Menuju konten utama
SEA V.League 2025

Hasil Final SEA V.League Putri 2025: Thailand Juara

Thailand juara leg 1 SEA V.League Putri 2025 usai menang dari Vietnam 3-2, Minggu (3/8). Cek jalannya laga dan susunan pemain di sini.

Hasil Final SEA V.League Putri 2025: Thailand Juara
Timnas Voli Putri Thailand VNL 2025. (Instagram/@volleyball_corner)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hasil final leg 1 SEA V.League Putri 2025 dimenangi Thailand dengan skor 3-2 (23-25, 25-19, 21-25, 25-17, 15-11) di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand. Kemenangan dalam laga berdurasi 133 menit tersebut membuat Thailand masih menjadi tim voli putri terbaik di Asia Tenggara.

Thailand kali ini langsung menurunkan tim terbaiknya guna mengatasi rival terberatnya di voli putri Asia Tenggara. Setter Pornpun Guedpard diandalkan guna menyuplai bola matang bagi outside hitter Ajcharaporn Kongyot dan Warisara Seetaloed serta opposite spiker Pimpichaya Kokram.

Kemudian di posisi middle blocker, pelatih Kiattipong Radchatagriengkai mengandalkan Thatdao Nuekjang dan Hattaya Bamrungsuk. Posisi libero di awal laga sendiri menjadi milik Piyanut Pannoy.

Vietnam pun juga menurunkan skuad terbaiknya demi ambisi meraih gelar juara SEA V.League untuk pertama kalinya. Pelatih Nguyen Tuan Kiet memainkan tiga pendulang poin seperti opposite spiker Nguyen Thi Bich Tuyen serta dua outside hitter Nguyen Thi Uyen dan kapten tim Tran Thi Thanh Thuy.

Posisi middle blocker ditempati oleh Nguyen Thi Trinh dan Tran Thi Bich Thuy. Dua pemain lainnya adalah setter Doan Thi Lam Oanh dan libero Nguyen Khanh Dang.

Jalannya set pertama lumayan didominasi Vietnam. Mereka bahkan sempat unggul 5-9 atas tuan rumah. Tapi, Thailand bergerak cepat menyamakan kedudukan menjadi 9-9, dua di antaranya melalui poin attack Warisara dan satu service ace Hattaya.

Setelah itu Vietnam memimpin lagi hingga skor 19-20. Thailand pada akhirnya bisa membalikkan keadaan dan unggul 21-20 melalui dua poin attacks dari Pimpichaya. Keunggulan 22-21 juga diperoleh Thailand melalui serangan Ajcharaporn.

Sayangnya setelah itu Thailand gagal memanfaatkan situasi. Vietnam meraih set poin di angka 23-24 melalui block Thi Uyen. Kemenangan Vietnam sendiri ditentukan oleh attack error Pimpichaya dan mengakhiri set pertama dengan skor 23-25.

Kekalahan itu membuat Thailand mengamuk di awal set kedua dan sempat unggul 13-7. Vietnam lantas memberikan perlawanan dan mendekat ke angka 21-19 sebelum momen panjang video challenge terjadi.

Vietnam mengambil video challenge floor touch atas pancake yang dilakukan Pimpichaya yang lantas berbuah poin bagi Thailand. Setelah melihat video, wasit sempat berbalik memberikan angka bagi Vietnam. Sudut berbeda lantas diminta staf pelatih Thailand hingga akhirnya terlihat pancake dari Pimpichaya berhasil dan Thailand unggul 22-19 alih-alih skor menjadi 21-20.

Setelah momen itu Thailand melaju dengan tiga poin beruntun. Dua di antaranya melalui Thatdao dari satu poin block dan satu poin attack. Kemenangan 25-19 diraih Thailand saat ada attack error dari Thi Bich Thuyen.

Memasuki set ketiga, Thailand beberapa kali mendapatkan keunggulan di angka 6-3 dan 8-5 saat technical time out pertama. Momentum itu terus dipertahankan Thailand hingga unggul 13-10 dan 15-12.

Tapi Thailand kemudian hilang fokus dan membuat Vietnam bisa menyamakan skor menjadi 16-16. Vietnam bahkan unggul 16-20 sebelum spike keras Thanh Thuy memastikan kemenangan 21-25 bagi Vietnam di set ketiga.

Thailand langsung memimpin 5-1 di awal set keempat yang memaksa Vietnam mengambil time out. Vietnam sempat mengejar ke angka 12-10 walau kemudian dua block poin beruntun dari Ajcharapon membawa Thailand unggul 16-11.

Thailand semakin tidak terbendung di sisa laga set keempat. Dua poin terakhir dari ace Sasipaporn Janthawisut dan attack error Thi Uyen membawa Thailand menang 25-17 dan memaksa laga diakhiri dengan full set.

Permainan ketat di awal set kelima dan Vietnam sempat beberapa kali unggul sebelum skor menjadi 8-8. Setelahnya momemtum berpindah ke Thailand lewat tiga poin beruntun dari block Thatdao, attack Pimpichaya, dan spike error Thi Bich Tuyen. Thailand akhirnya mengamankan gelar juara berkat kemenangan 15-11 melalui poin terakhir dari servis error Thi Bich Tuyen.

Dengan demikian Thailand menjadi juara dengan koleksi tiga kemenangan dan Indonesia menjadi juru kunci. Pekan depan akan bergulir leg 2 SEA V.League Putri 2025 di Vietnam pada 8-10 Agustus.

Baca juga artikel terkait BOLA VOLI atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama