Menuju konten utama

Dendam Dibully Guru, Kakak Beradik di Gunungkidul Bakar Sekolah

Berbekal botol berisi solar, dua remaja perempuan di Gunungkidul nekat membakar bagian dapur sekolahnya sendiri.

Dendam Dibully Guru, Kakak Beradik di Gunungkidul Bakar Sekolah
Jumpa pers kasus pembakaran sekolah di Mapolres Gunungkidul. (FOTO/dok. Polres Gunungkidul)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dua kakak beradik berusia remaja diamankan oleh petugas kepolisian dari Polres Gunungkidul karena membakar sebuah sekolah pada Selasa (18/8/2026). Sekolah yang dibakar ini berada di daerah Nglipar, Kabupaten Gunungkidul.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Tri Hartanto menjelaskan dua anak di bawah umur yang diamankan oleh polisi berusia 15 tahun dan 14 tahun. Keduanya adalah perempuan.

"Kakak beradik. Semuanya perempuan. Umurnya 15 dan 14 tahun," ujar Tri di Polres Gunungkidul, Jumat (21/8/2026).

Kronologi Aksi Pembakaran Memakai Botol Solar

Tri menceritakan pada hari Selasa (18/8/2026) kedua kakak beradik ini datang ke sekolah pada malam hari. Sambil membawa dua botol air mineral berisikan solar keduanya datang kemudian membakar bagian dapur sekolah.

"Ditemukan dua botol yang berisi sisa-sisa solar. Kerusakan akibat kebakaran ini diantaranya ada di bagian kusen, pintu, satu kasur serta asbes dan dan atap di kamar mandi," terang Tri.

"Alat yang dipakai membakar ada jerami ada kertas. Jerami didapat disekitar TKP dan kertas ada di ruangan," imbuh Tri.

Mengaku Dendam Menjadi Korban Perundungan Guru

Tri membeberkan hasil pemeriksaan sementara, alasan utama pembakaran sekolah ini didasari oleh motif dendam masa lalu. Pelaku anak ini mengaku pernah menjadi korban perundungan (bullying) saat mengenyam pendidikan di sana.

"Pengakuan kedua pelaku anak ini, mengaku pernah menjadi korban bullying waktu dulu. Jadi korban bullying dan pemukulan dari guru. Tapi ini baru sebatas pengakuan," terang Tri.

Tri menambahkan terduga pelaku anak yaitu sang kakak pernah bersekolah di sekolah tersebut. Sedangkan sang adik hingga saat ini masih bersekolah di sana.

"Pelaku [anak] 1 pernah sekolah di sana. Tetapi sudah tidak lagi sekolah. Untuk adiknya masih sekolah," papar Hartanto.

Tri menambahkan dari pengakuan pelaku anak bahwa pembakaran sekolah ini dilakukan secara spontan.

"Hasil penyelidikan kami dan pengakuan anak mengaku bahwasanya dia kecewa dan dendam. Spontan. Dia mengajak adiknya," tutup Tri.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBAKARAN atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Reporter: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Siti Fatimah