tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut almarhum Atim Suhara, petugas keamanan lingkungan yang gugur saat jaga warga, sebagai sosok pahlawan masa kini. Menurutnya, pengorbanan Atim merupakan contoh nyata tanggung jawab sosial dan keberanian dalam melindungi kepentingan masyarakat.
Gus Ipul mengatakan hal tersebut ketika datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban di Jakarta Timur, Minggu (9/11/2025).
“Beliau tidak sedang menjaga aset pribadi, tetapi menjaga keamanan dan ketertiban untuk kepentingan orang banyak. Dalam momen Hari Pahlawan ini, almarhum adalah contoh pahlawan hari ini yang berbuat bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk sesama,” jelasnya.
Mensos juga memanjatkan doa agar almarhum Atim Suhara mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dalam kesempatan tersebut.
“Saya datang untuk berbela sungkawa dan berdoa bersama keluarga. Mudah-mudahan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami yakin beliau sedang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, hingga rela mengorbankan nyawanya demi keamanan lingkungan,” katanya.
Pendampingan dan Bantuan untuk Keluarga Korban
Selain memberikan santunan duka kepada keluarga, Kemensos juga akan melakukan asesmen lanjutan guna memastikan seluruh kebutuhan keluarga terpenuhi. Pendampingan yang diberikan mencakup rehabilitasi sosial, dukungan psikologis, serta pemberdayaan ekonomi.
“Kami tidak hanya berhenti pada santunan. Kami akan dampingi keluarga hingga benar-benar pulih. Termasuk dua rekan almarhum, Bima dan Rukin, yang juga kami anggap pahlawan karena berani melawan pelaku,” ujarnya.
Gus Ipul menambahkan, Kemensos juga bakal memfasilitasi dukungan psikososial dan kemungkinan bantuan modal usaha. Sehingga, keluarga serta para saksi bisa kembali beraktivitas normal kembali.
“Kami ingin memastikan ahli waris bisa melanjutkan perjuangan almarhum dan kembali bangkit,” sambungnya.
Atim Gugur saat Jaga Warga
Atim Suhara (42) merupakan petugas keamanan lingkungan RW 09, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur yang gugur setelah ditembak, ketika berupaya mencegah pencurian sepeda motor di wilayah tugasnya, Sabtu (8/11) sekira pukul 03.30 WIB.
Bima dan Rukin mengisahkan, ketika malam kejadian mereka bersama almarhum Atim berpatroli seperti bisa. Sudah dua tahun mereka menjalankan ronda malam tanpa jadwal bergilir. Bima dan Rukin merupakan saksi dan rekan almarhum Atim.
“Kami lihat dari CCTV di pos RW ada dua orang mencurigakan. Kami bertiga langsung ke lokasi. Waktu sampai, almarhum menabrak motor pelaku. Sempat terjadi perkelahian, dan pelaku mengeluarkan pistol,” kata Bima.
Bima melanjutkan, Atim sempat meminta pertolongan. Namun, ia akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Beliau sempat bilang tiga kali, ‘Pak, tolong saya.’ Waktu saya mau bantu dudukkan, baru keluar darahnya. Kami sudah coba cari bantuan, tetapi tengah malam jadi susah,” sambungnya.
Sementar itu, menurut kesaksian Rukin, ia sempat mendengar suara tembakan sebanyak dua kali.
“Kami kira dua-duanya kena. Saya langsung cari bantuan ke warga dan RT setempat. Tapi waktu kami kembali, beliau sudah tidak ada,” katanya.
Sosok Atim di Mata Keluarga
Almarhum Atim di mata keluarga dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dan sederhana. Ia adalah anak sulung dari tiga bersaudara, yang tinggal bersama adik bungsunya, Siti Komariah, serta keponakannya yang masih duduk di SD.
“Kakak saya orangnya tidak pernah menolak kalau diajak ronda. Dia selalu bilang, ‘Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi.’ Dia pekerja keras dan selalu bantu keluarga,” kata Siti dengan mata berkaca-kaca.
Siti menyebut bahwa sejak kedua orang tuanya meninggal, kakaknya telah menjadi penopang utama keluarga.
“Kami kehilangan sosok yang selalu melindungi. Tapi kami juga bangga, karena beliau wafat saat menunaikan tugas menjaga keamanan warga,” ujarnya haru.
Meneladani Semangat Kepahlawanan
Gus Ipul mengimbau masyarakat untuk meneladani semangat juang para pahlawan nasional serta mereka yang berkontribusi positif di lingkungannya menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November.
“Almarhum Atim adalah pahlawan kecil di lingkungannya. Beliau berbuat lebih untuk kepentingan bersama. Inilah semangat kepahlawanan yang harus kita hidupkan kembali,” tuturnya.
Mensos turut mengajak masyarakat untuk mengheningkan cipta selama 60 detik pada besok Senin (10/11/2025) pukul 08.15 WIB, sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan dan syuhada.
“Besok Presiden Prabowo akan memimpin upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Mari kita semua berdoa bagi para pahlawan, termasuk mereka yang menjaga kehidupan sosial di sekitar kita,” tutupnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























