tirto.id - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026), dengan menghimpun dana Rp429,25 miliar melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Antusiasme investor langsung terlihat pada hari pertama perdagangan, ketika saham RANS menyentuh batas atas kenaikan harian atau Auto Reject Atas (ARA).
Euforia juga terasa di lantai bursa. Seremoni pencatatan saham dihadiri sejumlah pengusaha besar, di antaranya Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Garibaldi "Boy" Thohir dan pengusaha batu bara Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, selain jajaran direksi Bursa Efek Indonesia, investor, serta mitra bisnis RANS.
Pada perdagangan perdana, saham RANS melonjak 34,12 persen dari harga penawaran Rp170 per saham menjadi Rp228 per saham. Kenaikan itu terjadi sesaat setelah bel pembukaan perdagangan dibunyikan di Bursa Efek Indonesia.
Pencatatan saham RANS menandai perusahaan tersebut sebagai emiten ketujuh yang melantai di BEI sepanjang 2026 sekaligus perusahaan tercatat ke-963 di pasar modal Indonesia.
Di bursa, RANS masuk dalam sektor consumer cyclical dengan lini usaha yang mencakup media dan hiburan, produksi dan distribusi konten, pengelolaan kekayaan intelektual (intellectual property), penyelenggaraan acara, periklanan, taman hiburan, hingga perusahaan induk.
Direktur Bursa Efek Indonesia Saiful Shihin menyatakan pencatatan saham RANS menunjukkan pasar modal semakin terbuka bagi perusahaan dari sektor ekonomi kreatif. Menurut dia, bertambahnya emiten dari industri media dan hiburan memperluas pilihan investasi sekaligus memperkaya sektor yang tercatat di bursa.
Ia berharap status sebagai perusahaan publik dapat menjadi momentum bagi RANS untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi, dan menjaga akuntabilitas kepada investor.
"Kami berharap momentum ini menjadi awal bagi perseroan untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan, menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, serta memperkuat kepercayaan investor," ujar Saiful.
Disokong Emiten Besar
Direktur Utama RANS Entertainment Indonesia Tbk Nagita Slavina mengaku pencatatan saham perdana menjadi momen emosional bagi perusahaan yang ia bangun bersama Raffi Ahmad. Menurut dia, IPO bukan sekadar pencapaian korporasi, melainkan penanda bahwa industri kreatif mulai memperoleh pengakuan sebagai sektor ekonomi yang memiliki nilai strategis.
"Hari ini bukan sekedar hari ketika RANS mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Maaf ya, saya agak sedikit terharu. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya," ujar Nagita.
Ia mengenang perjalanan RANS yang bermula dari aktivitas sederhana membuat konten dengan sebuah kamera. Saat itu, kata dia, perusahaan bahkan hanya dijalankan oleh kurang dari 10 orang. Sejumlah perusahaan, seperti Alfamart dan Mayora, disebut menjadi mitra awal yang memberikan kepercayaan kepada RANS ketika bisnisnya masih dalam tahap merintis.
Karena itu, menurut Nagita, pencatatan saham perdana bukan hanya milik dirinya dan Raffi Ahmad, melainkan juga milik para kreator konten, mitra bisnis, dan pelaku industri kreatif yang ikut membangun ekosistem tersebut.
Nagita mengatakan perhatian publik yang selama ini melekat pada RANS hanya merupakan titik awal. Tantangan berikutnya adalah mengubah perhatian tersebut menjadi aset bisnis yang berkelanjutan melalui pengembangan kekayaan intelektual, produk, komunitas, hingga pengalaman yang dapat dikomersialisasikan.
Terlebih, perubahan perilaku konsumen membuat industri hiburan tidak lagi hanya menjual konten. Masyarakat kini mencari pengalaman, cerita, dan komunitas yang membuat industri hiburan memiliki nilai ekonomi jauh lebih luas dibanding sebelumnya.
"Semua itu berawal dari intelektual property. Karena itulah kami percaya masa depan industri kreatif Indonesia bukan hanya akan menjadi lebih besar tetapi juga lebih dalam, lebih berbasis komunitas dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas.," ujarnya.
Penggunaan Dana IPO
Dana yang diperoleh dari IPO, lanjut Nagita, akan digunakan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan, terutama dalam pengembangan intellectual property, produk, penyelenggaraan acara, komunitas, serta adopsi teknologi baru.
Sementara jika mengutip prospektus perusahaan, sekitar 6,98 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Selanjutnya, sekitar 18,64 persen akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama "Cipungland".
Selain itu, sekitar 37,61 persen dana akan digunakan untuk belanja operasional penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Selanjutnya, RANS Entertaiment juga mengalokasikan sekitar 8,15 persen dana untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Global Teknologi untuk mengembangkan bisnis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Ada pula sekitar 19,80 persen dana akan digunakan untuk ekspansi usaha melalui akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau yang lebih dikenal dengan merek Slavina.
Terakhir, sisa dana akan disetorkan kepada entitas anak, RNS untuk mendukung pengembangan usaha utama dan perluasan jaringan bisnis perusahaan.
Nagita menegaskan, keputusan menjadi perusahaan terbuka bukan semata-mata untuk memperoleh tambahan modal. Status sebagai emiten publik justru membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam menerapkan tata kelola perusahaan dan menjaga kepercayaan investor.
"Perusahaan publik bukan hanya soal memperoleh modal. perusahaan publik adalah tentang membangun kepercayaan, tentang membangun tata kelola, membuka diri terhadap pengawasan, memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemegang saham. Karena perusahaan publik harus dinilai berdasarkan fundamentalnya, bukan hanya popularitas pendirinya," kata Nagita.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































