tirto.id - Satu dekade sejak pertama kali dirilis, lagu “Basstruck” karya duo Heruwa & Metzdub dari Dubyouth Soundsystem kembali lahir dalam format baru yang lebih liar dan eksplosif. Versi remix berjudul “Basscuxxx”, hasil kolaborasi dengan TerbujurKaku, akan resmi dirilis di seluruh platform digital pada 31 Oktober 2025 melalui DoggyHouse Records.
Lagu "Basstruck" pertama kali dirilis pada 11 Juni 2013 melalui Soundcloud Dubyouth. Menghadirkan Lord K.I.M.O (Empire Dust, Asian Dub Foundation) sebagai kolaborator, lagu bergenre trap-step ini diproduseri langsung oleh Heru Wahyono alias Heruwa. Bagian rap Lord K.I.M.O direkam di studio pribadinya di Inggris, sementara Rangga Sang Eshayoga (Wai Wai Studio, SoundBoutique Yogyakarta) ikut berperan sebagai co-producer.
Hasil akhir "Basstruck" dimaster di Red Mastering Studio, London oleh Filip Pietrzykowski, sebelum akhirnya dirilis ke platform digital oleh DoggyHouse Records pada 2020. Lima tahun kemudian, lagu ini diolah lagi lewat tangan dingin Phleg, sosok di balik proyek TerbujurKaku, yang menjadikan lagu tersebut menjadi sesuatu yang benar-benar baru.
“Entah gimana waktu itu sering banget ketemu dengan Heruwa pas nongkrong tanpa janjian,”
kenang Phleg tentang awal mula kolaborasi ini. Layaknya obrolan di skena musik Jogja yang santai, sesimpel Heruwa nyeletuk, ‘arep nge-remix Basstruck ra?’ atau ‘Basstruck remix-en yo,’ saya lupa tepatnya di mana di antara obrolan itu," tutur Phleg.
Phleg mengenal Dubyouth sejak menyaksikan mereka tampil di acara ulang tahun kampung Sosrowijayan pada 2009. Saat mendengar versi asli "Basstruck", ia justru terkejut:
“Lah kok yang ini selow nge-trap gini, bukan ejekan ya, tapi oke lah karena masih di lingkup bass music dan turunannya.”
Dari pertemuan santai dan tukar-menukar file stems, lahirlah versi remix "Basscuxxx", sebuah interpretasi ekstrem dari "Basstruck". Phleg menjejalkan DNA khas TerbujurKaku: perpaduan amen break, kendang koplo, gabber, dan funkot, yang membuat lagu ini lebih ngebut dari versi aslinya.
“Saya memang pengin bikin versi yang lebih ngebut,” ujar Phleg. “Kalau aslinya chill, versi ini dibuat biar mental!”
Keunikan "Basscuxxx" bukan hanya di musiknya. Visual art-nya pun menuntut pendekatan yang “out of logic”. Dubyouth menggandeng Ican Harem (Future Laundry, Gabber Modus Operandi) untuk merancang artwork yang mencerminkan ciri khas musik ini: intens, absurd, tapi tetap menggugah.
Kolaborasi antara Dubyouth dan TerbujurKaku terasa seperti pertemuan dua kutub ekstrem dalam peta bass music Indonesia: Dubyouth dengan dancehall-nya yang rapi dan matang, sementara TerbujurKaku mewakili sisi mentah dan eksperimental lewat hentakan breakcore dan koplo.
Hasil akhirnya: "Basscuxxx" bukan sekadar remix, tapi semacam reinkarnasi menjadi lebih brutal, meriah, dan menggambarkan kegilaan khas skena Jogja yang sulit ditebak arahnya.
“Basstruck is coming, are you ready for the ride?”
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id































