tirto.id - DPRD DKI Jakarta meminta pemerintah daerah memperkuat antisipasi terhadap ancaman penularan virus di tengah tingginya mobilitas warga. Upaya sosialisasi protokol kesehatan pun diminta untuk ditingkatkan, terutama dengan teknologi digital.
Dalam pandangan DPRD DKI, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan berbagai kanal digital, seperti media sosial, aplikasi layanan publik, hingga papan informasi digital di ruang-ruang publik.
Teknologi digital yang terintegrasi akan mengoptimalkan upaya memutus penularan virus di ibu kota. Pendekatan ini diyakini efektif menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan diri, mengenakan masker, serta menjaga jarak aman dalam aktivitas sehari-hari.
DPRD juga mendorong kerja sama solid antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas digital agar pesan-pesan kesehatan benar-benar menjangkau seluruh segmen masyarakat.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, menyuarakan hal itu untuk mendorong langkah strategis dari pemerintah dalam melindungi masyarakat dari potensi penularan virus nipah yang kini terus dipantau penyebarannya di dunia.
Basri berharap pemerintah segera meluncurkan kampanye digital untuk sosialisasi protokol kesehatan dalam pencegahan penyakit zoonosis (penularan dari hewan ke manusia).
Menurut dia, kementerian bersama dinas-dinas terkait dapat memproduksi konten edukatif yang mudah dicerna oleh masyarakat umum. Misalnya, panduan cara mencuci buah dengan benar dan pentingnya menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh hewan liar.
Kampanye melalui media sosial dan jaringan komunikasi publik lainnya diharapkan dapat menjangkau masyarakat luar hingga ke pelosok daerah.
Kampanye Efektif Tanpa Memicu Kepanikan
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Dian Pratama menegaskan bahwa protokol kesehatan harus ditransformasikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan menghadapi ancaman Virus Nipah.
Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga kebersihan pangan, seperti membilas buah yang berpotensi terkontaminasi air liur kelelawar, perlu menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan sehari-hari.
Selain itu, Dian menekankan perlunya kolaborasi erat antara pakar kesehatan manusia dan hewan dalam merancang narasi kampanye. Sinergi ini penting untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat berpijak pada fakta ilmiah, namun tetap mudah dipahami.
"Tujuannya membangun kemandirian masyarakat dalam menerapkan Prokes (prosedur kesehatan) secara sadar sebagai gaya hidup baru," kata Dian.
Diperlukan sikap proaktif untuk menyusun kampanye digital yang cerdas dan tepat sasaran, sehingga kewaspadaan publik tetap terbangun tanpa memicu kepanikan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































