Menuju konten utama

Demo di DPRD Jabar, Mahasiswa Bandung Kecam Teror Andrie Yunus

Aksi BEM-SI Jabar menuntut pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dan menolak militerisme sipil.

Demo di DPRD Jabar, Mahasiswa Bandung Kecam Teror Andrie Yunus
Ratusan mahasiswa saat membacakan pernyataan sikap atas otoriter-nya pemerintahan rezim Prabowo & Gibran, sekaligus mengecam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Aksi berlangsung di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (20/4/2026). tirto.id/Muhamad Nizar.

tirto.id - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat (Jabar) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (20/4/2026). Massa yang tergabung dalam BEM-SI Jabar ini mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Massa juga menuntut pemerintah menghentikan praktik represif serta militerisme di ranah sipil.

Koordinator aksi BEM-SI Jabar, Bintang, mengungkapkan, insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan salah satu simbol nyata bahwa kekerasan dapat berlangsung tanpa pertanggungjawaban yang jelas.

"Kasus ini harus ramai [disorot]. Ini perlu ada yang turun ke jalan. Tahun 2026 belum ada skala aksi lebih besar lagi, mengingat tahun kemarin aksi turun ke jalan cukup besar," ucap Bintang kepada Tirto di lokasi aksi.

aksi mahasiswa di DPRD Jabar

Ratusan mahasiswa saat membacakan pernyataan sikap atas otoriter-nya pemerintahan rezim Prabowo & Gibran, sekaligus mengecam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Aksi berlangsung di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (20/4/2026). tirto.id/Muhamad Nizar.

Menurut mereka, rezim pemerintahan Presiden Prabowo amat kental dengan militerisme. Massa aksi tidak ingin masa lalu kelam Orde Baru terulang kembali. Lantas, rentetan peristiwa yang melibatkan kekerasan aparat mesti dijadikan alarm.

"Jangan sampai balik lagi ke Orba yang otoriter dan keji, hak supremasi terbatas. Bisa dilihat dari tahun kemarin represifitas TNI dan Polri saat menyuarakan keresahan yang terjadi di negeri ini," sebutnya.

Diketahui, ratusan massa aksi pada hari ini mulai bergerak sejak pukul 15.00 WIB dari titik kumpul. Lalu mobilisasi sekira pukul 16.00 WIB. Mereka menyuarakan aspirasi dan keresahan di depan gedung wakil rakyat.

"Ada mahasiswa dari puluhan kampus yang bergabung. Kemarin ada beberapa kali konsolidasi tertunda. Mungkin sekarang hanya segini, tapi nanti ke depan bakal lebih banyak lagi," tegasnya.

Pantauan kontributor Tirto, pada pukul 17.30 WIB, massa aksi mulai memanaskan unjuk rasa dengan membakar simbol-simbol militerisme. Asap hitam dari ban bekas yang terbakar juga masih menguar di udara.

Polisi dan petugas dinas perhubungan tampak mengamankan lokasi aksi. Akses menuju arah Jalan Trunojoyo dan sebaliknya ditutup sementara saat aksi masih berlangsung. Adapun sekira pukul 18.00 WIB, gelaran unjuk rasa mulai mencapai akhir. Ditutup pernyataan sikap.

Pernyataan sikap itu, bagi mereka, sekaligus menjadi peringatan bahwa arah bangsa ini sedang bergerak menjauh dari prinsip-prinsip demokrasi yang sejati.

Dalam aksi tadi, BEM-SI Jawa Barat menuntut sejumlah perubahan yang harus dipenuhi pemerintah. Pernyataan refleksi dari akumulasi ketidakpuasan rakyat terhadap praktik kekuasaan yang semakin eksklusif dan represif.

1. Pengusutan tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus secara transparan dan akuntabel;

2. Ungkap aktor intelektual dibalik penyiraman Andrie Yunus termasuk pihak yang memerintahkan, merencanakan, dan melindungi;

3. Mencabut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dan kembali memberlakukan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia;

4. Mencabut Pasal 9 Angka 1 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer;

5. Pengalihan proses hukum ke peradilan umum;

6. Hentikan militerisme dalam ranah sipil dan stop represifitas teror pada gerakan rakyat; dan

7. Mendorong pembentukan regulasi ketat terkait distribusi dan pengguna bahan kimia berbahaya (air keras).

Baca juga artikel terkait DEMO MAHASISWA atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah