Gurita Bisnis Glenn Sugita di Persib dan Sepakbola Nasional

Oleh: Aqwam Fiazmi Hanifan - 4 April 2017
Dibaca Normal 5 menit
Bagaimana gurita bisnis Glenn Sugita di sepakbola?
tirto.id - Musim 2017 Persib Bandung membuat gebrakan dan bikin heboh jagat sepakbola nasional. Persib sukses mendatangkan dua bintang kelas dunia, Carlton Cole dan terutama Michael Essien. Jangan tanya soal duit, yang pasti untuk kantong kelas klub-klub Indonesia, mahar dua pemain ini teramat mahal.

Jika menilik data transfermarkt, harga Cole diperkirakan 1 juta Euro atau Rp14 miliar. Tapi bisa saja angka ini turun drastis karena karier Cole kurang mulus sesudah bermain untuk Celtic. Ia hijrah ke Sacramento FC, klub Amerika Serikat, yang berlaga di level kedua kompetisi di negeri Paman Sam. Itu pun ia bermain dalam empat laga saja.

Begitu pula Essien. Gaji Essien ditaksir per musim mencapai 800 ribu Euro atau Rp11 miliar. Tapi, lagi-lagi, angka ini hanya estimasi. Selain minim caps saat membela klub bola Yunani Panathinaikos, Essien dibelit cedera panjang.

Jorjoran Persib mendatangkan pemain asing mahal bukanlah hal baru.

Pada musim 2013, Persib mendatangkan Sergio van Dijk. Harga gaji van Dijk diperkirakan Rp4-5 miliar. Sebagai klub bekas perserikatan yang punya sejarah panjang, Persib memiliki basis massa yang besar. Di mana ada massa, di situ ada uang.

Dalam soal komersialisasi klub di Indonesia, Persib memang jago. Di saat klub-klub perserikatan lain terancam pailit, Persib tetap bisa mandiri mengarungi liga.

Namun, semua faktor itu tidak akan tercapai tanpa polesan tangan Glenn Sugita.

Glenn saat ini menjabat Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang menaungi Persib. Saat mendatangkan van Dijk, Glenn-lah inisiatornya. Kedatangan Essien dan Cole diakui Manajer Persib Umuh Muchtar tidak terlepas dari peran Glenn.

"Ini kejutan yang diberikan Pak Glenn sebagai hari jadi Persib ke-84. Essien sudah resmi dengan kita," kata Umuh memuji Glenn saat mengenalkan Essien kepada media di kantor PT PBB, Bandung, 14 Maret 2017.

Direktur Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahyono, kepada situs resmi Persib, juga mengakui negosiasi membeli Essien dilakukan secara langsung oleh Glenn.

Sebelum mendatangkan Essien, Glenn bahkan pernah mencoba mendatangkan mantan pemain terbaik dunia, Ronaldinho. Ini diungkap oleh Umuh.

"Saya juga kaget setelah Pak Glenn Sugita bicara jika Ronaldinho dalam bidikan Persib dan sudah ada pembicaraan dengan agennya, tapi keburu ditarik kembali Barcelona menjadi duta," kata Umuh dikutip Bola.com.

Seberapa hebatkah Glenn Sugita hingga bisa membuat Persib mendatangkan pemain bintang dunia?

Sebelum jadi Direktur PT PBB, nama Glenn Sugita sama sekali tak pernah terdengar di kalangan suporter. Namanya lebih akrab di kalangan pebisnis. Glenn adalah pengusaha kelas kakap. Ia pendiri perusahaan investasi multinasional Northstar Group yang berbasis di Singapura.

Meski besar dalam dunia bisnis, Glenn sempat menjadi atlet tenis nasional dan membela Jawa Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional. Glenn menghabiskan masa remajanya di Bandung. Saat itulah kedekatan emosionalnya dengan Persib terbangun.

"Dulu di Bandung, saya biasa berlatih di samping (Stadion) Siliwangi. Sebelahnya, kan, lapangan bola. Jadi sebelum atau sesudah latihan, kalau ada pertandingan, suka nonton," kata Glenn saat diwawancarai Pikiran Rakyat, 2010 silam.

Keterlibatan Glenn di Persib bermula saat Maung Bandung hendak kolaps pada 2009. Aturan Mendagri yang melarang klub sepakbola mendapat bantuan APBD membikin Persib ketir-ketir. Di sisi lain, regulasi baru ditetapkan oleh PSSI bahwa klub sepakbola yang berkompetisi di kasta tertinggi harus berbentuk lembaga hukum.

PT PBB kemudian menjadi solusi, yang saat itu dibentuk Wali Kota Bandung Dada Rosada. Namun, PT PBB gagal mendapatkan dana untuk mengarungi ISL musim 2009/2010.

Di saat itulah Glenn masuk. Masuknya Glenn ke Persib tak lepas dari peran Dede Yusuf, saat itu Wakil Gubernur Jawa Barat. Untuk membantu Persib, Dede mengusulkan PT PBB membentuk konsorsium.

Dede pun membantu manajemen Persib bertemu para taipan seperti Pieter Tanuri, Kiki Barki, Erick Thohir, hingga Patrick Waluyo. Setelah terbentuk, para pengusaha kelas kakap ini sepakat menyerahkan wakil konsorsium di klub kepada Glenn Sugita.

Persib Tempat Memutar Uang Para Konglomerat

Sebagai pebisnis ulung, Glenn tergolong cerdik. Semua hal ditakar untung dan rugi. Setelah terbentuk konsorsium, sponsor datang dengan sendirinya.

Bobotoh pun bertempik sorak karena Persib berhasil mendatangkan banyak sponsor sekaligus stabil dari musim ke musim. Saking berjubelnya sponsor, jersey Si Pangeran Biru kadang dicemooh oleh suporter lain mirip jersey pembalap.

Sedikit yang cermat menyadari bahwa sponsor-sponsor yang datang itu sebenarnya sister company dari Persib sendiri alias perusahaan-perusahaan yang dimiliki para investor Persib.

Di musim pertama setelah konsorsium masuk, Persib mendapat sponsor nama-nama besar seperti Yomart, PT Daya Adira Mustika (Honda), Sozzis So Nice, Evalube, Bank BTPN, Alfamart, dan Corsa.

Dari lima sponsor itu, tiga di antaranya terkait para investor Persib.

PT Japfa Comfeed Indonesia (produsen Sozzis So Nice) masuk dalam konsorsium. Sedangkan saham Bank BTPN dimiliki Northstar Group yang didirikan Glenn Sugita dan Patrick Walujo. Glenn ikut menarik Alfamart karena kala itu ia memang menjabat Wakil Presiden Komisaris PT Sumber Alfaria Trijaya. Lalu perusahaan Ban Corsa dipunyai Piter Tanuri yang juga masuk dalam jajaran direksi Persib.

Bagaimana dengan Honda?

Seperti diketahui, anggota konsorsium Persib adalah Patrick Walujo. Berdua bersama dengan Glenn, Patrick mendirikan Northstar Group. Patrick adalah menantu Teddy Rahmat, mantan direktur PT Astra International. Adapun Teddy adalah anak kandung Raphael Adi Rahmat, pendiri PT Daya Adira Mustika.

Tren mendapatkan sponsor kembali dilakukan pada musim 2011/2012. Selain Corsa dan Bank BTPN yang masuk lebih dulu, Persib mulai bertambah dua sponsor dari perusahaan tambang, yakni Surya Perkasa milik Erick Thohir dan Harum Energy milik Kiki Barki. Erick dan Kiki masuk ke dalam konsorsium Persib.

Tren memadukan sister company semakin meriah pada musim 2012/2013. Musim itu ada 20 sponsor resmi Persib Bandung: PT Daya Adira Mustika (DAM), Kopi ABC, Surya Eka Perkasa, Equator, Corsa, Bank BTPN, Oke Shop, Amidis, League, Al Mahaz, Harum Energi, Permata Resources, Northstar, BFI, Bloom, Nusantara Capital, Buana Capital, Syailendra Capital, Bread Life.

Dalam penelusuran kami, 15 di antaranya adalah sister company dari Persib.

Dibandingkan taipan-taipan lain, Glenn Sugita yang paling banyak membawa anak perusahaannya masuk sebagai sponsor. Di antaranya Northstar, BFI, Bread Life, Bank BTPN, dan Okeshop. Bahkan appareal yang menyediakan kebutuhan kostum untuk Persib pun kini dipasok oleh Sportama yang terkait dengan Glenn.

Jabatan Glenn sebagai Direktur Utama PT PBB membuatnya gencar mencarikan sponsor bagi Persib, meski itu berasal dari perusahaan yang berkaitan dengan perannya di perusahaan-perusahaan tersebut.

Mantan Direktur Marketing dan Promosi PT PBB Muhammad Farhan mengakui soal pola bisnis yang dilakukan Persib. Sebagai perintis kerja-kerja pemasaran di tubuh Persib dan orang kepercayaan Glenn Sugita, Farhan tahu betul seluk beluk Persib. Bagi Farhan, trik pemasaran Persib macam itu sah-sah saja.

Kata dia, akan lebih mudah memang mendatangi perusahaan sister company. "Karena kami tahu betul siapa pemangku teratas kebijakan perusahaannya," ucapnya kepada Tirto.

Dalam bisnis, "saling membantu" anak perusahaan lazim terjadi. Namun, akan jadi soal jika hal itu tidak dilakoni secara profesional. Farhan membantah anggapan ini. Katanya, semua sponsor tetap harus menyepakati apa yang tertuang dalam kontrak.

"Kerja sama dengan sister company tetap dilakukan secara terbuka dan semua proses uang yang diberikan ke kami pun diambil dari dana promosi," katanya lagi.

Trik ini, kata Farhan, sukses memancing sponsor-sponsor lain yang tidak berafiliasi dengan investor untuk masuk ke Persib. Beberapa brand besar seperti Indofood, Extra Joss, Mogu-mogu, Kopi ABC, Kantor Pos, dan Bank Jabar tidak terafiliasi dengan konsorsium.

Semakin ke sini perusahaan yang berafiliasi dengan konsorsium memang makin sedikit. Pada musim ini, dari 14 sponsor yang mendukung Persib (Indofood, DATSUN, Permata Bank, IM3 Ooredoo, Kopi ABC, FWD, Sportama, Go-Jek, Corsa, Achilles, Indaco, Panther, ISMC dan 964 FM), ada 8 yang berafiliasi dengan konsorsium. Selain Indofood, Panther, FWD, Corsa, dan Achilles, nama baru muncul adalah Go-Jek. Seperti sejak 2015, Go-Jek mendapatkan investasi dari Northstar sebesar Rp7,2 triliun.

Sama seperti musim-musim sebelumnya, kehadiran perusahaan milik pribadi ini memudahkan Persib mendatangkan pemain bintang. Sebuah pola bisnis baru muncul: gaji para pemain biasanya ditanggung oleh sponsor. Sistem ini diujicobakan oleh Glenn saat mendatangkan Sergio van Dijk.

Glenn Sugita & Sepakbola Nasional

Setelah sukses memutar uang di Persib, mulai 2016, Glenn Sugita aktif mengurusi sepakbola nasional. Ia didapuk sebagai Komisaris Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS), perusahaan terpisah yang didirikan PT Liga Indonesia untuk menggelar kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) tahun 2016.

Dan di mana ada Glennn, maka di situ pasti ada perusahaanya yang ikut ambil bagian. Pada gelaran ISC, Bank BTPN ikut mensponsorinya.

Saat ISC sudah bubar dan liga kembali bergulir, PSSI membentuk lembaga anyar yakni PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Dan lagi-lagi, Glenn Sugita masuk ke dalam kepengurusan sebagai komisaris utama. Masuknya Go-Jek menjadi sponsor utama Liga 1 tak lepas dari peran Glenn yang juga pemilik Go-Jek.

Begitupun soal hak siar televisi. Penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 pada musim 2017 diserahkan kepada tvOne. Terlepas dari hubungan erat antara PSSI dan keluarga Bakrie selama dua dasawarsa terakhir, nyatanya Glenn memang pernah dekat dengan Bakrie. Pada 2008, Northstar sempat mengakuisisi 35 persen saham milik Bakrie Group di PT Bumi Resources Tbk.

Faktor ini dipererat keakraban Glenn dan Erick Thohir di jajaran petinggi Persib. Erick saat ini menjabat Wakil Komisaris PT PBB. Erick dekat dengan Bakrie. Bersama Anindya Bakrie, Erick mendirikan tvOne pada 2008. Sejak 2014, ia naik jadi Komisaris Viva Group (pada 24 Januari 2017 ia memutuskan mundur). Dari jejaring inilah, tvOne mendapatkan hak siar.

Jejaring bisnis Glenn tak hanya bergerak di level pusat sepakbola dan pengelola liga, tapi juga muncul di klub lain.

Kolega Glenn dari keluarga Tanuri (juga bagian dari konsorsium Persib) mengelola Bali United. Jika di Persib ada nama Pieter Tanuri, maka yang sehari-hari muncul ke permukaan di Bali United adalah Yebes Tanuri.

Jangan heran jika Persib dan Bali United terbiasa bertanding menjelang pra-musim. Itu terjadi menjelang bergulirnya musim kompetisi 2016 dan terjadi lagi tahun ini, 8 April 2017.

Jika, tadi pada awal tulisan tentang sister company, uji coba tim adalah buah sister club.

Baca juga artikel terkait PERSIB atau tulisan menarik lainnya Aqwam Fiazmi Hanifan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Aqwam Fiazmi Hanifan
Penulis: Aqwam Fiazmi Hanifan
Editor: Zen RS