Menuju konten utama
VNL 2025

Hasil Final VNL Putra 2025: Polandia Juara, Brasil ke-3

Polandia juara VNL Putra 2025 setelah menang dari Italia 3-0, Minggu (3/8). Cek juga hasil laga perebutan juara tiga antara Brasil vs Slovenia di sini.

Hasil Final VNL Putra 2025: Polandia Juara, Brasil ke-3
Tim voli putra Polandia. (Instagram/@polskasiatkowka_official)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hasil final VNL Putra 2025 membawa Polandia sebagai juara setelah menang dari Italia 3-0 (25-22, 25-19, 25-14) di Beilun Gymnasium, Ningbo, China. Sementara itu Brasil merebut juara tiga usai mengalahkan Slovenia 3-1 (23-25, 25-20, 25-23, 25-19).

Polandia mengincar gelar juara voli putra VNL keduanya setelah tahun 2023. Sedangkan Italia yang telah memastikan diri meraih medali VNL pertamanya, bertekad membuatnya semakin indah dengan medali emas.

Pertarungan ambisi itu membuat kedua tim memainkan skuad terbaik. Polandia asuhan Nikola Grbić turun dengan formasi opposite spiker Kewin Sasak, outside hitter Wilfredo León dan Kamil Semeniuk, middle blocker Jakub Kochanowski dan Jakub Nowak, setter Marcin Komenda, serta libero Jakub Popiwczak.

Italia sendiri juga main dengan susunan pemain terbaiknya. Pelatih Ferdinando De Giorgi memainkan opposite spiker Kamil Rychlicki, outside hitter Alessandro Michieletto dan Daniele Lavia, middle blocker Gianluca Galassi dan Simone Anzani, setter Simone Giannelli, serta libero Fabio Balaso.

Jalannya pertandingan set pertama sangat ketat terutama hingga kedudukan 9-9. Setelah itu Polandia mencetak empat poin beruntun dna unggul 13-9 melalui dua block Sasak dan Kochanowski serta dua serangan Leon dan Semeniuk.

Skor kemudian berubah menjadi 14-10 dan Italia membalasnya dengan empat poin beruntun dengan tiga poin di antaranya dari Lavia. Skor terus ketat hingga 19-19 saat block Michieletto menggagalkan serangan Sasak.

Sial bagi Italia karena setelah itu performa mereka menurun. Polandia akhirnya menang 25-22 di set pertama lewat poin kemenangan dari serangan Semeniuk.

Tidak ada perubahan starting 6 dari kedua tim di awal set kedua. Polandia mampu tampil lebih agresif dan mendapatkan keunggulan 11-6 dan 13-8. Italia lantas mencetak empat poin beruntun melalui serangan Lavia, dua aces Michieletto, dan poin block Anzani sehingga skor menjadi 13-12.

Tapi Polandia kembali menjauh dengan raihan dua kali tiga poin beruntun dari 13-12 ke 16-12 dan dari 19-16 ke 22-16. Italia pada akhirnya harus takluk 25-19 setelah adanya servis error dari outside hitter mereka yakni Luca Porro.

Berada dalam situasi wajib menang di set ketiga, De Giorgi mengganti dua pemain di awal set. Yuri Romanò menggantikan Rychlicki di posisi opposite spiker dan Giovannimaria Gargiulo mengisi posisi Galassi sebagai middle blocker. Polandia sendiri mengganti Nowak dengan Szymon Jakubiszak.

Hanya saja perubahan itu juga tidak berpengaruh bagi Italia. Polandia sangat dominan sejak awal dengan keunggulan 4-1 dan 7-5. Kemudian ada lima poin beruntun dari Polandia, di antaranya melalui ace Semeniuk dan poin block dari Jakubiszak.

Ada dua momen lagi saat Polandia meraih poin beruntun, yakni dari 13-8 ke 17-8 dan 19-13 ke 24-13. Italia sedikit memperpanjang nafas melalui serangan Romano untuk membuat skor menjadi 25-14.

Tapi poin berikutnya didapatkan Polandia melalui serangan Jakubiszak. Set ketiga berakhir dengan skor 25-14 dan secara keseluruhan Polandia hanya membutuhkan waktu 80 menit untuk mengakhiri perlawanan Italia.

Secara statistik, Polandia mencetak 37 poin attacks, 10 poin blocks, 3 poin service aces, dan 25 poin dari error pemain Italia. Sedangkan Italia mendapatkan poin dari 27 attacks, 6 blocks, 4 service aces, dan 18 error lawan.

Sementara itu dari statistik pemain, Leon menjadi top skor dengan 16 poin (15 attacks, 1 block). Melengkapi daftar tiga besar top skor final VNL Putra ada Semeniuk 14 poin (12 attacks, 1 block, 1 service ace) dan Lavia 11 poin (8 attacks, 2 blocks, 1 service ace).

"Kami punya banyak pemain bintang, tapi kami mencoba untuk selalu bersama. Kami memahami satu sama lain, saling mendukung, dan itu adalah kunci sukses kami. Di Kejuaraan Dunia nanti, saya berharap kami bermain seperti ini lagi dan meraih trofi," kata Leon di laman resmi VNL.

Sementara itu dalam pertandingan perebutan juara tiga, Brasil sukses membawa pulang medali perunggu. Hasil ini sekaligus memaksa Slovenia tiga kali kalah dalam laga perebutan juara tiga setelah tahun 2021 dan 2024.

Berdasarkan statistik, Brasil unggul dalam banyak aspek perolehan poin. Brasil meraih 48 poin attacks, 11 poin blocks, 5 poin service aces, dan 34 poin dari kesalahan pemain lawan. Sedangkan Slovenia meraih 49 poin attacks, 7 poin blocks, 2 poin service aces, dan 29 poin error lawan.

Walau timnya kalah, outside hitter Rok Mozic menjadi top skor dengan 21 poin (18 attacks, 3 blocks). Jumlah itu hanya bisa didekati opposite Brasil yaitu Alan Souza dengan 18 poin (16 attacks, 1 block, 1 service ace).

"Ini adalah awalan bagi tim yang dipenuhi pemain muda, sebuah tim baru, dan penting bagi kami mendapatkan medali. Slovenia adalah salah satu tim terbaik dunia saat ini. Jadi, pertandingan tadi tidak mudah," ucap setter Brasil, Fernando Kreling, di laman VNL.

Hasil Final VNL Putra 2025 Hari Ini

Berikut hasil pertandingan voli putra VNL 2025 hari ini, Minggu 3 Agustus:

Perebutan Juara 3

  • Brasil vs Slovenia 3-1 (23-25, 25-20, 25-23, 25-19)

Final

  • Polandia vs Italia 3-0 (25-22, 25-19, 25-14)

Baca juga artikel terkait BOLA VOLI atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama