Menuju konten utama

ESDM Ungkap 2 WNA Pekerja PTFI Terjebak di Tambang Bawah Tanah

Kementerian ESDM sebut dua pekerja WNA yang terjebak di tambang bawah tanah PTFI berasal dari Chili dan Afrika Selatan.

ESDM Ungkap 2 WNA Pekerja PTFI Terjebak di Tambang Bawah Tanah
undefined
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktorat Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan dua dari tujuh pekerja PT Freeport Indonesia yang terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) adalah Warga Negara Asing (WNA).

Sembari mendorong diselesaikannya proses evakuasi, Kementerian ESDM juga telah berkoordinasi dengan masing-masing kedutaan dari dua WNA tersebut.

"Ada WNA, satu Chili, satu Afrika Selatan, yang 5 (warga negara) Indonesia. Tapi udah komunikasi sama kedutaan masing-masing, sudah," kata Tri Winarno kepada wartawan saat dikonfirmasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Tri Winarno menjelaskan bahwa proses evakuasi masih terus berjalan, beberapa material yang menutupi akses jalan juga berusaha untuk dikeluarkan. Dia juga menjelaskan bahwa tragedi itu mempengaruhi produksi hingga dihentikan sementara.

"Masih diupayakan ini. Ngeluarin material-material yang nutup (akses jalur). Produksi pasti berdampak. Sementara ini produksi pasti berhenti," ujar Tri Winarno.

Seperti diberitakan sebelumnya, Freeport McMoRan Inc. mengatakan operasi di area tambang raksasanya di Indonesia masih dihentikan.

Hal ini dikarekanakan masih berjalannya proses evakuasi terhadap tujuh orang karyawan, yang dilaporkan terjebak di area tambang bawah tanah (underground) di kawasan Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Tindakan ini dilakukan usai longsor yang terjadi sejak Senin (8/9/2025) malam.

Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, yang berbasis di Phoenix, Arizona itu menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang terjebak di bawah tanah. Menurut laporan Bloomberg, perusahaan tambang tersebut masih berusaha mencapai para kontraktor di Grasberg.

"Operasi (pekerjaan di area tambang) akan tetap dihentikan untuk memprioritaskan evakuasi pekerja secara aman," kata Freeport McMoRan Inc, dikutip Bloomberg, Jumat (12/9/2025).

Grasberg adalah tambang tembaga terbesar kedua di dunia, dan jika gangguan berlangsung lama, maka potensi harga acuan tetap tinggi. Freeport diizinkan kembali mengekspor konsentrat dari operasi tersebut pada bulan Maret di bawah sistem kuota, setelah sebelumnya dilarang oleh Indonesia guna mendorong pemrosesan dalam negeri pada tahun lalu.

Freeport juga berusaha memanfaatkan 90 persen dari kuotanya sebelum berakhir bulan ini, setelah ekspor sebelumnya terganggu oleh cuaca.

Industri peleburan tembaga global tahun ini menghadapi kekurangan konsentrat yang parah, sehingga mendorong biaya pengolahan dan pemurnian bahan baku tersebut ke level negatif. Smelter baru Freeport di Indonesia pun perlahan mulai kembali beroperasi setelah rusak akibat kebakaran tahun lalu.

Sementara itu, harga tembaga di London Metal Exchange naik sekitar 1,8 persen pada pekan ini, menuju kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Juni.

Baca juga artikel terkait WARGA NEGARA ASING atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana