tirto.id - Generasi muda Indonesia, khususnya Gen Z dan Milenial, menjadi pengguna paling aktif layanan bank digital. Hal ini terungkap dari survei terbaru Ipsos Indonesia yang menunjukkan bahwa kelompok usia ini melakukan transaksi melalui aplikasi bank digital sebanyak 1 hingga 10 kali per bulan.
Jenis aktivitas yang paling sering dilakukan meliputi transfer uang, pengisian saldo dompet digital (top-up e-wallet), pembayaran menggunakan QRIS, menabung, hingga pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan langganan digital. Temuan ini memperkuat posisi layanan bank digital sebagai solusi keuangan harian yang aman, mudah, dan relevan dengan gaya hidup generasi muda yang serba digital.
"Di masa yang akan datang, kami melihat peran generasi muda akan semakin dominan dalam membentuk arah perkembangan ekosistem perbankan digital di Indonesia,” Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, dalam survei terbarunya Jumat (19/9/2025).
Data Bank Indonesia (BI) mencatat, pada November 2024 transaksi perbankan digital tumbuh 40,1 persen (Year on Year). Proyeksi tren berlanjut di 2025, di mana pertumbuhan transaksi pembayaran digital tumbuh sebesar 52,3 persen.
Sementara dari sisi volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,43 miliar transaksi atau tumbuh 39,79 persen (yoy) pada Agustus 2025 didukung oleh peningkatan seluruh komponennya. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 15,86 persen (yoy) dan 18,85 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 145,07 persen (yoy).
Selaras dengan tren positif pertumbuhan transaksi pembayaran digital di Indonesia, faktor kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi menjadi salah satu faktor pendorong dalam melakukan transaksi digital.
Survei Ipsos menunjukkan aplikasi SeaBank menempati peringkat pertama sebagai aplikasi bank digital yang dinilai aman dan mudah untuk melakukan berbagai transaksi sehari-hari, dipilih oleh 47 persen responden. Posisi berikutnya diisi oleh Bank Jago (30 persen), dan Neo Bank (27 persen).
Faktor pendorong masyarakat memilih aplikasi bank digital ini di dorong dari kepuasan dalam transaksi harian. Kemudahan dalam pembayaran QRIS sebanyak 48 persen responden merasa puas dengan kemudahan dari SeaBank, diikuti oleh Superbank (45 persen) dan Neo Bank (45 persen).
Gratis transfer antar-bank 51 persen menilai SeaBank puas dengan promo yang ditawarkan tersebut, selaras dengan Superbank (48 persen), dan Neo Bank (42 persen).
Kemudahan isi ulang dompet digital atau top-up e-wallet, di mana 53 persen responden merasa puas dengan SeaBank, disusul oleh Bank Jago (46 persen) dan Superbank (44 persen)
Keamanan dan kemudahan interkoneksi dengan aplikasi digital lainnya tercatat 53 persen puas dengan SeaBank, dilanjutkan dengan Bank Jago (45 persen), dan Allo Bank (41 persen).
“Fakta bahwa aplikasi bank digital kian dipilih dalam transaksi sehari-hari, memperlihatkan pentingnya kepercayaan dan kemudahan bertransaksi digital di Indonesia,” ujar Hansal.
Untuk dikeahui, survei dilakukan Ipsos Indonesia di 2025 secara online menggunakan Ipsos Digital Platform (Fast Facts) terhadap 300 responden di seluruh wilayah Indonesia. Responden terdiri dari pria dan Wanita, usia 18–55 tahun.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































