Menuju konten utama

Gus Ipul Tegaskan Peran Penting Tagana sebagai Pilar Sosial

Tagana berdiri pada 2004 dengan angkatan pertama 60 orang. Kini, terdapat 35 ribu anggota Tagana yang mendukung penanganan bencana di seluruh Indonesia.

Gus Ipul Tegaskan Peran Penting Tagana sebagai Pilar Sosial
Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (23/4/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) memperingati HUT ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan menggelar Santiaji bertajuk “22 Tahun Mengabdi: Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri” pada Kamis (23/4/2026).

Berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Jakarta, kegiatan tersebut menjadi satu rangkaian dengan Apel Peringatan HUT Tagana ke-22 serta Silaturahmi Akbar (Halalbihalal) keluarga besar Tagana yang berlangsung pada hari ini.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), secara langsung hadir dalam kegiatan itu dengan didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta jajaran pejabat Kemensos lainnya. Di acara yang sama, juga hadir para kepala dinas sosial dari seluruh daerah, ketua forum koordinasi Tagana provinsi se-Indonesia, serta perwakilan Tagana asal 38 provinsi.

Sekitar 1.102 peserta menghadiri kegiatan ini. Mereka berasal dari Tagana, Kampung Siaga Bencana (KSB), Pordam, Karang Taruna, Banser, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Untuk memperkuat semangat kebersamaan para peserta, Gus Ipul mengajak semua yang hadir meneriakkan yel-yel: “Satu komando! Satu aturan! Satu kesatuan!”

Yel-yel tersebut disambut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan penegasan: “One command, one action!”

Sementara itu, demi menghormati dedikasi para anggota Taruna Siaga Bencana, Gus Ipul memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan Tagana dari 38 provinsi. Penghargaan itu menjadi simbol apresiasi negara atas kontribusi Tagana dalam penanggulangan bencana di tanah air.

Saat menyampaikan arahannya, Gus Ipul menegaskan Tagana memiliki peran sentral sebagai bagian penting dari pilar-pilar sosial Kemensos.

“Tagana adalah bagian dari pilar-pilar Kementerian Sosial yang membantu, khususnya pada saat ada bencana di berbagai tempat. Teman-teman Tagana selalu hadir di tengah bencana, mulai dari evakuasi, kedaruratan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelasnya.

Gus Ipul sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi ribuan relawan Tagana di seluruh Indonesia. “Kami berterima kasih kepada segenap kader Tagana yang telah turut serta menanggulangi dampak bencana menyiapkan logistik, mendirikan dapur umum, hingga memberikan dukungan psikososial,” ujar dia.

Selama ini, menurut Gus Ipul, belum banyak orang mengetahui riwayat pembentukan Tagana yang bermula dari situasi serba terbatas. Bahkan, lanjutnya, Tagana sempat diidentikkan dengan “mobil rongsok” sebagai simbol perjuangan yang serba sederhana.

Tagana tidak lahir dalam waktu singkat dan harus melalui proses panjang yang diwarnai keraguan berbagai pihak. Meskipun demikian, sekitar 60 orang angkatan pertama Tagana terus bergerak dan berhasil membangun fondasi pengabdian.

Seiring waktu, Tagana membuktikan eksistensinya sebagai pilar sosial yang tangguh dalam penanggulangan bencana. Resmi dideklarasikan pada 25 Maret 2004 di Lembang, Jawa Barat, Tagana tumbuh menjadi garda terdepan dalam kegiatan kemanusiaan. Saat ini, ada 35 ribu anggota Tagana yang tersebar di kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

Agar Tagana bisa terus berkembang dan memperkuat perannya, Gus Ipul mengingatkan pentingnya pelatihan berkelanjutan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Penting bagi Kementerian Sosial dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas SDM Tagana melalui pelatihan. Ke depan, Tagana juga diharapkan dapat memberikan edukasi ke masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah di daerah rawan bencana,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kegiatan yang sama, Ketua Forum Koordinasi Tagana Jakarta Pusat, Benni Suryadilaga, menyampaikan apresiasinya atas perjalanan panjang Tagana. “Saya sangat senang Tagana bisa terus bertahan dan mengabdi hingga 22 tahun. Di lapangan, solidaritas antar personel menjadi kunci utama untuk menghadapi berbagai tugas kemanusiaan yang tidak ringan,” ujarnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis