tirto.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengatakan konflik internal atau dualisme kepemimpinan di tubuh PBNU tidak berdampak pada jalannya program dan pelayanan organisasi kepada umat. Seluruh kegiatan NU, termasuk program perlindungan sosial bagi guru ngaji, disebut tetap berjalan tanpa hambatan.
“Mengenai hambatan karena dualisme itu ya, saya tidak melihat ada kendala yang tercipta karena itu sama sekali terkait dengan tugas-tugas program-program dan pekerjaan-pekerjaan dari jajaran pengurus sampai ke tingkat yang paling bawah,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Gus Yahya menyebut salah satu bukti konkret berjalannya roda organisasi adalah peluncuran program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan guru ngaji. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 10.300 peserta di berbagai daerah.
“Karena sebetulnya tim yang mengerjakan tugas itu solid di sini gitu. Cuma ini ada ya satu dua orang yang ya seperti itulah ya. Jadi semuanya enggak terganggu,” ucapnya.
Termasuk dengan penyaluran bantuan bencana, ia pun menegaskan pihaknya tidak sekadar memberikan bantuan simbolik, tetapi menurunkan tim secara langsung ke lapangan untuk bekerja bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat.
Ia juga menyinggung adanya pihak lain yang turut melakukan penggalangan bantuan di tengah konflik internal tersebut. Namun, Gus Yahya menegaskan bahwa pihaknya memilih fokus bekerja ketimbang terlibat dalam polemik.
“Kalau keuntungannya misalnya yang nyumbang dua (kubu PBNU) ya, yang sana kan ya supaya pantes gitulah kayak gitu. Kami kan bukan cuma, ya kan bukan cuma pengumuman, kami turun sebagai tim,” ucapnya.
Ia menambahkan, berbagai program kaderisasi dan kegiatan lembaga-lembaga NU juga terus berlangsung tanpa jeda. Konsolidasi internal, komunikasi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), hingga aktivitas kantor PBNU tetap berjalan seperti biasa.
“Selalu saya tekankan bahwa pekerjaan jangan berhenti. Ya. Kantor hidup, ya teman-teman saya kira mungkin ada yang tiap hari nongkrong di sini nyegat saya gitu. Dan selalu ramai di kantor ini, pekerjaan nggak pernah, nggak pernah sepi,” ucap dia.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id































