tirto.id - Gunung Api Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan, kembali erupsi. Demi keselamatan, aktivitas pendakian dan perkemahan dihentikan sementara.
Erupsi terjadi pada Rabu (15/4/2026) pukul 11.45 WIB. Erupsi ini merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir yang sebelumnya kejadian serupa pada Selasa (7/4/2026) pukul 01.36 WIB.
Pada erupsi terkini, gunung menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 3.500 meter dari kawah. Semburan abu kali ini lebih tinggi dari erupsi pekan lalu setinggi 1.500 meter.
Berdasarkan data dark Pos Pemantau Gunung Api Dempo, kondisi cuaca di sekitar puncak saat kejadian terpantau cerah. Secara visual, kolom abu berwarna putih tampak jelas.
Tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 30 mm dan durasi 829 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 11 mm dan durasi 86 detik. Selain itu, terjadi tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo berkisar antara 0,5 hingga 1 mm.
"Gunung Api Dempo kembali erupsi dengan menyemburkan abu setinggi 3.500 meter," ungkap Pelaksana Kepala Badan Geologi Lana Saria, Kamis (16/4/2026).
Lana menjelaskan, berdasarkan pemantauan kegempaan periode 1-14 April 2026, tercatat berbagai aktivitas Gunung Api Dempo. Di antaranya gempa erupsi, gempa frekuensi rendah, gempa vulkanik dangkal dan dalam, hingga gempa tektonik lokal dan jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo rendah.
Sementara hasil pengamatan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Tugu Rimau menunjukkan adanya tren inflasi sebelum erupsi 2 April 2026. Namun tidak terdapat perubahan signifikan menjelang erupsi 15 April.
"Kondisi bawah permukaan gunung belum stabil sehingga erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa gejala yang jelas," terang Lana.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga kini masih menetapkan status Gunung Api Dempo pada Level II atau Waspada. Masyarakat diimbau tidak mendekati atau beraktivitas di sekitar kawah dalam radius 1 kilometer dan sejauh 2 kilometer ke arah bukaan kawah di sektor utara karena berpotensi bahaya dari letusan dan paparan gas vulkanik.
Kepala Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo Pagaralam, Heri Mulyono, menegaskan, pihaknya telah menutup sementara jalur pendakian dan aktivitas perkemahan di sekitar Gunung Dempo. Langkah ini diambil demi keselamatan masyarakat dan wisatawan.
"Pendakian dan perkemahan di puncak gunung kami tutup sampai waktu yang tidak ditentukan," tegas Heri.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































