Menuju konten utama

Prabowo Minta Birokrat hingga TNI-Polri Introspeksi dan Berbenah

Prabowo menegaskan seluruh aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengabdi pada masyarakat.

Prabowo Minta Birokrat hingga TNI-Polri Introspeksi dan Berbenah
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri 2.600 rektor, dekan dan dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia tersebut diselenggarakan dengan tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta para birokrat di pemerintahan, aparat militer, kepolisian, hingga kejaksaan melakukan introspeksi dan mengingat bahwa seluruh aparatur negara bekerja untuk kepentingan rakyat. Tidak hanya itu, setiap pejabat negara juga memperoleh jabatan, fasilitas, hingga kehormatan karena rakyat.

"Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini yang saya lihat ya. Birokrat introspeksi. Kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi. Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu," tegasnya saat meresmikan lima bendungan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Pesan serupa juga ditujukan kepada institusi kejaksaan. Prabowo menegaskan seluruh aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat.

"Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya di sana? Pakai bintang juga kau. Kau juga milik rakyat," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali mengingatkan seluruh aparatur pemerintah, kementerian, dan lembaga agar membenahi diri serta memperbaiki tata kelola pemerintahan. Dia mengaku tidak ingin terus menoleh ke belakang dan mempersoalkan masa lalu, namun bagaimanapun dia harus meminta seluruh penyelenggara negara menunjukkan komitmen memperbaiki tata kelola pemerintahan.

"Saya selalu berpesan kepada aparat negara, kepada petugas-petugas negara yang ada di pemerintahan, yang ada di birokrasi, di setiap kementerian, di setiap lembaga, marilah kita bersama-sama benahi diri, perbaiki diri. Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri. Mawas diri," tutur dia.

Menurutnya, introspeksi diri oleh para penyelenggara negara sudah sepatutnya dilakukan. Aspirasi masyarakat pun sudah jelas, yakni menginginkan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

"Jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan. Rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan kemakmuran Indonesia tidak akan tercapai selama praktik korupsi dan kebocoran anggaran masih terjadi. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan penghematan dan efisiensi agar anggaran negara lebih banyak digunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Yang kita perjuangkan, yang saya perjuangkan bersama pemerintahan yang mendukung saya, bersama koalisi yang mendukung saya, dengan mandat yang diberikan oleh rakyat, yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi, korupsi," tukasnya.

Baca juga artikel terkait BIROKRASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi