Menuju konten utama

DPR Tak Masalah Adik Luhut jadi Calon Dubes: Dia Profesional

Dave menuturkan, Nurmala memiliki rekam jejak dalam dunia diplomatik. Nurmala sempat menjabat sebagai Dubes RI untuk Argentina.

DPR Tak Masalah Adik Luhut jadi Calon Dubes: Dia Profesional
Calon Dubes RI Nurmala Kartini Sjahrir berjalan menuju ruangan untuk mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz

tirto.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, membantah jika ada motif politik dalam proses pencalonan Nurmala Kartini Sjahrir untuk menjadi calon duta besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang.

Nurmala merupakan adik kandung dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Dave menegaskan hal itu tak ada kaitan dalam proses seleksi duta besar tersebut.

"Enggak lah ini kan profesionalisme, dan juga di sektor yang berbeda, Pak Luhut kan ada di Dewan Ekonomi Nasional," kata Dave di Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (6/7/2025).

Dave menuturkan bahwa Nurmala memiliki rekam jejak dalam dunia diplomatik. Nurmala sempat menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (DBLBB) Indonesia untuk Argentina.

"Bu Nurmala menjadi duta besar bukan pertama kali, kan banyak juga," tutur politikus Golkar itu.

Menurutnya, hubungan darah antara Nurmala dengan Luhut dapat dianggap sebagai suatu kebetulan dalam dunia profesional.

"Banyak juga terkadang adik-kakak, satu polisi, satu tentara, satu PNS, enggak pernah jadi ada masalah, ini hanya karena kebetulan saja Pak Luhut, makanya sepertinya ini menjadi perhatian," imbuh Dave.

Ia meyakini bahwa Nurmala dapat menjalankan tugasnya dengan baik berdasarkan hasil presentasinya saat proses uji kelayakan di Komisi I DPR RI. Dia menyebut Nurmala sebagai sosok yang detail dalam pekerjaannya.

Dalam proses uji kelayakan atau fit and proper test bersama Komisi I, Nurmala menjabarkan sejumlah potensi dan ancaman dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Jepang. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah energi terbarukan.

"Tapi terutama kita harus lihat, kita kan energi terbarukan, kita ada program hilirisasi. Nah Jepang ini adalah negara yang sangat maju, baik teknologinya di dalam segala hal," ucap Nurmala.

Selain nama Nurmala, terdapat 23 kandidat Dubes lainnya yang menjalankan fit and proper test bersama Komisi I DPR pada Sabtu (5/7/2025) dan Minggu (6/7/2025). Berikut nama-namanya:

1. Calon Dubes RI untuk Jerman (Berlin), Abdul Kadir Jaelani

2. Calon Dubes RI untuk Slovakia (Bratislava), Redianto Heru Nurcahyo

3. Calon PTRI New York, Umar Hadi

4. Calon Dubes RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan

5. Calon Dubes RI untuk Jepang (Tokyo), Nurmala Kartini Sjahrir

6. Calon Dubes RI untuk AS (Washington DC), Indroyono Soesilo

7. Calon Dubes RI untuk Vietnam (Hanoi), Adam Mulawarman Tugio

8. Calon Dubes RI untuk Belanda (Den Haag), Laurentius Amrih Jinangkung

9. Calon Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (Abu Dhabi), Judha Nugraha

10. Calon Perwakilan Kantor PBB di Swiss (Jenewa), Sidharto Reza Suryodipuro

11. Calon Dubes RI untuk Brasil (Brasilia), Andhika Chrisnayudhanto

12. Calon Dubes RI untuk Qatar (Doha), Syahda Guruh Langkah Samudera

13. Calon Dubes RI untuk Oman, Andi Rahardian

14. Calon Dubes RI untuk Ekuador (Quito), Imam A'sari

15. Calon Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal, Listyowati

16. Calon Dubes RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso

17. Calon Dubes RI untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo

18. Calon Dubes RI untuk Korea Utara, Mayjen (Purn) Gina Yoginda

19. Calon Dubes RI untuk Algeria, Yusron Bahauddin Ambary

20. Calon Dubes RI untuk Suriah, Lukman Hakim Siregar

21. Calon Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Berlian Helmy

22. Calon Dubes RI untuk Thailand, Hari Prabowo

23. Calon DUbes RI untuk Papua Nugini, Okto Dorinus Damanik

24. Calon Dubes RI untuk Belgia, Andi Rachmianto

Baca juga artikel terkait DUTA BESAR RI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fahreza Rizky