Menuju konten utama

Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Selat Hormuz Dibuka

Penurunan itu terjadi karena pasar memperkirakan pembicaraan antara Iran dan Qatar dapat membuka kembali Selat Hormuz.

Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Selat Hormuz Dibuka
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 20 April 2026.. REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak turun pada perdagangan Kamis (27/8/2026), memperpanjang tren pelemahan selama beberapa hari terakhir. Penurunan itu terjadi karena pasar memperkirakan pembicaraan antara Iran dan Qatar dapat membuka kembali Selat Hormuz yang strategis, sehingga mengurangi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 60 sen atau 0,7 persen, menjadi 87,24 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada pukul 00.04 waktu setempat. Brent tercatat melemah untuk hari keempat berturut-turut.

Sedangkan, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 56 sen atau 0,7 persen, menjadi 81,67 dolar AS per barel, melanjutkan penurunan selama lima hari berturut-turut.

Kata seorang sumber senior Iran pada Rabu (26/8/2026), Iran dan Oman tengah menyelesaikan sejumlah detail kesepakatan untuk mengatur Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut muncul setelah Garda Revolusi Iran mengatakan kedua negara telah menyepakati mekanisme pembagian pengelolaan jalur perairan tersebut, termasuk pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas di selat yang menghubungkan negara-negara penghasil minyak utama di kawasan Teluk dengan pasar global.

Sebelum perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran dimulai pada 28 Februari, Selat Hormuz menjadi jalur bagi pengiriman minyak dan gas alam yang setara dengan sekitar seperlima konsumsi global kedua komoditas tersebut. Namun, setelah Iran berupaya menutup jalur perairan itu sebagai respons terhadap perang, arus pengiriman minyak turun menjadi sekitar seperempat dari level sebelum perang, berdasarkan data pelacakan kapal.

“Minyak mentah bergerak lebih rendah seiring membaiknya prospek pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung,” kata senior commodity strategist di ANZ, Daniel Hynes dalam catatannya, dikutip Reuters.

Meski demikian, dia memperingatkan kekhawatiran mengenai potensi kekurangan pasokan minyak masih tetap ada.

Sementara itu, Perdana Menteri Qatar dijadwalkan menuju Iran pada Kamis untuk kembali membuka pembicaraan diplomatik guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Di sisi lain, AS telah menghentikan serangannya terhadap Iran selama sekitar satu bulan dan kini berupaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut. Kondisi ini mendorong ekspektasi investor bahwa gangguan pasokan dari kawasan Teluk dapat mereda.

Namun, kedua pihak masih memiliki perbedaan besar terkait tuntutan untuk mengakhiri perang. Iran juga telah menyerang kapal-kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz sebagai upaya untuk memperkuat kendalinya atas jalur perairan tersebut.

Pejabat Iran sebelumnya juga mengatakan, Selat Hormuz tidak akan dibuka kecuali AS memenuhi kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada Juni, tetapi kemudian runtuh.

Selain perang AS-Israel dan Iran, Hynes juga menyoroti dampak perang di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina terhadap pasar diesel.

Menurutnya, sejumlah kilang minyak di Timur Tengah mengalami kerusakan akibat konflik tersebut. Di sisi lain, Ukraina telah menyerang beberapa kilang minyak Rusia, sehingga memangkas ekspor dari Rusia yang sebelumnya merupakan salah satu pemasok diesel utama dunia.

Pengurangan produksi diesel secara global mulai terlihat dalam data persediaan.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu melaporkan stok produk sulingan, termasuk diesel dan minyak pemanas, turun 2,2 juta barel dalam sepekan hingga 21 Agustus menjadi 103,4 juta barel. Menurut Hynes, jumlah tersebut merupakan level persediaan produk sulingan terendah yang pernah tercatat untuk periode yang sama sepanjang tahun.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama