Menuju konten utama

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat sebagai Kerja Kolaborasi

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat merupakan kerja bersama lintas K/L sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan.

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat sebagai Kerja Kolaborasi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan pembekalan kepada kepada para Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari persiapan pendampingan sebelum peluncuran resmi program Sekolah Rakyat melalui zoom meeting, Kamis (10/7/2025). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan program Sekolah Rakyat merupakan bentuk kerja kolaborasi.

Menurut dia, berbagai peran dalam program Sekolah Rakyat adalah upaya saling memahami dan menerjemahkan gagasan Presiden Prabowo Subianto. Sebab itu, Gus Ipul menyoroti bahwa segala pihak yang terlibat adalah tim.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam pembekalan kepada para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari persiapan pendampingan sebelum peluncuran resmi program Sekolah Rakyat melalui Zoom meeting.

“Ini pertama kali buat kita semua. Kepala sekolahnya pertama, gurunya juga pertama, menterinya pun pertama. Jadi, enggak ada yang paling hebat, enggak ada yang paling pintar. Kita semua sedang belajar, bareng-bareng,” kata Gus Ipul, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (11/7/2025).

“Kita di sini saling memahami, menerjemahkan gagasan Presiden Prabowo soal Sekolah Rakyat. Mari kita gandeng tangan. Enggak ada yang di atas, enggak ada yang di bawah. Kita semua satu tim,” tambah dia.

Gus Ipul menjelaskan, Kementerian Sosial ditunjuk sebagai penanggung jawab operasional Sekolah Rakyat. Namun, penyelenggaraan program ini merupakan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan.

“Banyak pihak terlibat sebagai pengarah dan pembina dari berbagai kementerian hingga BUMN, BKN, dan pemerintah daerah. Untuk mendukung pelaksanaan, telah dibentuk berbagai Satgas yang masing-masing dipimpin oleh kementerian teknis terkait. Karena itu, penting untuk dipahami bersama bahwa Kementerian Sosial tidak berjalan sendiri, ini adalah kerja tim nasional untuk mewujudkan gagasan Presiden Prabowo tentang Sekolah Rakyat,” terang Gus Ipul.

Gus Ipul menyampaikan bahwa negara hadir untuk memuliakan orang miskin melalui kebijakan afirmatif seperti Sekolah Rakyat, yang dirancang sebagai solusi spesifik untuk masalah spesifik, terutama dalam membuka akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.

Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi di 100 titik pertama, terdiri atas 63 titik pada 14 Juli dan 37 titik di akhir bulan. Sebanyak 9.755 siswa telah terdaftar dalam tahap ini. Jumlah tersebut akan bertambah pada tahap kedua yang ditargetkan menjangkau total 20.000 siswa.

"Rekrutmen guru dan siswa sudah selesai, Alhamdulillah. Besok, saat mulai belajar, akan ada pemeriksaan kesehatan. Ini dicek rutin tiap tahun," ujarnya.

Gus Ipul juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak menerapkan seleksi akademik. Sebagai gantinya, akan dilakukan pemetaan DNA talenta dan tes psikologi untuk mengenali potensi siswa. Teknologi yang digunakan dalam proses ini membantu guru memahami kekuatan dan arah profesi masa depan siswa.

"Tolong dicatat, tiga hal ini harus kita cegah, yaitu bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Ini wajib diawasi bersama. Siswa juga akan mendapat 6 set seragam, makan 3 kali sehari, dan perlengkapan belajar lengkap," tambah Gus Ipul.

Gus Ipul mengingatkan para calon guru Sekolah Rakyat untuk bersyukur dan siap menjalankan amanah besar. Ia menekankan bahwa guru bukan sekedar profesi, tapi bagian penting dari gagasan Presiden.

Menurutnya, guru harus hadir sepenuh hati untuk menjadikan kelas sebagai ruang pemulihan, serta mengenali murid sesuai potensi masing-masing.

“Di Sekolah Rakyat, setiap anak adalah buku yang belum selesai ditulis. Tugas kita adalah menemani mereka menemukan kalimat terbaik dalam hidupnya. Guru yang baik tidak hanya menyalakan lilin di ruang kelas, tapi juga menyalakan api semangat dalam jiwa anak-anak didik kita. Jika pendidikan adalah cahaya, maka Sekolah Rakyat adalah obor kecil yang kita bawa ke tempat-tempat tergelap di negeri ini. Agar setiap anak tahu bahwa mereka tidak dilupakan,” pesan Gus Ipul.

Lebih lanjut, satu guru Sekolah Rakyat Sentra di Kabupaten Bogor, Mawardi, menyampaikan hal yang sama. Ia optimistis terhadap program Sekolah Rakyat yang telah dipersiapkan dan dicanangkan mulai pada 14 Juli.

“Secara pribadi saya sangat optimis, Bapak,” ujar Mawardi.

Roadmap yang disampaikan sangat jelas, ditambah dukungan dari berbagai kementerian, baik dari segi kurikulum, sarana, hingga kesiapan prasarana. Kemarin saya juga menyaksikan langsung simulasi Sekolah Rakyat di Jakarta dan Bekasi. Fasilitasnya sangat memadai, ada laptop, media pembelajaran, dan semangat baru dalam pendidikan,” sambungnya menambahkan.

Mawardi juga menyoroti bahwa Sekolah Rakyat menjangkau anak-anak dari kalangan masyarakat yang selama ini kurang tersentuh layanan pendidikan formal.

“Kami sebagai lulusan PPG Prajabatan siap turun langsung, membangun pendidikan dari bawah. Di daerah tempat saya mengajar, angka pendidikan masih rendah karena keterbatasan ekonomi dan fasilitas. Sekarang pemerintah hadir, membawa harapan baru,” pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis