tirto.id - Erupsi besar Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur pada Jumat malam (1/8/2025) menyebabkan hujan abu vulkanik di wilayah Kabupaten Sikka dan Ende.
Letusan kali ini menyemburkan kolom abu setinggi ±10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.
Menurut laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat hingga barat laut.
Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sementara selama ±3 menit 40 detik.
Abu tebal erupsi terpantau menutupi permukiman, jalan, fasilitas publik, dan lahan pertanian di sejumlah desa dan kota Maumere, pada Sabtu (2/8/2025).
Maria Agustina, warga Desa Hoder, mengatakan, hujan abu mulai terasa sekitar Sabtu (2/8/2025), ketika bangun pagi mendapati halaman rumah dan jalan di Perumahan Sikka Regency dipenuhi debu putih erupsi.
Menurutnya, hujan abu turun deras. Atap rumah tertutup tebal, sampai masuk lewat jendela dan ventilasi rumah.
"Anak-anak yang mau berangkat ke sekolah pagi ini dan kami yang mau beraktivitas di luar rumah harus mengenakan masker dan kacamata karena debu terus berjatuhan," ungkap Maria.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II
Bandara Fransiskus Xaverius Maumere, Partahian Panjaitan, mengatakan, aktivitas bandara hari ini ditutup akibat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Bandara Frans Seda Maumere sementara ditutup hari ini, penerbangan Wings Air cancel, Maumere-Kupang, dua peberbangan," ungkapnya kepada wartawan.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam surat imbauannya mengatakan, sehubungan dengan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang disertai semburan abu vulkanik dan telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka, maka untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat, ia berharap warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
Gunakan perlindungan diri seperti masker, kacamata pelindung, dan penutup kepala, hidung-mulut saat berada di luar rumah untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Menutup rapat sumber air bersih (sumur dan penampungan air) untuk mencegah pencemaran abu vulkanik. Segera bersihkan tubuh, pakaian, dan peralatan setelah beraktivitas di luar ruangan.
"Lindungi kelompok rentan (anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan) dengan membatasi paparan udara luar dan jaga kebersihan udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela serta menggunakan penyaring udara bila tersedia," ungkapnya.
Bupati Sikka juga meminta masyarakat tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya dan ikuti informasi resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, BPBD, dan instansi terkait lainnya.
Sementara itu, Kadis PKO Sikka, Germanus Goleng, juga menyampaikan untuk mengantisipasi dampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, di mana sejumlah wilayah terdampak hujan abu vulkanik, yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik dan menghambat proses belajar mengajar, maka Dinas PKO Sikka menetapkan pembelajaran dari rumah pada hari ini bagi seluruh peserta didik jenjang PAUD/TK,SD, SLTP di wilayah terdampak.
"Kepala sekolah dan guru diminta untuk segera memulangkan peserta didik yang terlanjur hadir di sekolah, dengan memperhatikan kenyamanan anak selama perjalanan pulang," ungkap Germanus.
Ia juga mengatakan, masa pelaksanaan belajar dari rumah, akan dievaluasi setiap hari berdasarkan informasi dari PVBMG, BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id































