Menuju konten utama

Harga Bahan Bakar Kamboja Terus Naik Imbas Konflik Timur Tengah

Sejak konflik di Timur Tengah, harga bensin reguler, solar, elpiji Kamboja masing-masing melonjak 41,5%, 84%, dan 60%.

Harga Bahan Bakar Kamboja Terus Naik Imbas Konflik Timur Tengah
Warga Kamboja di Phnom Penh, Kamboja. ANTARA/Xinhua/Nitola.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Perdagangan Kamboja, Rabu (25/3/2026), menyatakan bahwa harga ritel bahan bakar minyak di Kamboja terus meningkat imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dalam pengumuman tersebut, Kementerian Perdagangan Kamboja menyebut bahwa harga bensin reguler mencapai 5.450 riel Kamboja (satu riel Kamboja = Rp4,20) atau 1,36 dolar AS (satu dolar AS = Rp16.905) per liter mulai Kamis (26/3/2026) hingga pemberitahuan berikutnya, naik tipis 0,92 persen dari 5.400 riel dalam tujuh hari terakhir.

Antara memberitakan harga solar ditetapkan sebesar 7.100 riel atau sekitar 1,77 dolar AS per liter, naik 5,97 persen dari 6.700 riel, tambah pengumuman itu.

Masih pada Kamis, harga elpiji mencapai 3.200 riel atau sekitar 0,79 dolar AS per liter.

Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, harga bensin reguler, solar, dan elpiji di Kamboja masing-masing melonjak 41,5 persen, 84 persen, dan 60 persen, menurut Kementerian Perdagangan Kamboja.

Sejak pekan lalu, pemerintah Kamboja telah menurunkan bea impor dan pajak atas produk bensin dan solar, dengan tujuan mengurangi dampak kenaikan harga minyak internasional serta meringankan beban konsumen.

Negara di Asia Tenggara tersebut sepenuhnya bergantung pada minyak bumi dan solar impor, karena cadangan minyak di dasar lautnya belum dieksploitasi.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN

tirto.id - Insider
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi