memadamkan.
"Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, kemudian ternyata baterai bakar ini menyebar karena di lantai satu ini adalah salah satu tempat gudangnya," kata Susatyo.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































