Menuju konten utama

Dugaan Pemerasan Codeblu vs Clairmont & Kata Chef Arnold Terbaru

Simak tanggapan Chef Arnold mengenai kasus dugaan pemerasan Codeblu vs Clairmont.

Dugaan Pemerasan Codeblu vs Clairmont & Kata Chef Arnold Terbaru
Ilustrasi koki menata makanan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Chef Arnold menanggapi kasus dugaan pemerasaan yang dilakukan oleh food vloger, Codeblu, terhadap perusahaan roti Clairmont melalui video podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier, tayang pada Rabu (7/5/2025).

Sebelumnya, pada November 2024 Codeblu yang memiliki nama asli William Anderson dilaporkan pihak Clairmont kepada kepolisian terkait dugaan pemerasan. Atas laporan tersebut, Codeblu telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

"Benar, yang bersangkutan kami periksa," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (12/3/2025) dikutip Antara.

Codeblu mengungkap bahwa kehadirannya sebagai saksi adalah untuk menjelaskan kronologi kasus tersebut. Ia menegaskan dirinya tidak melakukan pemerasan sebesar Rp350 juta kepada pihak toko roti, seperti yang dituduhkan kepadanya.

Menurutnya, ia hanya menawarkan kerjasama tanpa melakukan pengancaman. Penawaran tersebut kata dia juga tidak ditolak oleh pihak toko roti.

"Maksudnya kalau misalkan gue menghargai diri gue sekian, harusnya ya kalau lo enggak suka ya enggak apa-apa, tolak aja. Nah, ini enggak worth it nih, kemahalan," jelasnya.

Kata Chef Arnold Soal Dugaan Pemerasan Codeblu vs Clairmont

Menanggapi kasus dugaan pemerasan Codeblu vs Clairmont, Chef Arnold menegaskan bahwa dirinya secara pribadi tidak memiliki masalah dengan Codeblu. Tetapi, ia mengaku tidak menyukai cara yang dilakukan oleh Codeblu.

“Gua enggak pernah bermasalah sama dia (Codeblu), gua bermasalah dengan caranya. Kalau kita lihat secara yang ada, secara akal sehat, itu pemerasan enggak?” tanya Chef Arnold yang dijawab Deddy Corbuzier sebagai pemerasan.

Chef Arnold menilai, Codeblu mengemas langkahnya dengan cara yang cukup rapi dan tidak dapat dijerat hukum, meski skemanya sama. Pasalnya, Codeblu menerapkan kontrak kerjasama konten review dengan pemilik bisnis makanan.

“Tapi kan kalau secara ranah hukum, kalau misalkan pemerasan kan harus ada duitnya yang ditransfer. Tapi kalau secara kontrak dibilang, oke ini bayar dia berapa untuk konten, itu kan enggak termasuk pemerasan walaupun skemanya sama,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga Chef Arnold mengaku memiliki teman yang pernah menjadi korban konten review Codeblu. Teman yang dimaksud oleh Chef Arnold adalah pemilik pemilik Secbowl, yang beberapa waktu lalu sempat harus menutup satu outlet karena review buruk Codeblu.

“Itu kemarin waktu ada konten, dia telepon gua ‘wahhh gua stress nih’ gua bilang kenapa? ‘si Codeblu naikin kontennya. Oh gua bilang, jadi mau gimana dong? Ya mau enggak mau dia tutup, tutup satu outlet ya,” kata Chef Arnold.

Chef Arnold menyebut, temannya harus menutup satu outlet lantaran harus melakukan control dan menenangkan situasi. Pemilik Secbowl itu juga ingin melihat apa yang salah dari bisnisnya. Hal ini merupakan respons dari kritikan warganet usai konten Codeblu dirilis.

Konten Codeblu rilis ternyata berdampak terhadap outlet bisnis Secbowl, terutama penjualan yang menurun drastis. Chef Arnold mengungkapkan bahwa saat menghadapi hal tersebut, temannya sampai stres dan menangis.

“Semua chain, jadi dia kan ada 60 – 70 outlet, jadi itu sales-nya itu semua terdampak, terdampak. Nangis sampai stress seminggu dia,” ucapnya.

Chef Arnold juga menyoroti bahwa yang paling disayangkan dalam kasus ini adalah pemilik bisnis harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para pekerja. Apalagi, menurut Chef Arnold temannya hanya salah satu contoh nyata yang diketahuinya secara langsung, belum lagi korban lainnya.

Baca juga artikel terkait VIRAL atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Elisabet Murni P