tirto.id - Uang hasil donasi dari warga Kabupaten Pati sudah terkumpul ratusan juta. Dana tersebut akan digunakan untuk operasional aksi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada 2-3 September 2025.
Aksi itu bertujuan mendesak agar lembaga antirasuah segera mengusut keterlibatan Sudewo, Bupati Pati, dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara per Minggu (24/8/2025) malam, donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp148,6 juta. Donasi akan terus bertambah karena penggalangan sumbangan dibuka hingga akhir bulan ini.
Pada Senin (25/8/2025) sore, terlihat kotak donasi yang dipajang di posko depan Kantor Bupati Pati. Kotak tersebut sudah berisi tumpukan uang, mulai dari pecahan Rp5 ribu hingga Rp100 ribuan. Donasi akan dihitung tiap penghujung hari.
Pantauan di lokasi pada Senin siang, terlihat masyarakat silih berganti memasukkan uang ke kotak donasi. Mereka menyumbang secara sukarela.
Seperti yang dilakukan Kartini, seorang pedagang nasi uduk asal Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Perempuan berusia 65 tahun itu datang bersama suaminya, sengaja mampir ke posko penggalangan donasi.
Kartini tampak merogoh uang dari tas selempang miliknya. Beberapa lembar uang pecahan Rp5 ribuan ia genggam, lalu perlahan dimasukkan ke kotak donasi.
"Ya, ikut nyumbang. Mudah-mudahan berhasil. Semoga Sudewo dihukum. Kan [diduga] korupsi," ucap perempuan berkerudung merah itu dengan nada penuh semangat.
Hal serupa dilakukan Mawardi. Warga Pati Kota itu memasukkan ke kotak donasi beberapa lembar uang yang ia jumput dari dompetnya. Dia ingin terlibat dalam perjuangan ini.
"Saya nggak bisa ikut ke KPK, bisanya nyumbang ya nyumbang, semampu saya," ucap dia.

Penggalangan donasi diinisiasi orang-orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Hal itu dilakukan agar aksi bisa digelar secara organik dengan dana sendiri.
Teguh Istiyanto, dari perwakilan aliansi, mengatakan hasil donasi nantinya digunakan untuk operasional perjalanan dan selama proses aksi di KPK.
"Donasi itu akan kami gunakan untuk menyewa bus, juga untuk makan orang-orang yang ikut aksi di sana," ujar Teguh saat ditemui di depan Kantor Bupati, Senin (25/8/2025).
Melihat hasil donasi yang terkumpul sementara, diperkirakan sudah bisa untuk menyewa 10 armada bus yang artinya bisa mengangkut sekitar 500 orang. Jika donasi lebih banyak, maka busnya akan ditambah.
"Nanti menjelang H-2 kami pastikan lagi jumlah armadanya karena donasi masih terus mengalir," tutur Teguh.
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































