Menuju konten utama
Periksa Fakta

Hoaks Garis Horizontal di Batang Hidung Tanda Jantung Lemah

Menurut Dokter Spesialis Jantung, Vito Anggarino Damay, tanda fisik garis horizontal di batang hidung penanda jantung lemah tidak punya dasar yang jelas.

Hoaks Garis Horizontal di Batang Hidung Tanda Jantung Lemah
Header Periksa Fakta Tidak Benar Garis Horisontal di Hidung Tanda Lemah Jantung. tirto.id/Fuad

tirto.id - Media sosial menjadi tempat beragam informasi tersebar luas. Salah satu isu yang banyak dibahas adalah tips dan trik terkait kesehatan.

Sayangnya, beberapa tips kesehatan ini tidak berdasar fakta ilmiah atau bukti medis. Salah yang banyak mendapat perhatian baru-baru ini adalah adanya klaim yang menyebut tanda-tanda fisik seseorang lemah jantung.

"Hanya Share Semoga Bermanfaat. Salah satu tanda jantung lemah garis horizontal d batang hidung. Salam Sehat Selalu🙏," begitu isi cuitan akun @surasujaya di X pada 22 Maret 2024 lalu. Bersama dengan klaim tersebut, terdapat video yang menarasikan detil dari pernyataan itu.

Periksa Fakta Tanda Lemah Jantung

Periksa FaktaTidak Benar Garis Horisontal di Hidung Tanda Lemah Jantung. (Sumber: Twitter/X)

Disebutkan, ada tiga tanda lain dari tanda lemah jantung. Misalnya, garis 45 derajat yang muncul di telinga, kemunculan pembuluh darah di bawah lidah, serta vena biru di akar ibu jari.

Sampai dengan Kamis (4/4/2024), cuitan tersebut masih tersebar di media sosial dan mengumpulkan lebih dari 1,7 juta orang penonton. Cuitan tersebut juga mengumpulkan 84 komentar, 750 repost, dan 1.600 tanda suka.

Di Facebook, unggahan serupa ditemukan dari unggahan akun "Mustika NawangWulan" pada 23 Maret 2024 lalu. Video tersebut terlihat mendapat perhatian yang cukup ramai dengan 22 ribu tanda suka, lebih dari 900 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 21 ribu kali.

Lalu, benarkah tanda-tanda fisik seperti garis horizontal di batang hidung, garis 45 derajat di telinga, penebalan pembuluh darah di bawah lidah, dan vena biru di akar ibu jari adalah tanda-tanda jantung lemah?

Penelusuran Fakta

Untuk menelusuri klaim ini, Tirto coba menghubungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP. Dengan tegas, ia menyebut kalau tanda fisik garis horizontal di batang hidung sebagai tanda lemah jantung tidak tepat.

"Itu dasar mekanismenya pun tidak jelas," ujarnya mengomentari video yang tersebar di media sosial tersebut kepada Tirto, Rabu (3/4/2024).

Dia menjelaskan sebelumnya sempat ada penelitian serupa yang mengeksplorasi hubungan antara kerutan di dahi dan risiko penyakit jantung. Studi yang dipresentasikan pada Kongres European Society of Cardiology (ESC) pada tahun 2018 itu menyebut individu dengan kerutan dahi yang dalam mungkin memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung.

Analisis dari penelitian tersebut menyebut, kerutan dahi yang dalam bisa menjadi indikator indikator sederhana untuk memprediksi risiko aterosklerosis, yaitu pengerasan atau penyempitan arteri yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Peneliti mengemukakan bahwa pembuluh darah di dahi mungkin lebih sensitif terhadap penumpukan plak, sehingga kerutan yang tampak mungkin mencerminkan kondisi pembuluh darah di seluruh tubuh.

"Namun, penting untuk dicatat bahwa hubungan ini masih perlu diteliti lebih lanjut, dan kerutan di dahi tidak dapat dan seharusnya tidak digunakan sebagai alat diagnostik utama untuk penyakit jantung," tambah dr. Vito.

Menurut dia, penyakit jantung memiliki banyak faktor risiko yang lebih jelas dan terukur, seperti usia, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Lebih lanjut, dr. Vito juga mengomentari tanda lainnya yang disebut dalam video, yakni garis 45 derajat di daun telinga. Dia menjelaskan, memang ada teori yang menyebut garis diagonal di daun telinga, atau disebut juga dengan tanda Frank, dapat dikaitkan dengan penyakit jantung. Teori ini berasal dari pengamatan bahwa beberapa orang dengan penyakit arteri koroner memiliki lipatan atau garis yang terlihat pada daun telinga mereka.

Tetapi menurut dia, bukti terkait hubungan garis diagonal di daun telinga dengan penyakit jantung masih bervariasi dan belum ada konsensus ilmiahnya.

"Beberapa studi telah menemukan asosiasi statistik antara lipatan telinga dan penyakit jantung, sementara studi lain tidak menemukan hubungan yang signifikan," ujar dia.

Dia kembali menekankan tentang faktor risiko lain yang lebih jelas dan terukur, untuk menakar kemungkinan seseorang mengalami masalah jantung. "Kedokteran modern mengandalkan evaluasi risiko yang lebih komprehensif daripada hanya melihat adanya garis di telinga," tambah dia.

Selain itu jika memang seseorang merasa ada yang tidak beres dengan kondisi jantungnya, alangkah lebih baiknya jika orang tersebut menjalani pemeriksaan kondisi badan, misalnya dengan check-up jantung, seperti elektrokardiogram (EKG), ultrasonografi (USG) jantung, treadmill test, CT scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), atau kateterisasi jantung.

Lebih lanjut, dokter yang praktik di RS Siloam Karawaci dan Siloam Semanggi ini juga menyebut ada beberapa tanda penyakit jantung yang bisa dilihat dari penampilan.

Tanda pertama jika ditemukan titik atau garis kuning di kelopak mata. Ini bisa jadi penanda kolesterol tinggi.

"Kalau ada tanda seperti itu coba cek kolesterol, siapa tahu itu lemak-lemak yang saking banyaknya dalam darah, muncul sampai kulit," ujarnya. Penumpukan lemak di pembuluh darah ini bisa menjadi penyebab penyakit jantung koroner.

Tanda berikutnya bisa dilihat dari ujung jari tangan. Jika ujung jari (tempat terdapat kuku) melengkung ke dalam dan tidak bisa ditempelkan antara kuku jari tangan kanan dan kiri, itu disebut sebagai clubbing fingers. Bentuk jari sendiri seperti menggembung. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah jantung bawaan atau penyakit paru kronik.

Tanda lainnya adalah kaki yang membengkak. "Orang yang orang yang punya lemah jantung, kakinya suka bengkak. ini mirip dengan orang yang punya varises," terang dia.

Kaki bengkak ini adalah akibat dari pompa jantung yang lemah. Biasanya hal ini diikuti dengan kondisi orang yang mudah lelah. Menurutnya, sebaiknya orang yang mengalami persoalan ini memeriksakan USG jantung dan pembuluh darah agar bisa diketahui akar masalahnya.

Tanda terakhir, terkait dengan kemungkinan masalah jantung yang bisa dilihat dari penampilan, adalah munculnya urat kebiruan di kaki. Dokter Vito menjelaskan jantung dan pembuluh darah saling terkait dan punya usia yang sama. Sehingga, jika ada tanda-tanda urat kaki muncul, bisa jadi tanda penuaan di pembuluh darah, yang juga berarti penuan pada jantung.

"Ini sebagai alarm (jantung ada masalah atau tidak), kadang kalau muncul urat kebiruan tahunya hanya varises saja, padahal mungkin ada masalah lain," tambah dia lagi.

Namun, pada akhirnya, dia berpesan tanda-tanda ini sebaiknya menjadi indikasi saja untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bisa dengan pemeriksaan yang umum seperti cek kolesterol, cek gula darah, dan cek tensi, agar dapat mencegah sebelum terjadi komplikasi.

Dari tanda-tanda fisik yang disebut dalam klaim, tidak ada satupun yang sejalan dengan informasi dari dokter spesialis jantung. Tanda Frank, berupa garis diagonal di telinga, yang paling mendekati dengan indikasi masalah jantung. Namun, tanda ini juga masih belum disepakati secara ilmiah.

Lebih lanjut, mengenai ciri-ciri lemah jantung, menukil dari Halodoc, di antaranya adalah sesak napas, terutama saat beraktivitas atau berbaring, dan mudah lelah. Selain itu, pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan perut bisa terjadi. Denyut jantung yang cepat atau tidak teratur, serta berkurangnya kemampuan berolahraga juga merupakan tanda-tanda lemah jantung. Orang yang menderita lemah jantung mungkin juga batuk terus-menerus dengan lendir berwarna putih atau merah muda bercampur darah, mual, dan kurang nafsu makan. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah kesulitan berkonsentrasi dan penurunan kewaspadaan.

Aliran darah yang tidak lancar akibat lemah jantung membuat tubuh kekurangan oksigen. Hal inilah yang menyebabkan gejala seperti kulit kebiruan, sesak napas, dan kelelahan. Jika seseorang mengalami beberapa gejala ini, penting untuk segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, unggahan yang menyebut tanda-tanda fisik seperti garis horisontal di hidung dan garis diagonal di telinga sebagai tanda lemah jantung, bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

Menurut dokter spesialis jantung, tanda-tanda tersebut tidak dapat menunjukkan masalah jantung. Terdapat beberapa tanda penyakit jantung yang bisa dilihat dari penampilan seperti kaki bengkak, kelopak mata kuning, kuku jari melengkung, dan urat kebiruan pada kaki. Namun, tanda yang disebutkan dalam klaim tidak termasuk sebagai indikator masalah pada jantung.

Ada beberapa ciri-ciri gejala lemah jantung, misalnya sesak napas, mudah lelah, pembengkakan kaki, dan sebagainya.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PENYAKIT JANTUNG atau tulisan lainnya dari Alfons Yoshio Hartanto

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Farida Susanty