Menuju konten utama
VNL 2025

Hasil Voli VNL Putra 2025 Hari Ini: Polandia vs Italia di Final

Polandia dan Italia lolos ke final voli putra VNL 2025 setelah mengalahkan Brasil dan Slovenia.

Hasil Voli VNL Putra 2025 Hari Ini: Polandia vs Italia di Final
Tim voli putra Polandia. (Instagram/@polskasiatkowka_official)

tirto.id - Hasil voli VNL Putra 2025 hari ini membawa Polandia dan Italia akan berjumpa di pertandingan final. Bermain di laga semifinal, Sabtu 2 Agustus, di Beilun Gymnasium, Ningbo, China, Polandia dan Italia mampu menaklukkan perlawanan Brasil dan Slovenia.

Italia menjadi tim pertama yang mendapatkan tiket ke final voli putra VNL 2025. Bermain menghadapi Slovenia, Italia asuhan Ferdinando De Giorgi meraih kemenangan 3-1 (25-22, 22-25, 25-21, 25-18).

De Giorgi langsung memainkan skuad terbaik termasuk opposite spiker Kamil Rychlicki serta outside hitter Daniele Lavia dan Alessandro Michieletto. Pemain lainnya adalah middle blocker Simone Anzani dan Giovannimaria Gargiulo, setter Simone Giannelli, serta libero Fabio Balaso.

Sedangkan Slovenia yang diasuh pelatih asal Italia, Fabio Soli, memainkan Rok Možič dan Žiga Štern di posisi outside hitter. Lalu ada opposite spiker Tonček Štern, setter Uroš Planinšič, middle blocker Sašo Štalekar dan Jan Kozamernik, serta libero Jani Kovačič.

Italia dengan cepat unggul 2-0 tapi dibalas menjadi 2-4 oleh Slovenia di awal set pertama. Setelah itu pertandingan berjalan sangat ketat hingga skor 17-17. Momentum bagi Italia datang saat mereka mengemas empat poin beruntun menjadi 21-17, dua poin di antaranya diperoleh Michieletto. Kemenangan Italia di set pertama ditentukan saat ada attack error dari Žiga Štern.

Slovenia lantas bermain lebih rapi di set kedua saat mereka menang 25-22. Bahkan secara statistik, Slovenia sama sekali tidak memberikan poin error bagi Italia. Sebaliknya, ada enam poin error Italia bagi Slovenia di set kedua tersebut.

Jalannya set ketiga juga cukup ketat dan kedua tim saling balas hingga poin 17-17. Italia lantas mendapatkan empat poin beruntun melalui dua poin attack Lavia dan Michieletto, poin block Galassi, dan service ace Michieletto. Momentum yang lantas dituntaskan Italia dengan kemenangan 25-21.

Italia tidak membuang peluang saat hanya butuh satu set lagi untuk melangkah ke final. Setelah imbang di angka 10-10, enam poin beruntun didapat Italia yang membawa mereka menjauh 16-10. Poin attack Lavia pada akhirnya membuat Italia memastikan tiket ke final dengan kemenangan 25-18 di set keempat.

Secara statistik, Italia mengemas 97 poin (62 attacks, 10 blocks, 9 service aces, 16 error lawan) di laga tersebut. Sebaliknya, Slovenia mencetak 86 poin (52 attacks, 9 blocks, 2 service aces, 23 error lawan).

Dari statistik pemain, Michieletto keluar sebagai top skor dengan 26 poin (19 attacks, 4 blocks, 3 service aces). Top skor kedua adalah Možič dengan 14 poin (12 attacks, 2 blocks).

"Kami tahu ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah. Kami melihat Slovenia bermain di perempat final dan mereka juga bermain bagus hari ini," kata Michieletto di laman resmi VNL.

Hasil ini sekaligus membawa tim voli putra Italia untuk pertama kalinya mendapatkan medali VNL. Setelah tim putri mereka menjadi juara VNL 2025, akankah Italia mampu mengawinkan gelar juara dengan keberhasilan tim putra?

Tantang Polandia di Final

Sebelum berpikir untuk mengikuti jejak Paola Egonu dan kawan-kawan, Michieletto dan rekan setimnya harus bisa melewati hadangan Polandia di final. Polandia akan menjadi lawan Italia di final setelah menang dari Brasil 0-3 (26-28, 19-25, 21-25).

Dalam rangka mengulangi kesuksesan saat juara VNL 2023, Polandia menurunkan tim terbaik sejak awal laga. Ada opposite spiker Kewin Sasak, outside hitter Tomasz Fornal dan Wilfredo León, middle blocker Jakub Kochanowski dan Jakub Nowak, setter Marcin Komenda, serta libero Jakub Popiwczak.

Brasil sendiri juga tidak segan memainkan pemain terbaiknya di pertandingan ini. Mereka adalah opposite spiker Alan Souza, outside hitter Henrique Honorato dan Lukas Bergmann, middle blocker Flávio Gualberto dan Judson Cunha, setter Fernando Kreling, serta libero Maique Nascimento.

Jalannya pertandingan set pertama cukup sengit saat jarak terjauh antara kedua tim adalah dua poin saat Polandia unggul 10-8. Menariknya setelah itu Brasil mencetak tiga poin berurutan melalui satu poin attack Alan dan dua service ace dari Fernando.

Situasi berbalik saat poin 13-13, giliran Polandia mencetak empat poin beruntun melalui poin attack Sasak, poin service ace Leon, dan dua block poin dari Kochanowski dan Fornal. Laga terus berlangsung ketat bahkan hingga skor 24-24, 25-25, dan 26-26.

Sebuah servis yang gagal dari Ricardo Lucarelli menjadi petaka bagi Brasil karena memberikan keunggulan 27-26 bagi Polandia. Pada akhirnya kemenangan 28-26 menjadi milik Polandia setelah serangan dari Leon berbuah poin.

Pelatih Brasil, Bernardo Rezende, memainkan Darlan Souza di posisi opposite menggantikan Alan di awal set kedua. Darlan sempat mencetak satu poin untuk memperkecil ketertinggalan Brasil di angka 2-3.

Setelah imbang di angka 7-7, Polandia mulai menjauh di angka 12-8 hingga 16-10. Konsistensi Polandia terus terjaga termasuk ketika Brasil mendekat ke angka 16-18, Polandia menjawabnya dengan lima poin beruntun menjadi 23-16. Tidak banyak yang bisa dilakukan Brasil dan servis error dari Judson memastikan Polandia menang 25-19.

Hanya punya sisa satu nafas di set ketiga, Brasil berusaha keras untuk memenangi set ini. Mereka memberikan perlawanan sengit dan beberapa kali kedua tim berada dalam situasi poin sama yaitu 5-5, 10-10, 16-16, dan 20-20.

Sayangnya setelah itu Brasil lengah dan Polandia menciptakan empat poin beruntun lewat poin attack Sasak, poin block Kochanowski, serta error dari Fernando dan Darlan. Sebuah servis error dari Darlan di angka 24-21 akhirnya menyudahi laga di angka 25-21 dan membawa Polandia ke final.

Melihat statistik tim, Polandia mencetak 78 poin di laga tersebut melalui situasi 42 attacks, 6 blocks, 7 service aces, dan 23 poin error lawan. Brasil sendiri mengemas 66 poin dari situasi 32 attacks, 7 blocks, 6 service aces, dan 21 poin error lawan.

Sementara itu dari statistik pemain, Sasak menjadi top skor dengan koleksi 19 poin (17 attacks, 1 block, 1 service ace). Di posisi kedua ada Darlan yang dalam dua set bermain bisa mengemas 16 poin (13 attacks, 1 block, 2 service aces).

Laga final voli putra VNL 2025 antara Polandia vs Italia akan berlangsung hari Minggu 3 Agustus pukul 18.00 WIB. Sebelumnya pada pukul 14.00 WIB ada laga perebutan medali perunggu antara Brasil vs Slovenia.

Hasil Semifinal VNL Putra 2025 Hari Ini

Berikut hasil pertandingan semifinal voli putra VNL 2025 hari ini, Sabtu 2 Agustus:

  • Italia vs Slovenia 3-1 (25-22, 22-25, 25-21, 25-18)

  • Brasil vs Polandia 0-3 (26-28, 19-25, 21-25)

Baca juga artikel terkait BOLA VOLI atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama