Menuju konten utama

Destry Perkuat Konsolidasi Internal di Awal Jabat Gubernur BI

Menurut Destry, pembagian bidang menjadi penting agar aktivitas kerja dan tanggung jawab masing-masing anggota dewan gubernur BI berjalan secara jelas.

Destry Perkuat Konsolidasi Internal di Awal Jabat Gubernur BI
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti berjalan untuk mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). Rapat tersebut membahas keterlibatan Danantara dalam KSSK untuk memperkuat koordinasi kebijakan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan dunia usaha secara lebih menyeluruh. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Destry Damayanti, mengungkapkan dirinya akan dilantik Rabu (2/9/2026) di Mahkamah Agung (MA). Dengan akan dimulainya masa jabatan untuk periode 2016-2031, Destry mengaku akan memperkuat konsolidasi internal di awal masa jabatannya sebagai Gubernur BI.

Konsolidasi tersebut akan dimulai dengan pembagian bidang kerja di antara jajaran Anggota Dewan Gubernur (ADG).

"Yang pasti kami kan harus duduk bersama dulu semua ADG lengkap kita. Kami pembagian bidang dulu nih," kata Destry kepada awak media, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Menurut Destry, pembagian bidang menjadi penting agar aktivitas kerja dan tanggung jawab masing-masing anggota dewan gubernur dapat berjalan secara jelas. Melalui pembagian bidang tersebut, setiap ADG nantinya akan memiliki bidang yang menjadi tanggung jawabnya, mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, hingga pendalaman pasar keuangan.

Meski demikian, Destry menegaskan pembagian bidang tersebut tidak bersifat statis. Rotasi atau pertukaran bidang dapat dilakukan secara berkala, sesuai dengan kebutuhan organisasi.

"Jadi misalnya pembidangan tuh kayak oh siapa yang pegang kebijakan ekonomi moneter, siapa yang makroprudensial, siapa yang pendalaman pasar keuangan dan seterusnya," jelasnya.

Menurut Destry, konsolidasi internal tersebut menjadi langkah awal agar pelaksanaan aktivitas dan tanggung jawab di BI dapat segera berjalan dengan lebih jelas setelah dirinya resmi menjabat sebagai Gubernur BI.

Di sisi kebijakan, Destry memastikan tidak akan melakukan perubahan terhadap kebijakan yang selama ini dinilai sudah berjalan baik dan masih sesuai dengan perkembangan kondisi ekonomi.

"Yang pasti kalau yang sudah baik, dan sesuai dengan keadaan perkembangan zaman itu pasti akan kita lanjutkan," kata dia.

Apalagi, arah kebijakan BI tetap perlu mempertimbangkan dinamika perekonomian, terutama karena ketidakpastian global masih tinggi. Dalam kondisi tersebut, stabilitas ekonomi akan tetap menjadi prioritas utama bank sentral.

"Kalau kita lihat global ketidakpastian masih tinggi. Jadi artinya stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita," ujarnya.

Menurut dia, stabilitas nilai tukar dan inflasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terus didorong.

"Karena kalau ekonomi kita stabil, kita juga bisa terus menjaga nilai tukar stabil, inflasi stabil, tentu itu kan akan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif untuk nanti ekonomi kita bisa tumbuh lagi," kata Destry.

Selain konsolidasi internal, penguatan sinergi antara pemangku kebijakan moneter dan fiskal, atau dalam hal ini Kementerian Kauangan juga dinilai perlu dilakukan. Terlebih, dengan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank BUMN yang dilakukan pemerintah menuntut komunikasi yang lebih erat antara bank sentral dengan otoritas fiskal.

"Jadi itu paling tidak komunikasi yang perlu terus dilakukan bagaimana fiskal moneter kita ini bisa seirama bergeraknya," ujarnya.

Destry juga menyoroti pentingnya koordinasi dalam menjaga inflasi, khususnya inflasi pangan atau volatile food. Menurut dia, BI tidak dapat menangani sumber inflasi yang berasal dari sisi pasokan seorang diri.

Untuk itu, BI akan terus bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian terkait untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan.

"Bank Indonesia enggak mungkin sendiri melakukan itu," tutup Destry.

Baca juga artikel terkait GUBERNUR BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto