Menuju konten utama
Periksa Fakta

Korupsi SYL Berkaitan dengan Prabowo, Apa Benar?

Unggahan di media sosial berusaha mengaitkan kasus korupsi yang menimpa SYL ini dengan program food estate yang juga melibatkan Prabowo.

Korupsi SYL Berkaitan dengan Prabowo, Apa Benar?
HEADER PERIKSA FAKTA Hoaks Korupsi Food Estate, SYL , dan Prabowo. tirto.id/Parkodi

tirto.id - Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantas Koruspsi (KPK). Penahanan dilakukan seletah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap SYL pada Jumat (13/10/2023).

SYL, yang juga adalah anggota partai Nasdem, kemudian disebut sempat mengalirkan dana korupsinya ke partainya. Tidak berhenti sampai situ, di media sosial kemudian muncul narasi dan spekulasi kalau kasus SYL berkaitan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga merupakan bakal calon presiden (bacapres).

Sebuah unggahan di media sosial Facebook sempat mengangkat narasi ini. Akun bernama "Sara 24" pada Minggu 24 Oktober 2023 lalu mengunggah sebuah video berdurasi 10 menit dengan narasi yang mengaitkan kasus SYL dengan Prabowo.

"Waduh Kasus Merembet Mengar4h Ke Prabowo??" begitu bunyi pesan penyerta video unggahan. Narasi tersebut juga ditemukan di sepanjang video.

HEADER PERIKSA FAKTA Hoaks Korupsi Food Estate

HEADER PERIKSA FAKTA Hoaks Korupsi Food Estate, SYL , dan Prabowo

Hingga Kamis (19/10/2023), video tersebut telah tayang sebanyak 971 ribu kali dan mendapat 10 ribu impresi (likes dan emoticons) dan 4.600 komentar. Ini menunjukkan besarnya atensi masyarakat terkait unggahan ini.

Di video juga terdapat watermark video ini diunggah juga di kanal YouTube Jurnal Radio. Di akun tersebut ditemukan juga video serupa dengan narasi sedikit berbeda, "Yasin Limpo diseret KPK, Korupsi Food Estate terbongkar semua. Prabowo ikut nikmati duit haram??"

Di YouTube, video tersebut sudah ditonton sebanyak 13 ribu kali selama empat hari sejak pertama kali diunggah.

Lalu bagaimana kebenarannya?

Penelusuran Fakta

Menyaksikan keseluruhan video, diketahui kalau ada dua bagian pembahasan dalam video. Sekitar lima menit pertama membahas soal dugaan kaitan kasus korupsi SYL dengan Prabowo, sementara lima menit sisanya membahas soal dukungan Fadli Zon untuk Gibran Rakabuming Raka, anak Presiden Joko Widodo.

Bagian kedua video tentu tidak ada hubungannya sama sekali dengan klaim yang disebutkan di awal. Oleh sebab itu, penelusuran akan berfokus pada lima menit pertama video.

Di bagian awal terlihat cuplikan video yang menunjukkan SYL yang hendak masuk ke sebuah mobil. Sempat terlihat logo Merdeka.com di potongan video tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan kalau video tersebut diunggah kanal MerdekaDotCom di YouTube pada 11 Oktober 2023 lalu. Dalam keterangan video dijelaskan kalau ini adalah potongan saat SYL menjenguk ibunya yang sedang sakit di Makassar, kala dia seharusnya datang ke panggilan penyidik KPK.

Selain itu terdapat juga cuplikan dari Metro TV soal kritik Adian Napitupulu terhadap program food estate dalam salah satu program televisi tersebut.

Perlu diketahui, pengembangan food estate adalah salah satu Program Strategis Nasional (PSN) tahun 2020–2024 dalam rangka memperkuat dan menjaga ketahanan pangan. Proyek itu di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Mengutip laman Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, implementasi pengembangan food estate dibangun di Provinsi Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak tahun 2020, dan direncanakan akan terus dikembangkan sampai pada tahun 2024.

Kembali ke video. Kedua potongan cuplikan video tersebut tidak menjelaskan ataupun mempertegas klaim di awal, terkait adanya kaitan kasus korupsi SYL dengan program food estate yang ditugaskan ke Prabowo.

Lebih lanjut, video berisikan penyampaian informasi oleh narator yang membacakan artikel dari situs Seword. Situs ini berisikan tulisan-tulisan opini yang dibuat oleh pengguna.

Adapun berdasarkan kalimat di video, didapatkan bahwa narasi di video berasal dari artikel opini yang berjudul "Kasus Syahrul Yasin Limpo Bisa Merembet ke Masalah Lumbung Pangan Prabowo Subianto" yang terbit 12 Oktober 2023 lalu. Disebutkan juga kalau artikel ini ditulis oleh Monang Siahaan.

Dalam artikel yang isinya sepenuhnya dikutip di video ini, penulis berusaha mengaitkan SYL dengan program food estate. Hal ini terlihat dari kalimat di artikel yang berbunyi, "Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan dan Calon Presiden dan Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian dapat dijadikan tersangka atas kegagalan Proyek Food Estate atau lumbung pangan tersebut yang sudah menghabiskan anggaran negara puluhan milyar rupiah."

Terdapat juga kalimat yang bersifat spekulatif dalam tulisan tersebut yang berbunyi, "Kemungkinan besar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ikut bertanggung jawab atas kegagalan Proyek Food Estate atau lumbung pangan tersebut yang menimbulkan kerugian kepada negara sampai puluhan milyar rupiah, dimana pengrusakan hutan tersebut yang disebabkan Proyek Food Estate atau lumbung pangan."

Berdasar kutipan-kutipan dari artikel tersebut dapat ditarik kesimpulan kalau informasi yang berada di artikel bersifat opini dan spekulasi. Lebih lanjut, penulis artikel juga berfokus dengan kegagalan food estate yang bisa membuat Syahrul dan Prabowo dipenjara. Tidak ada kalimat yang mengindikasikan adanya kaitan korupsi yang dilakukan SYL dengan Prabowo.

Hasil penelusuran di mesin pencarian juga menunjukkan tidak ada informasi dari sumber kredibel maupun pernyataan resmi pemerintah maupun KPK mengenai klaim adanya korupsi di program food estate yang melibatkan SYL ataupun Prabowo.

SYL sendiri dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan korupsi penarikan setoran uang ASN dan lelang jabatan di Kementerian Pertanian, bukan kasus food estate.

Kesimpulan

Hasil penelusuran fakta menunjukkan tidak ada bukti yang memperkuat klaim adanya kaitan kasus korupsi SYL dengan program food estate maupun Prabowo.

Informasi yang ada di video yang diunggah ke media sosial adalah pembacaan artikel opini, yang membahas tentang kegagalan food estate dan berusaha mengaitkan hal ini dengan kasus korupsi.

SYL sendiri dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan korupsi penarikan setoran uang ASN dan lelang jabatan di Kementerian Pertanian, bukan kasus food estate.

Oleh sebab itu klaim di media sosial yang menyebut adanya kaitan kasus korupsi SYL dengan program food estate dan Prabowo dapat dikategorikan salah dan menyesatkan (false & misleading).

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Alfons Yoshio Hartanto

tirto.id - Periksa fakta
Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Farida Susanty