Arya Sinulingga

"Fokus Kami Memenangkan Caleg Perindo pada Pemilu 2019"

Oleh: Mawa Kresna - 6 Juli 2018
Dibaca Normal 2 menit
Perindo sudah siap menghadapi Pemilu 2019. Menggarap pemilih kelas bawah untuk memberikan bukti kerja partai.
tirto.id - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memastikan diri ikut dalam Pemilu 2019. Namun, mereka realistis dengan targetnya menjadikan sang ketua umum, Harry Tanoesoedibjo, sebagai calon presiden. Mereka terganjal aturan ambang batas.

Meski impian Harry Tanoe kandas, Perindo tetap menjalankan program-program kerja yang mereka canangkan. Salah satunya adalah program pemberdayaan UMKM dengan membagikan gerobak. Program ini menjadi salah satu cara Perindo untuk menunjukkan kerja mereka sebelum berlaga pada 2019.


“Kalau ada orang bertanya, program kalian yang mana? Mana buktinya? Sekarang kami bisa jawab. Kalau cuma omong-omong, semua juga bisa,” kata kata Arya Mahendra Sinulingga, ketua bidang media dan Komunikasi Perindo.

Perindo sudah menentukan pilihan kepada siapa akan berkoalisi pada 2019 mendatang. HT sudah mengumumkan partai besutannya akan mendukung Joko Widodo. Bahkan Perindo sudah menyiapkan tim "Top 9" sebagai saluran pemikiran pemenangan partai sekaligus memenangkan Jokowi.

Sementara dalami internal partai, HT sudah mengondisikannya. Sebagian besar DPP Perindo diisi oleh orang-orang MNC, perusahaan media miliknya. Anak dan Istrinya juga dilibatkan dalam struktur partai. Komposisi ini diharapkan oleh HT bisa mempercepat kerja Perindo menjelang 2019.


Sekarang sudah ada pembentukan tim Top 9? Tim ini siapa saja dan apa saja kerjanya?

Hampir semua [orang DPP] masuk tim. Kalau ketua timnya Pak Harry Tanoe. Pastinya untuk memenangkan legislatif, kemudian ke presiden. Partai dulu yang dimenangkan.

Sejauh ini rekrutmen calon legislatif bagaimana?

Sekarang sudah finalisasi.

Prosesnya?

Kita pendaftaran online, offline, baru kemudian wawancara. Sekarang masih proses wawancara, sudah memasuki tahapan akhir.


Ada caleg unggulan dan daerah unggulan?

Itu sudah pasti ada, tapi kami enggak mau omong dululah. Kekuatan cukup merata, tidak ada yang nomor yang dianaktirikan, pokoknya kami pastikan semua itu. Sehingga beban untuk mengejar suara tidak hanya bertumpu pada satu orang. Kerja bareng semua.

Sekarang bagaimana dengan wacana nyapres Hary Tanoesoedibjo?

Ini masalahnya, kan, undang-undangnya. Undang-undang mengatakan ada ambang batas. Kalau kami tetap dong, konsisten capres, tapi undang-undangnya tidak membolehkan.

Apa posisi yang mungkin untuk dia? Jadi menteri?

Kami lihat nanti. Ini dinamis banget. Dan melihat survei-survei, Pak HT tidak pernah keluar dari lima besar. Itu menunjukkan Pak HT punya potensi. Potensi bukan hanya internal, artinya untuk mendulang suara.

Tahun 2014 Hary Tanoe punya pengalaman buruk dengan Wiranto, enggak takut itu terjadi lagi?

Lho ini sekarang sudah partainya Pak HT. Kami bukan melihat itu sebagai pengalaman buruk, tapi lebih sebagai proses politik. Ada kesamaan pandangan awalnya, saat kami lihat kemudian ternyata ada perbedaan. Dulu dengan NasDem ... setelah itu dengan Hanura. Dan melihat perkembangannya, akhirnya Pak HT memutuskan untuk membikin partai sendiri. Ya sudah enggak percaya lagi, seperti itulah.

Kali ini Perindo dan Hary Tanoe muncul dengan program gerobak UMKM. Ide dari mana?

Pak HT sangat concern dengan yang namanya program kesejahteraan. Kesejahteraan itu larinya kalau dihitung dari pendapatan per kapita adalah sampai Rp10 ribu dolar per tahun. Itu acuannya Pak HT. Nah, sekarang adalah bagaimana orang bisa mendapatkan itu? Nah itu larinya ke lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan ini kalau hanya ditopang oleh perusahaan-perusahaan besar enggak akan bisa juga. Akhirnya, Pak HT melihat ini bisa dilakukan dengan UMKM.

Kalau UMKM itu sudah sangat tinggi, pastinya dong banyak pengusaha kecil yang bisa menopang ekonomi. Satu gerobak itu bisa tenaga kerja yang digarap. Itu hanya contoh kecil saja.

Kami kasih contoh, nanti kalau kami yang berkuasa, kami akan buat kebijakan-kebijakan yang sangat pro rakyat. Jadi kami sekarang benar-benar turun, tidak hanya modal ngasih gerobak, tapi juga kasih pelatihan, pantau perkembangan mereka. Karena kami berharap gerobak ini ada manfaatnya.


Hary Tanoe masuk orang terkaya di Indonesia, kenapa mau ngurusi masyarakat kelas bawah, malah bukan kelas menengah ke atas yang disasar?

Kami itu tahu sektor informal adalah yang paling kuat di Indonesia. Sangat kuat dan tahan terhadap krisis. Itu yang ada. Dan ngapain kami masuk ke situ [kelas menengah ke atas]?

Sebagian besar pengurus DPP adalah orang MNC. Apa ini kebijakan Hary Tanoe untuk bikin partai seperti perusahaan?

Yang pasti begini, karena partai baru, mau enggak mau dibangun harus cepat. Maka, kami harus cari banyak orang, tapi kerja harus cepat nih, bangun infrastruktur organisasi. Kami semua berkolaborasi mantan orang partai dan ormas dan sebagainya, tapi mau enggak mau kami harus mengambil orang-orang yang bisa langsung kerja.

Tidak berpengaruh terhadap kerja perusahaan, ini kan beda?

Betul beda, masalahnya kami sedang tahap awal bangun infrastruktur, kalau bangun ini harus sangat cepat. Sementara kalau orang baru, bisa lambat, proses lama. Ini bisa kami percepat, dan sangat kencang. Anda bisa lihat kami sudah sampai tingkat desa. Anda bisa bandingkanlah dengan partai-partai lama, kami berani bertarung kalau soal infrastruktur.

Ada kebijakan khusus untuk pejabat MNC yang terlibat di partai?

Kalau nanti dia terpilih menjadi legislatif, harus lepas semua jabatan. Ada yang nyaleg, tapi enggak banyak.

Baca juga artikel terkait PARTAI PERINDO atau tulisan menarik lainnya Mawa Kresna
(tirto.id - Wawancara)

Reporter: Mawa Kresna
Penulis: Mawa Kresna
Editor: Fahri Salam
Artikel Lanjutan
Dari Sejawat
Infografik Instagram