Menuju konten utama

Gus Ipul Ajak Ortu Murid Sekolah Rakyat Siap Berdaya dan Mandiri

Gus Ipul mengajak para orang tua murid Sekolah Rakyat mengucapkan ikrar kesiapan untuk mengikuti program pemberdayaan dan membangun kemandirian.

Gus Ipul Ajak Ortu Murid Sekolah Rakyat Siap Berdaya dan Mandiri
Gus Ipul dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), meminta para orang tua murid Sekolah Rakyat di Pasuruan untuk siap mengikuti program pemberdayaan.

Ia menjelaskan, dalam program Sekolah Rakyat, tidak hanya anak-anak yang memperoleh perhatian dari pemerintah. Para orang tua murid juga akan diikutsertakan dalam berbagai program pemberdayaan.

Dengan begitu, keluarga-keluarga kurang mampu yang anak-anaknya belajar di Sekolah Rakyat diharapkan mampu keluar dari kondisi kemiskinan dan hidup mandiri atau tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.

Demi menegaskan kesiapan para orang tua murid mengikuti program pemberdayaan, Gus Ipul mengajak mereka mengucapkan ikrar untuk berupaya secepatnya mandiri dan lepas dari ketergantungan pada bantuan sosial (bansos).

"Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos," ucap Gus Ipul diikuti secara serentak oleh para orang tua murid Sekolah Rakyat di Pasuruan.

Gus Ipul menyampaikan ajakan tersebut saat menghadiri acara Open House Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026).

Kegiatan Open House dibuka dengan pertunjukan baris-berbaris variasi dari siswa SRMP 28 Pasuruan, pentas tari Onclang Kidang oleh SRT 48 Pasuruan, dan penyampaian pidato tiga bahasa hingga paduan suara.

Acara itu dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya anggota Komisi VIII DPR RI Syaiful Nuri, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, unsur-unsur Forkopimda Kota Pasuruan, serta para pejabat pimpinan tinggi madya dan staf khusus di Kementerian Sosial (Kemensos).

Selain itu, hadir pula kepala, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat. Kegiatan itu juga diikuti oleh siswa-siswa Sekolah Rakyat, calon peserta didik baru, dan para orang tua murid.

Dialog Gus Ipul dengan Murid Sekolah Rakyat

Di sela-sela acara tersebut, Gus Ipul sempat mengelilingi gedung baru Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan. Sembari berkeliling, ia memberikan penjelasan pada sejumlah calon murid baru tentang kehidupan mereka nanti setelah masuk Sekolah Rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mengajak beberapa murid dan calon peserta didik Sekolah Rakyat untuk berdialog.

Salah satunya adalah Rachmad Albi Fakhri (15), yang menjadi komandan baris berbaris variasi yang tampil saat pembukaan Open House Sekolah Rakyat Pasuruan.

"Senang di Sekolah Rakyat?" tanya Gus Ipul.

"Senang sekali," jawab Albi.

"Kenapa senang?" tanya Gus Ipul lagi.

"Karena banyak teman dan semua baik kepada saya," ucap Albi.

Cerita lain disampaikan oleh Mai Nur Shafa (12), murid Sekolah Rakyat yang menampilkan pembacaan puisi dengan penghayatan mendalam hingga menitikkan air mata di panggung.

Menjawab pertanyaan Gus Ipul, Shafa mengungkapkan alasan di balik air matanya.

"Karena kangen kedua orang tua."

"Sudah berapa lama tidak bertemu?"

"Dari sejak awal kelas 1, karena orang tua pergi merantau," jawab Shafa yang dirawat oleh sang nenek sejak usia 2 tahun.

Meskipun jarang bertemu dengan orang tuanya, remaja yang bercita-cita menjadi dokter tersebut memiliki mimpi besar untuk membuat mereka bangga.

"Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tuaku, aku ingin membahagiakan orang tuaku."

"Teman-teman kita yang semangat ya. Belajar yang serius agar bisa mencapai cita-cita kita," lanjut Shafa.

Gus Ipul memuji sikap Shafa tersebut. "Padahal belum bertemu orang tuanya tapi tetap ingin membahagiakan mereka. Luar biasa Shafa ini," ujarnya.

Dia kemudian dengan bersemangat memperkenalkan slogan baru di Sekolah Rakyat kepada para siswa.

"Sekarang ada satu slogan baru yang harus selalu diingat. Kalau saya mengatakan 'Siswa Sekolah Rakyat', kalian menjawab: 'Setiap siswa berharga!'" kata Gus Ipul.

"Karena di Sekolah Rakyat, tidak ada anak yang dianggap gagal. Tidak ada anak yang dianggap bodoh. Setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing," tegasnya.

Calon peserta didik baru juga diajak berbincang. Salah satu dari mereka, Muhammad Dafa Maulana (16). Ia contoh anak putus sekolah yang menjadi sasaran utama program Sekolah Rakyat.

"Dafa, benar kamu pernah putus sekolah? Putus sekolah sejak kelas berapa?" tanya Gus Ipul.

"[Benar] Kelas dua SD," balasnya.

Setelahnya, Gus Ipul menegaskan, program Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sekolah, melainkan juga masa depan anak-anak Indonesia.

Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan tak ada lagi anak-anak Indonesia yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena lahir dari keluarga miskin.

"Negara harus memberi kesempatan. Dan negara harus memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul Apresiasi Dukungan Pemda

Masih di kegiatan yang sama, Gus Ipul tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan jajaran Pemkot Pasuruan karena telah ikut menyukseskan program prioritas presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyatakan komitmennya untuk terus menyukseskan program Sekolah Rakyat dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA [di Pasuruan]. saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahannya cukup luar biasa," kata Adi.

"Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak-anak kita yang selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah," tambahnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis