Gunung Anak Krakatau Dua Kali Erupsi Setinggi 300 Meter

Oleh: Yuliana Ratnasari - 23 Agustus 2018
Dibaca Normal 1 menit
Sepanjang Rabu itu Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali letusan dengan tinggi 300 meter dan warna asap hitam tebal.
tirto.id - Hingga Rabu (22/8/2018) tengah malam, Gunung Anak Krakatau masih terus aktif meletus. Gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu sedikitnya dua kali mengalami erupsi setinggi 300 meter.

Pada Kamis (23/8/2018) ini, gunung api di dalam laut itu masih tetap berstatus Level II (Waspada). Karenanya, masyarakat atau wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawahnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seperti disampaikan dalam rilis Kementerian ESDM, Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, dilaporkan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 22 Agustus 2018 pukul 00.00-24.00 WIB penampakan gunung jelas hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Sepanjang Rabu itu Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali letusan dengan tinggi 300 meter dan warna asap hitam tebal. Visual malam dari CCTV teramati sinar api dan material pijar.

Terdengar suara dentuman dan dirasakan dengan intensitas lemah hingga kuat di Pos PGA (kaca di Pos PGA bergetar). Namun ombak laut tetap tenang.

Cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau (305 mdpl) cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan selatan. Suhu udara 24-31 derajat Celsius, kelembaban udara 60-92 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kondisi kegempaan Letusan (Jumlah: 112, Amplitudo: 24-43 mm, Durasi: 15-78 detik). Kegempaan Hembusan (Jumlah: 54, Amplitudo: 5-33 mm, Durasi: 10-77 detik). Kegempaan Tremor Harmonik (Jumlah: 3, Amplitudo: 20-36 mm, Durasi: 60-155 detik). Kegempaan Vulkanik Dangkal (Jumlah: 12, Amplitudo: 5-17 mm, Durasi: 3-9 detik).

Kegempaan Vulkanik Dalam (Jumlah: 1, Amplitudo: 36 mm, S-P: 1.8 detik, Durasi: 14 detik). Kegempaan Tremor menerus 1-5 mm (dominan 1mm).

Kesimpulannya tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada) Karena itu, direkomendasikan agar masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 KM dari kawah.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat mengumumkan intensitas tinggi letusan Gunung Anak Krakatau terjadi selama 24 jam di hari Sabtu (18/8/2018). Selama sehari, pada Sabtu itu, Gunung Anak Krakatau tercatat meletus sebanyak 576 kali. Data itu berdasar pantauan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG.

“Tinggi letusan [kolom asap dan abu] bervariasi, 100 meter hingga 500 meter dari puncak kawah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran resminya.

Letusan Gunung Anak Krakatau sebanyak 576 kali itu terjadi sejak pukul 00.00-24.00 WIB, Sabtu kemarin dan memiliki amplitudo 23-44 mm. Data durasi letusan tercatat 19-255 detik. Hembusan tercatat berlangsung 80 kali kejadian, amplitudo 5-30 mm dengan durasi 10-80 detik.



Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG ANAK KRAKATAU atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: antara
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight