Menuju konten utama

ESDM Bantah Ada Proyek Panas Bumi di Kawasan Gunung Lawu

Eniya menekankan, bahwa wilayah Gunung Lawu tidak termasuk dalam daftar area proyek panas bumi yang sedang dikembangkan pemerintah.

ESDM Bantah Ada Proyek Panas Bumi di Kawasan Gunung Lawu
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi usai menghadiri acara Indonesia Solar Summit 2025, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025). tirto.id/Natania Longdong

tirto.id - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, membantah adanya pembangunan proyek pengembangan panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Lawu. Pernyataan ini merespon beredarnya di media sosial, yang menyebut adanya lelang di kawasan Gunung Lawu sebagai pembangkit geothermal.

Eniya menekankan, bahwa wilayah Gunung Lawu tidak termasuk dalam daftar area proyek panas bumi yang sedang dikembangkan pemerintah.

“Enggak, itu di luar (Gunung Lawu). Pokoknya areanya adalah di luar area Lawu. Karena itu sudah dikeluarkan,” kata Eniya di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Rabu (15/10/2025).

Eniya mengatakan bahwa sebelumnya memang sempat ada wacana mengenai potensi pengembangan panas bumi di sekitar Gunung Lawu. Namun, setelah melakukan kajian dan mempertimbangkan isu sosial, wilayah tersebut akhirnya dikeluarkan dari rencana pemerintah.

“Iya sudah dikeluarkan (dari daftar) karena isu sosial. Isu sosial di situ kan macam-macam,” paparnya.

Saat ini, pemerintah sedang fokus pada proyek pengeboran panas bumi di Hamiding dan Bonjol yang ditargetkan mulai pengeboran (drilling) pada akhir pekan ini.

“Itu nanti sebentar lagi saya join ke yang drilling pertama ke Hamiding sama Bonjol. Ini hampir bersamaan, akhir minggu ini,” ujar Eniya.

Sebagai informasi, di banyak negara, energi geothermal telah dimanfaatkan jadi sumber tenaga pembangkit listrik, hingga memenuhi kebutuhan akan pemanas dan pengeringan di sektor pertanian, industri, serta rumah tangga. Di Indonesia, pengembangan energi geothermal atau panas bumi juga masih terus dilakukan.

Ada sejumlah alasan mengapa energi geotermal merupakan salah satu energi alternatif yang potensial dikembangkan di Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena Indonesia membutuhkan alternatif dari bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Hingga saat ini, sebagaimana banyak negara lain, Indonesia amat bergantung pada 3 sumber energi tersebut.

Kendati Indonesia memiliki cadangan minyak bumi, gas alam, dan batu bara cukup besar, keberadaannya akan habis beberapa puluh tahun mendatang.

Indonesia kini bahkan telah mengimpor minyak bumi. Maka itu, energi gothermal bisa menjadi salah satu solusi. Energi alternatif geothermal memanfaatkan panas bumi sehingga tidak akan pernah habis sepanjang planet Bumi masih ada. Hal ini membuat panas bumi tergolong sumber energi terbarukan.

Baca juga artikel terkait PROYEK GEOTERMAL atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra