Menuju konten utama

Gus Ipul Apresiasi Buku Saku Program Dukungan Kesejahteraan 2026

Buku Saku Program Dukungan Kesejahteraan disusun agar publik bisa mengetahui berbagai program bantuan yang disalurkan lewat sejumlah kementerian/lembaga. 

Gus Ipul Apresiasi Buku Saku Program Dukungan Kesejahteraan 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima kunjungan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menerima kunjungan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai program prioritas presiden yang dirangkum dalam buku berjudul "Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026."

Sejumlah Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) provinsi dari seluruh Indonesia turut hadir dalam pertemuan itu mengingat mereka kebetulan tengah berada di lingkungan Kemensos.

Menanggapi kehadiran uku tersebut, Gus Ipul menyampaikan apresiasi dan menilai isinya dapat menjadi pedoman bagi para kepala dinas sosial di daerah.

"[Buku] Ini bagus sekali, kalau bisa kita jadikan pedoman. Jadi ini menarik sekali karena ingin mengukur, ingin mendetailkan, ingin melihat lebih dalam tentang program-program presiden yang menyasar keluarga-keluarga seperti apa sih," kata Gus Ipul.

"Terus terang saya berterimakasih karena beliau bersama tim bapak presiden ini buat satu buku dan sekaligus bisa jadi informasi panduan buat kita semua," lanjutnya.

Adapun Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan menjelaskan bahwa buku tersebut disusun agar publik bisa mengetahui berbagai program bantuan pemerintah yang disalurkan oleh sejumlah kementerian/lembaga.

Isinya menjelaskan beragam bentuk kehadiran negara dalam memberikan dukungan untuk kesejahteraan masyarakat. "Kita coba meramu menggunakan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat pada umumnya," ujar Dirgayuza.

Ia menambahkan, buku itu didistribusikan gratis kepada berbagai pemangku kepentingan, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga para Kadinsos, agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi.

"Di sini (Buku Saku 0%) secara mudah per program itu hanya dua halaman, isinya adalah programnya apa, yang penerima seperti apa, manfaatnya berapa dan cara mendaftarnya seperti apa. Itu yang dijelaskan di dalam buku ini. Supaya kita bisa sebanyak-banyaknya sedekah informasi mengejar angka 0% (kemiskinan)," jelas dia.

Menurut Dirgayuza, hasil survei menunjukkan masyarakat berharap pemerintah mampu menghadirkan solusi atas persoalan rakyat sehari-hari.

"Jadi pemerintah kita harus pemerintah yang solutif, pemerintah pemberi solusi. Apa saja solusi yang kita coba berikan kepada saudara-saudara kita yang masih belum sejahtera," kata dia.

Berbagai program bantuan sosial selama ini telah disalurkan melalui sejumlah kementerian dan lembaga. Di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, subsidi listrik, dukungan usaha, Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, hingga bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Dukungan kesejahteraan yang kita berikan, solusi-solusi yang kita berikan sepanjang hayat tidak hanya ada di Kementerian Sosial, ada di kementerian lain juga. Ada di BGN, Kemendikdasmen, Kemendikti, Unhan, SMA Taruna Nusantara, ada di puluhan instansi lainnya," tambah Dirgayuza.

"Saya bersama Pak Qodari (Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari) selama beberapa bulan terakhir, kami berkoordinasi dengan semua instansi tersebut untuk mengumpulkan sebenarnya apa saja dukungan kesejahteraan sosial yang kita berikan kepada mereka yang membutuhkan," pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis