tirto.id - PT Federal International Finance (FIF Group) memproyeksikan portofolio pembiayaan akan mencapai Rp49,6 triliun pada tahun 2025.
Direktur FIFGROUP, Daniel Hartono, mengungkapkan sekitar 70 persen dari total portofolio pembiayaan perseroan masih didominasi oleh sepeda motor baru. Meski daya beli masyarakat pada tahun ini dinilai kurang baik, permintaan terhadap pembiayaan sepeda motor tetap tumbuh.
"Motor itu memang buat semua kalangan masuk. Mereka cari alternatif mobilitas. Network FIF dan AHM (Astra Honda Motor) kan align. Kita banyak di pelosok-pelosok yang infrastruktur mobilitasnya kurang terdevelop. Itu yang membuat demand terus bertumbuh," kata Daniel dalam acara Astra Media Day 2025, Selasa (23/9/2025).
Dia menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan FIF kini semakin banyak didorong oleh konsumen di luar Pulau Jawa. Komposisi pembiayaan di Jawa turun dari yang biasanya di atas 60 persen.
"Kita banyak saat ini melayani pertumbuhan konsumen di luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Indonesia Timur. Di sana, faktor penggerak ekonominya berbeda, lebih banyak didorong komoditas, pertambangan, perkebunan, dan pertanian," ujarnya.
Berdasarkan data OJK hingga year-to-date (ytd), pertumbuhan pembiayaan sepeda motor baru masih tumbuh 2 persen, sementara untuk motor bekas di level 11 persen. Penggunaan sepeda motor yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia menjadi faktor pendukung.
"Untuk tahun 2025, kami harapkan pembiayaan tumbuh 4,7 persen. Secara cofinancing, kami berharap mencapai Rp49,6 triliun. Ini align dengan pertumbuhan OJK dan penjualan sepeda motor, khususnya Honda," ucapnya.
Pada semester I-2025 ini realisasi pembiayaan FIF untuk sepeda motor mencapai Rp22,8 triliun atau naik 8,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































