Menuju konten utama

Siapa Andie Peci, Bonek Panutan yang Kini Telah Meninggal Dunia?

Cak Andie Peci bonek panutan bagi suporter Persebaya Surabaya. Ia juga memberikan dampak positif pada persepakbolaan tanah air, terutama bagi suporter.

Siapa Andie Peci, Bonek Panutan yang Kini Telah Meninggal Dunia?
Andie Peci. instagram/ Andie Peci.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Andie Peci atau Andy Kristiantono meninggal dunia hari ini, Jumat (10/7/2026). Ia merupakan salah satu tokoh sentral kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Bagaimana sosoknya dikenang para penggemar sepak bola tanah air?

Kabar meninggalnya Andie Peci telah dikonfirmasi oleh komunitas Bonek. Ramai komunitas Bonek mengirimkan ucapan duka pada di media sosial.

“Terimakasih atas semua perjuangan dan kecintaan terhadap bonek maupun Persebaya Surabaya,” tulis akun Instagram @bonekmagetan27 pada Jumat.

Andie Peci dilaporkan meninggal dunia di Surabaya. Ia menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.15 WIB di RSUD dr. Mohamad Soewandhi Surabaya, tempatnya dirawat beberapa bulan terakhir karena sakit yang diderita.

Jenazah Andie Peci dimakamkan di Madiun. Sebelumnya, jenazah juga akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Tanjung Manis Nomor 61, Desa Manisrejo, Madiun.

Profil Andy Kristiantono Alias Cak Andie Peci

Kepergian Andie Peci tak hanya menjadi kabar duka bagi kelompok suporter Persebaya Surabaya dan pencinta sepak bola tanah air pada umumnya. Kepergiannya juga merupakan kehilangan bagi dunia pergerakan buruh di Jawa Timur.

Sosok Andie Peci selama ini dikenal sebagai suporter Persebaya dan aktivis buruh dari Jawa Timur. Baik dalam dunia sepak bola maupun perburuhan di Jawa Timur, namanya disegani.

Selain dikenal sebagai pentolan Bonek, Andie Peci juga merupakan pentolan gerakan buruh. Ia merupakan Sekretaris Jenderal Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Selama lebih dari dua dekade, dua identitas itu melekat pada diri Andie Peci hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 10 Juli 2026.

Dalam konteks sepak bola, Andie Peci disegani karena dedikasinya dalam mendukung Persebaya Surabaya. Dedikasi tu tak hanya tercermin dalam tribun lapangan setiap kali Persebaya berlaga. Lebih dari itu, kecintaan Andie Peci dengan klub berjuluk Bajul Ijo itu juga tampak di luar stadion.

Andie dikenal sebagai tokoh sentral dalam upaya penyelamatan Persebaya Surabaya di masa krisis dualisme kepemilikan. Akibatnya, Bajul Ijo terperosok dalam konflik, dijatuhi sanksi hingga statusnya tak diakui oleh federasi.

Ketika Persebaya jadi klub yang mati suri, kecintaan Ande Peci terhadapnya tak luntur. Justru, ia bersama sejumlah elemen suporter Bonek lain datang menyelamatkannya.

Andie menjadi salah satu sosok penting dalam upaya para suporter mengembalikan status keanggotaan klub di PSSI. Perjuangan Andie dan elemen-elemen Bonek lainnya itu lalu berbuah hasil ketika Persebaya kembali diakui federasi dan kembali berlaga di kompetisi resmi pada 2017.

Sejak saat itu, mendiang Andie Peci menjadi wajah bagi perwakilan Bonek. Seperti ketika Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022, Andie Peci jadi salah satu pentolan Bonek yang secara terbuka menginisiasi rekonsiliasi dengan kelompok suporter Arema, Aremania.

Tak hanya bicara atas nama pendukung Persebaya, ketika tragedi yang merenggut 135 nyawa itu terjadi, Andie Peci juga mendorong pesan-pesan perdamaian antarsuporter sepak bola di Indonesia.

Kisah Andie Peci dalam mengadvokasi isu seputar sepak bola dan Persebaya Surabaya tak hadir dari ruang kosong. Sejak awal, Andie Peci merupakan sosok yang sadar politik. Proses advokasi memerlukan kesadaran politik yang tinggi dan Andie Peci memilikinya.

Ia merupakan suporter yang sadar arti politis menjadi suporter. Dan karenanya, dedikasinya terhadap klub kesayangannya tak hanya mewujud pada kehadirannya di stadion.

Tingginya kesadaran politik itu juga tampak pada kiprah Andie Peci sebagai buruh dan aktivis buruh. Ia merupakan anggota KASBI dan menjadi pentolan organisasi serikat buruh itu.

Pada 2021, ia sempat ditangkap polisi ketika memimpin unjuk rasa di Surabaya. Kala itu, Andie memperjuangkan status karyawan tetap pada 99 pekerja PT GKS di Surabaya.

Ia dipiting aparat berbaju preman ketika memimpin aksi dan digelandang ke kantor polisi. Namun, meski ditangkap, Andie sadar betul haknya sebagai warga negara. Saat itu, ia melarang polisi memeriksa dirinya dan kawan-kawannya yang ditangkap tanpa pendamping hukum.

Kesadaran politik itu kemudian membuat Andy Kristiantono alias Andie Peci jadi sosok yang spesial bagi para Bonek.

Kini, sosok tersebut telah meninggal dunia. Meski begitu, sepak terjang Andie Peci dan dedikasinya terhadap Persebaya telah mengajarkan Bonek arti penting kesadaran politis untuk jadi suporter klub sepak bola.

Baca juga artikel terkait PROFIL TOKOH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar