Menuju konten utama

Gus Ipul Laporkan 166 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi

Gus Ipul berkata Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen negara untuk memotong rantai kemiskinan antargenerasi.

Gus Ipul Laporkan 166 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, pada Senin (13/1/2025). Tirto.id/Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melaporkan perkembangan Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto. Program pendidikan tersebut disebut merupakan gagasan langsung Presiden untuk memutus rantai kemiskinan.

Gus Ipul menyampaikan hingga akhir 2025 terdapat 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi di berbagai daerah. Rinciannya, 60 sekolah mulai berjalan pada Juli 2025, disusul 37 sekolah pada Agustus, serta 66 titik tambahan pada akhir September hingga awal Oktober 2025.

"Sekolah rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo," kata Gus Ipul saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan seluruh Sekolah Rakyat tersebut menampung hampir 16 ribu siswa dengan dukungan ribuan tenaga pendidik.

"Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidikan," ucapnya.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen negara untuk memotong rantai kemiskinan antargenerasi.

Pemerintah, kata dia, berupaya menjangkau anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.

"Kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu," ujarnya.

Ia juga mengutip arahan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2025, yang menegaskan tujuan utama Sekolah Rakyat.

"Mengutip arahan Bapak Presiden pada sidang Kabinet Merah Putih 20 Oktober tahun 2025, bahwa sekolah rakyat kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Biasanya anak orang miskin, anaknya miskin. Kita harus berani mengubah, kita tidak boleh menyerah pada keadaan," tutur Gus Ipul.

Gus Ipul memaparkan mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan penghasilan tidak tetap.

Sekitar 60 persen orang tua siswa bekerja sebagai buruh, buruh harian lepas, kuli bangunan, buruh tani, buruh nelayan, tukang ojek, pemulung, hingga pekerja informal lainnya. Sebanyak 67 persen di antaranya berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan.

Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menjadi pintu masuk pemerataan akses pendidikan bagi kelompok paling rentan sekaligus fondasi peningkatan kesejahteraan jangka panjang.

"65 persen memiliki tanggungan keluarga di atas 4 orang. 454 siswa sekolah rakyat berasal dari mereka yang tidak atau belum pernah mengenyam bangku pendidikan. 298 siswa sekolah rakyat sebelumnya mengalami putus sekolah atau tidak lulus sekolah," jelas Gus Ipul.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama