tirto.id - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Sumatra akan selesai sebelum Ramadan 2026. Kemudian, pada waktu itu pula, korban banjir bandang dan longsor sudah dapat menempati huntara yang sudah tersedia.
Perpindahan para korban dari tempat-tempat pengungsian ke huntara ini sekaligus juga menjadi tanda telah dimulainya transisi dari fase tanggap darurat ke fase pemulihan awal.
"Kita harapkan nanti jelang Ramadan warga terdampak ini sudah bisa pindah ke huntara bersamaan dengan pembersihan lahan yang sudah selesai,” kata Abdul, dalam konferensi pers secara daring, dikutip akun YouTube BNPB, Selasa (23/12/2025).
Sejalan dengan pindahnya para korban bencana ke huntara, diharapkan dapat menggeliatkan kembali roda perekonomian masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana.
"Di fase akhir tanggap darurat ini, pemerintah sebagaimana arahan Bapak Presiden mulai mengejar dan mempercepat proses pembangunan hunian sementara dan di beberapa tempat itu hunian tetap," lanjut Abdul.
Sementara itu, agar kehidupan korban bencana bisa kembali seperti biasa, ia memastikan pemilihan lokasi hunian sementara dan hunian tetap dikakukan dengan hati-hati dan didasarkan pada dua hal.
Pertama, status lahan yang ini harus clean and clear dan yang kedua, lahan tidak berada di zona bencana atau zona yang mungkin terdampak bencana di masa depan.
"Karena kita tahu, bencana adalah peristiwa berulang, kalau saat ini dia terjadi dan berdampak pada satu kawasan. Bukan tidak mungkin di masa depan akan terjadi lagi di tempat yang sama," ujarnya.
Setelah dilakukan identifikasi lahan, pembangunan huntara dan hunian tetap bagi korban bencana sudah berprogres di sejumlah tempat, di antaranya di lima kabupaten/kota di Aceh sudah dilakukan pematangan lahan, dokumen status lahan dan seterusnya.
Kemudian, di Sumatra Utara sudah tiga kabupaten/kota yang berprogres, dengan dua di antaranya sudah melalui proses groundbreaking atau peletakan batu pertama.
Sedangkan di Sumatra Barat, pemerintah sudah melakukan pematangan lahan di enam kabupaten/kota.
"Terus kita akan percepat proses ini. Kita ketahui tentu saja Aceh khususnya masih ada beberapa kabupaten kota seperti Aceh Tamiang, Benar Meriah, Aceh Tengah, Gayo Luwes, Aceh Utara dan Aceh Timur ini masih terus mengejar beberapa pemulihan akses jalan, komunikasi dan energi. Tetapi tentu saja kita akan terus mendampingi dan mengupayakan agar proses transisi darurat menuju early recovery ini," tukas Abdul.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































