Menuju konten utama

Takdir Sengit Rivalitas Klasik di Semifinal Piala Presiden 2026

Takdir sengit rivalitas klasik Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema bakal terulang di semifinal Piala Presiden 2026.

Takdir Sengit Rivalitas Klasik di Semifinal Piala Presiden 2026
Pesepak bola Persija Jakarta Alaaeddine Ajaraie (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Kakang Rudianto (kiri) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/Lmo/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Semifinal Piala Presiden 2026 pada Selasa (4/8/2026) melibatkan duel El Clasico Persib vs Persija serta Derby Jawa Timur antara Persebaya vs Arema. Di tengah keputusan panitia yang tidak menjual tiket untuk laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ini, persaingan tetap sengit untuk jadi juara turnamen pramusim dengan hadiah Rp8 miliar tersebut.

Piala Presiden yang sudah bergulir delapan edisi, sejatinya hanya turnamen pramusim menjelang bergulirnya kompetisi resmi. Namun, tahun ini, di semifinal, ada 4 klub besar yang bersaing untuk tiket lolos final. Mereka adalah Persib, sang juara liga dalam 3 edisi terakhir, Arema yang kampiun Piala Presiden terbanyak dengan 4 gelar, Persebaya yang 6 kali memenangi kompetisi teratas, dan Persija yang punya 11 gelar liga sejak era Stedenwedstrijden.

Takdir mencipakan El Clasico Indonesia di semifinal Piala Presiden 2026. Persib yang tampil sempurna di Grup A, bakal berhadapan dengan Persija yang pada matchday terakhir fase grup berhasil merebut kursi runner-up Grup B dari tangan Port FC.

Namun, bukan cuma laga tersebut yang menyedot perhatian. Derby Jawa Timur atau El Clasico Timur antara Persebaya kontra Arema Malang tersaji di semifinal lainnya. Bajul Ijo lolos sebagai juara Grup B dengan nilai sempurna. Sementara itu, Singo Edan datang sebagai runner-up Grup A.

Turnamen pramusim dengan semifinal yang membenturkan empat klub kuat tersebut kini digelar di Bali untuk semifinal dan final. Panitia tak menjual tiket penonton untuk laga semifinal. Menurut Ketua Organizing Committee Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, faktor utama yang diperhatikan adalah keamanan.

"Saya kira, nomor satu, tentu saja kita memikirkan dari segi keamanan. Bagi kami di kepanitiaan, nomor satu adalah keselamatan. Keselamatan penonton, keselamatan suporter. Saya, Pak Arya (Sinulingga), dan seluruh tim kepanitiaan, kami selalu beranggapan bahwa menonton sepak bola itu harus aman, harus nyaman, harus tenang, dan harus bahagia," jelas Tsamara dikutip Antara pada Senin (3/8).

El Clasico Persib vs Persija yang Memanjang Sejak Era Kolonial

Persib dan Persija termasuk dalam 7 klub yang menjadi fondasi berdirinya PSSI pada 1930. Kala itu, Persija masih bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), sedangkan Persib awalnya adalah Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB).

Sebagai klub pendiri PSSI, Persib dan Persija sudah bersaing sejak awal, yaitu di kompetisi amatir nasional bertajuk Inlandsche Stedenwedstrijden. Di kompetisi tersebut, Persija yang masih bernama VIJ mendapatkan 5 gelar, termasuk di edisi 1930 yang merupakan turnamen nonresmi.

VIJ berganti nama jadi Persija pada 1950. Sementara itu, BVIB sempat bernama PSIB sejak September 1932, lantas menjadi Persib mulai 1934. Maung Bandung meraih gelar Stedenwedstrijden pada 1937, di samping menembus final pada edisi 1933, 1934, dan 1936.

Dengan perubahan nama VIJ jadi Persija, pertemuan perdana mereka memakai nama tersebut kontra Persib, mengutip website Macan Kemayoran, terjadi pada 3 Oktober 1951 di Kejurnas PSSI tahun tersebut. Persija mengalahkan Persib dengan skor telak 7-2 di Lapangan Ikada.

Duel Persija lawan Persib terus tersaji, merentang sekaligus menghiasi kompetisi PSSI yang berganti-ganti. Setelah era Stedenwedstrijden yang berakhir pada 1943, datanglah Perserikatan yang dimulai dengan edisi 1950. Lantas, ketika Perserikatan dan Galatama melebur, muncullah Divisi Utama sejak 1994, yang ditandai dengan gelar juara Persib di edisi perdana.

Transformasi berlanjut dengan Liga Super yang berlangsung sejak 2009. Ini diikuti oleh Liga 1 sejak 2017 dan yang terbaru Super League sejak 2025.

Dari rentangan panjang itu, Persija tercatat memenangi total 11 gelar kompetisi. Yang terakhir pada 2018 silam. Sementara itu, Persib punya 10 gelar, termasuk 3 trofi beruntun yang didapatkan dalam 3 musim pemungkas.

Persija sudah cukup lama tidak mampu mengalahkan Persib. Kemenangan terakhir Macan Kemayoran dari Maung Bandung terjadi pada 31 Maret 2023 saat kompetisi masih bernama Liga 1. Setelah itu, dalam 6 pertemuan beruntun, Persib menang 4 kali dan laga seri 2 kali.

Menjelang musim baru Super League 2026/27, Macan Kemayoran dan Maung Bandung sama-sama ditukangi wajah baru. Persija mendatangkan Shin Tae-yong yang sebelumnya pernah menangani Timnas Indonesia. Sementara itu, Persib punya Igor Tolic, yang naik ke posisi juru taktik menggantikan Bojan Hodak.

Laga semifinal Piala Presiden 2026 hari ini hanyalah laga pramusim. Namun, Macan Kemayoran dan Maung Bandung datang dengan kondisi siap tempur. Berdasarkan data Transfermarkt, Persija punya skuad bernilai Rp152,96 miliar. Sementara itu, Persib sedikit lebih unggul dengan harga pasar Rp164,60 miliar. Memang, nama-nama penting menghilang dari kedua kubu. Tapi, tensi tinggi laga yang tanpa penonton ini tampak tetap bakal membara.

"Saya mengharapkan ini akan jadi pertandingan yang bagus. Persija adalah tim yang punya kualitas tinggi. Tapi kami pun harus percaya dengan kualitas yang kami miliki. Jadi, saya harap kami bisa ke final," papar penyerang baru Persib, Balsa Sekulic, dikutip laman resmi klub.

"El Clasico Timur" Persebaya vs Arema

Di semifinal Piala Presiden 2026 lainnya, ada Derby Jawa Timur antara Persebaya kontra Arema. Dahulunya, Persebaya tampil di Perserikatan, sedangkan Singo Edan tampil di Galatama. Di Perserikatan, rival Bajul Ijo dari Jawa Timur adalah Persema Malang. Sementara itu, di Galatama, rival satu wilayah Arema adalah NIAC Mitra. Namun, seiring dengan peleburan kompetisi jadi Divisi Utama, pertemuan Persebaya dan Arema pun terjadi.

Perjumpaan pertama antara klub dari Surabaya dan Malang ini terjadi pada 29 Agustus 1992 dalam turnamen HUT Arema di Malang. Ini dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya di Piala Utama 1992.

Meskipun usia rivalitas Persebaya vs Arema tidak setua Persija kontra Persib, duel ini terus menyedot perhatian. Sepanjang sejarah, Persebaya sudah meraih 6 gelar di kompetisi teratas. Yang terakhir pada 2004 lalu. Di sisi lain, Arema, yang lahir pada 1987, punya gelar juara edisi 1992/93 dan 2009/10.

Menjelang Derby Jawa Timur hari ini, Arema punya catatan suram. Mereka terakhir kali menang atas Persebaya pada 15 Agustus 2019 atau hampir 7 tahun lampau. Ketika itu, Singo Edan menaklukkan Bajul Ijo dengan 4 gol tanpa balas di Stadion Kanjuruhan.

Setelah itu, dalam 12 laga beruntun di Liga, Persebaya tidak terkalahkan dengan 9 kemenangan dan 3 seri. Pada 28 April 2026 lalu, Bajul Ijo menang telak 4 gol tanpa balas di Gianyar, dengan lokasi sama persis di semifinal Piala Presiden ini.

Musim ini, Arema merekrut Gustavo Henrique, pemain 30 tahun yang sebelumnya tampil di Ninh Binh FC (Liga Vietnam). Legiun asing asal Brasil ini sudah mencetak 4 gol di penyisihan grup. Ada pula Diego Landis dan Careca yang memperkuat lini belakang dan tengah Singo Edan. Ini yang jadi sorotan Persebaya.

"Arema memiliki tim yang sangat bagus. Mereka mendatangkan pemain-pemain berkualitas, mempertahankan sebagian besar skuad musim lalu, dan masih ditangani pelatih yang sama. Selain itu, mereka juga memiliki sejarah yang bagus di Piala Presiden. Karena itu kami harus memberikan performa terbaik dengan kondisi pemain yang kami miliki saat ini," papar pelatih Persebaya, Bernardo Tavares dikutip laman resmi klub.

Piala Presiden 2026 sejatinya hanya turnamen pramusim. Di luar negeri, laga-laga seperti ini digunakan oleh klub untuk pemanasan menjelang kompetisi resmi, juga untuk menyetel pemain-pemain baru. Namun, seperti yang terjadi di edisi-edisi Piala Presiden terdahulu, ajang ini memang diliputi gengsi. Ditambah, hadiah yang diberikan untuk juara pun Rp8 miliar.

Semifinal Piala Presiden 2026 yang diisi oleh empat klub besar Super League bakal menyajikan dua pemenang saja. Siapa yang akan melaju? Apakah terjadi duel Persib vs Persebaya di final? Ataukah mungkin justru Persija vs Arema?

Baca juga artikel terkait LIGA INDONESIA atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus