Menuju konten utama

Deret Korban di Jalan Rusak Pasar Kemis, Tangerang

Dalam 2 minggu terakhir, Polresta Tangerang mencatat ada empat kecelakaan fatal terjadi di wilayah Pasar kemis. Semuanya mengakibatkan kehilangan nyawa.

Deret Korban di Jalan Rusak Pasar Kemis, Tangerang
Jalan Raya Pasar Kemis Rusak parah, Pemkab Tangerang sempat menambal namun baru semalam rusak kembali Masyarakat dorong agar ada perbaikan serius karena sering memakan korban. (Foto: Rhomi Ramdani)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rentetan kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Seorang pelajar berinisial CRA meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk molen di depan PT Victory Chingluh, Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 06.45 WIB.

Korban dilaporkan tewas di tempat kejadian perkara (TKP) setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya, kemudian terlindas truk molen yang melaju searah di belakangnya.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan fatal di kawasan Pasar Kemis, yang belakangan disorot warga akibat kondisi jalan rusak dan berlubang.

Empat Kecelakaan Fatal dalam Dua Pekan

Berdasarkan data dari Polresta Tangerang, dalam dua pekan terakhir tercatat sudah empat kecelakaan fatal terjadi di wilayah Pasar Kemis.

Sebelum kecelakaan yang melibatkan CRA, dua perempuan meninggal dunia dalam insiden terpisah pada Minggu (1/2/2026) dan Sabtu (7/2/2026). Menyusul, pada Rabu (11/2/2026), seorang pria juga tewas setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di dekat Polsek Pasar Kemis pada malam hari.

Rangkaian peristiwa ini memunculkan sorotan publik terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai tidak kunjung tertangani secara menyeluruh.

Polisi dalami dugaan kelalaian penyelenggara jalan

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Rani Purbawa, mengatakan kepolisian saat ini mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian penyelenggara jalan terkait kondisi infrastruktur di lokasi kecelakaan.

“Apabila ditemukan pelanggaran, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” kata Rani.

Langkah penyelidikan tersebut menjadi sinyal bahwa kecelakaan tidak semata dipandang sebagai kesalahan pengendara, melainkan juga bisa berkaitan dengan faktor sistemik seperti kondisi jalan, penerangan, dan tata kelola keselamatan lalu lintas.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, turut menaruh perhatian khusus terkait rangkaian kecelakaan di area Pasar Kemis. Ia mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki kerusakan jalan yang dinilai berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan.

Menurut Amud, keterlambatan perbaikan jalan bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Pemerintah daerah harus gerak cepat merespons kerusakan jalan. Jangan sampai tunggu korban berikutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Amud, Sabtu (14/2/2026).

Jalan Rusak di Pasar Kemis Tangerang

Petugas Kepolisian dari Polsek Pasar Kemis menunjukkan truk yang menabrak pelajar hingga tewas diduga menghindari jalan berlubang setelah hujan. (Foto: Rhomi Ramdani)

DBMSDA Klaim Sudah Tambal Lubang, Perbaikan Permanen Menunggu Anggaran

Merespons desakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) melakukan penambalan di sejumlah ruas jalan kawasan Pasar Kemis.

Kabid Jalan dan Jembatan DBMSDA Kabupaten Tangerang, Ardiansyah Putra, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan penanganan sementara sebagai langkah mitigasi agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

“Kami memahami keresahan warga mengenai kondisi jalan di Pasar Kemis. Saat ini tim sudah dikerahkan untuk melakukan pemeliharaan sebagai langkah cepat mitigasi kecelakaan,” kata Ardiansyah, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, pemeliharaan darurat dilakukan dengan menutup lubang-lubang jalan dan meratakan permukaan aspal yang rusak. Adapun perbaikan permanen, kata dia, baru dapat dilakukan setelah proses administrasi dan penganggaran rampung.

“Perbaikan permanen sudah masuk dalam perencanaan dan segera dieksekusi agar aksesitas warga kembali normal,” ujar Ardiansyah.

TKP Pelajar Tabrak Truk di Tangsel

Polisi Menunjukkan Lokasi Kejadian seorang pelajar tabrak Truk Akibat Menghindari Lubang di Jalan Pasar Kemis, Jumat (13/02) meninggal di Rumah Sakit. (Foto: Rhomi Ramdani)

2 Hari kemudian rusak lagi

Namun, dua hari setelah pernyataan DBMSDA itu, kondisi jalan dilaporkan kembali rusak di sejumlah titik, tepatnya pada Senin (16/2/2026). Warga menilai perbaikan yang dilakukan belum menyentuh seluruh bagian jalan yang mengalami kerusakan parah.

“Itu yang katanya baru diperbaiki, cuma beberapa titik saja. Tidak semuanya. Titik kecelakaan saja tidak diperbaiki,” kata Fery, warga Pasar Kemis yang ditemui Tangsel_Update, Senin (16/2/2026).

Kritik serupa muncul dari warga lain yang menyebut penanganan hanya bersifat tambal sulam dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar.

Bupati Tangerang Klaim Sudah Lakukan Perbaikan, Warga Belum Merasakan Perubahan

Menanggapi keluhan warga, Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengklaim Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah mengupayakan perbaikan kerusakan Jalan Raya Pasar Kemis.

“Sedang diperbaiki sekarang. Lagi jalan [proses perbaikan]. [Pakai] anggaran pemeliharaan,” kata Maesyal kepada wartawan usai menghadiri kegiatan donor darah di PT Victory Chingluh Indonesia, Pasar Kemis, Senin (16/2/2026).

Ia menyebut pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk perbaikan menyeluruh di ruas jalan tersebut.

“[Perbaikan total] nanti ditindaklanjuti [pakai] anggaran berikutnya,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah warga membantah klaim bahwa perbaikan sudah berjalan signifikan. Mereka menilai kondisi jalan masih rusak di berbagai titik dan belum ada perubahan berarti.

Bagi warga, langkah yang dilakukan pemerintah dinilai lebih menyerupai upaya meredam isu ketimbang tindakan konkret untuk menyelesaikan persoalan. Pasalnya, kerusakan jalan masih terlihat parah dan berulang.

“Masih banyak lubang. Apalagi kalau malam hari atau hujan, sangat berbahaya,” ujar Aini (29), warga sekitar yang Tangsel_Update temui di lokasi, Senin (16/2/2026).

Senada, Fitri (33), pengguna jalan, mengaku kerap mengalami kendala saat melintasi ruas tersebut. Ia bahkan pernah hampir terjatuh akibat lubang cukup dalam di salah satu titik.

“Saya pernah hampir jatuh juga, waktu lewat pas di depan SPBU itu kan lubangnya kemarin cukup dalam,” kata Fitri.

Menurut Fitri, kondisi jalan berlubang semakin berisiko saat hujan karena genangan air menutup lubang sehingga tidak terlihat oleh pengendara.

“Karena saya tiap hari lewat sini, masih banyak lubang. Kalau hujan malah tidak kelihatan karena tertutup air,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan perbaikan total, bukan sekadar penambalan sementara. Hal ini semata untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan lalu lintas yang terus berulang.

“Harapannya jangan setengah-setengah. Kalau begini [hanya tambal sulam], lubang ada lagi dan tetap membahayakan [pengguna jalan],” ujar Fery, warga sekitar.

==============

Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait JALAN RUSAK atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Alfons Yoshio Hartanto