Daya Cengkeram Vagina Kendur Pasca-Melahirkan? Bola Kegel Solusinya

Oleh: Aditya Widya Putri - 4 Juni 2021
Dibaca Normal 4 menit
Bola kegel mampu mengatasi vagina "longgar" pasca-persalinan pervaginam. Praktis karena tetap bisa beraktivitas seperti biasa saat mengenakannya.
tirto.id - Saya akan memulai artikel ini dengan sebuah pertanyaan usang soal kenikmatan hubungan seksual pascamelahirkan, apakah terasa longgar?

Ada banyak cerita dari pasangan yang membahas tentang perbedaan “rasa” dalam aktivitas seksual mereka setelah memiliki anak. Kabarnya, libido perempuan menurun, vagina jadi terasa lebih kering, kurang “mengigit”, dan sering mengompol.

Persalinan pervaginam memang menjadi salah satu faktor risiko disfungsi otot dasar panggul dan vagina. Tapi, penuaan adalah penyebab utama melemahnya otot-otot tersebut. Mengutip seksolog Zoya Amirin dalam sesi bincang bersama GThingsst, perempuan dengan persalinan sesar maupun pervaginam, atau perempuan yang belum pernah melakukan penetrasi tetap bisa mengalami gejala Lazy Vagina Syndrome.

Sekitar 30 tahunan ke atas, seiring usia bertambah, daya cengkeram vagina akan berkurang. Salah satu gejalanya kalau tertawa atau batuk sering crit (mengompol),” jelas Zoya.

Kondisi Lazy Vagina Syndrome akan mempengaruhi kualitas orgasme, rangsangan g-spot dan klitoris, serta kejang otot vagina. Sebuah studi yang terbit di American Journal of Obstetrics and Gynecology (2016) memperkuat fakta tersebut.

Peneliti mencatat dampak utama yang ditimbulkan persalinan pervaginam adalah melarnya panjang serat tulang ekor. Sementara itu, penuaan dimanifestasikan sebagai penurunan massa otot dan luas penampang, serta perubahan kandungan kolagen di semua otot dasar panggul.

Peningkatan serat otot dasar panggul merupakan adaptasi terhadap beban, mungkin sebagai konsekuensi dari persalinan pervaginam,” tulis peneliti.

Anda yang akrab dengan permasalahan tersebut pasti juga bertanya soal solusi. Saya akan memberikan jawaban umum serta ideal, yakni olahraga.

Senam panggul direkomendasikan untuk memperbaiki kondisi Lazy Vagina Syndrome. Tapi, tentu ada sebagian dari kita—termasuk saya—belum punya niat serius untuk bangun pagi-pagi atau menyisipkan 30 menit sehari untuk senam panggul.

Solusi lain yang bisa ditempuh adalah tindakan Laser Vaginal Tightening (LVT) selama 15 menit. Tapi, biaya menjadi masalah lain yang tak bisa ditepis jika Anda memilih cara ini. Tindakan ini setidaknya butuh biaya setara harga 5 gram emas. Maka jalan keluar terakhir adalah menjajal bola kegel.

Bola kegel adalah alat kesehatan seksual berbentuk bola (bisa tunggal atau ganda) dengan tali, terbuat dari silikon dengan pemberat di dalamnya (rata-rata 28-37 gram). Benda ini digunakan dengan cara diselipkan ke dalam vagina dan dijepit.

Saat bola berada di dalam, otomatis otot berkontraksi. Sama seperti senam panggul, cuma ini dikasih bola supaya ada bebannya,” ujar dokter kebidanan dan kandungan di Brawijaya Women and Children Hospital Dinda Derdameisya memberi penjelasan singkat melalui sambungan telepon.

Bola kegel bermanfaat membantu mengencangkan otot dasar panggul, mengencangkan otot-otot vagina, menstimulasi G-spot, dan memperbaiki kepadatan otot.

Penggunaannya tergolong aman, asal rajin dibersihkan sebelum dan sesudah penggunaan, dan hanya boleh dipakai oleh mereka yang aktif secara seksual,” terang Dinda.

Si Simpel Bola Kegel

Ana Steele tampak kikuk, menyilangkan kedua kaki, dan sebisa mungkin merapatkan paha. Sedikit gelisah, dia duduk di samping Christian Grey yang berbisik pelan,“Sekarang kau paham cara kerja si bola silver.”

Dalam adegan sebelumnya di Fifty Shades of Grey, Christian mengeluarkan sepasang bandul dengan tali pengait. Diameternya seukuran telunjuk dan ibu jari yang disatukan. Sebagai variasi seksual, Christian memasukkan si bola silver ke dalam vagina Ana.

Adegan ikonis itu membikin penjualan bandul silver seperti milik Christian melejit dan makin populer. Sejak novel Fifty Shades of Grey diluncurkan, toko ritel lingerie di Inggris Ann Summers pernah melaporkan peningkatan penjualan bandul silver itu hingga 200 persen. Orang-orang kemudian mengenal bandul itu dengan bermacam sebutan, seperti kegel balls, geisha balls, jiggle balls, atau ben wa balls.

Di situs penjualan Amazon, bola kegel juga pernah menjadi primadona produk kesehatan seksual pada 2012. Bahkan, saking populernya, benda ini menjelma sebagai tren kado di hari natal. Di Indonesia, meski sedikit terlambat, penggunaan bola kegel belakangan mulai diminati dan laris manis di pasaran.

Gthingsst, salah satu distributor produk kesehatan seksual di Indonesia, mengaku bisa menjual lebih dari 200 buah bola kegel per bulan. Penjualan mereka melonjak hingga 500 persen dalam jangka waktu 1,5 tahun saja. Kini, di antara produk-produk Gthingsst, bola kegel masuk sebagai tiga teratas produk paling dicari.

Saat GThingsst dirintis di tahun 2018-2019, kita jual 2 buah per bulan. Selama beberapa bulan, dibarengi edukasi bahwa produk ini bagus untuk mereka yang aktif secara seksual,” ungkap Catherine, representasi tim penjualan Gthingsst, kepada Tirto.id, Senin (1/6/2021).

Saat itu, informasi soal manfaat bola kegel masih diterima kalangan terbatas sehingga belum lumrah digunakan. Dan lagi, produknya masih sulit didapat. Tim GThingsst kemudian memutuskan menjual bola kegel bermerek Tickler secara satuan setelah melakukan riset manfaat dan kebutuhan pasar.

Dalam waktu beberapa bulan, penjualannya pun naik menjadi 3-4 buah per bulan.

Beberapa teman cerita, setelah melahirkan saat beraktivitas seksual jadi terasa kopong dan ternyata bola kegel ini punya fungsi seperti senam panggul atau LVT,” kata Catherine.

Bedanya, bola kegel bisa dibeli dengan harga jauh lebih murah dibanding LVT dan tentu lebih efisien dibanding melakukan senam panggul. Perkenalan dari mulut ke mulut selama setahun kemudian membikin bola kegel GThingsst makin diminati konsumen.

Akhirnya, GThingsst memperkenalkan varian baru bermerek Nova dengan beban bola bertingkat. Ada tiga bola dengan beban berbeda dalam satu set produk. Tiap bola dipakai bertahap selama 30 menit dalam periode satu bulan, dimulai dari beban bola paling ringan hingga terberat.

Seperti halnya kado natal di Amerika, Cath mencatat permintaan bola kegel di tokonya selalu meningkat pada akhir tahun. Peningkatannya pun tergolong signifikan—mencapai 200-300 persen dibanding bulan-bulan normal. Kebanyakan bola kegel dipesan sebagai kado akhir tahun untuk saudara atau kolega.

Yang beli mayoritas berusia 24-34 tahun, aktif secara seksual, dan memiliki anak. Mereka punya permasalahan sama untuk mengencangkan lagi otot vagina.”

Infografik Bola Kegel
Infografik Bola Kegel. tirto.id/Quita

Mari Menjajal Bola Kegel

Rasa penasaran terhadap klaim bola kegel memancing saya membeli seri Nova dan menjajalnya selama dua minggu ini. Saya memulai dengan bola single terkecil bermassa 49 gram. Sebagai catatan, Anda perlu menggunakan pelumas untuk mendorong bola masuk ke vagina.

Saya tidak mengalami kesulitan semenjak pemakaian pertama. Rasanya sama saja seperti menggunakan cawan menstruasi (menstrual cup). Ketika berjalan, duduk, atau beraktivitas lainnya, ada sensasi pijatan dari bandul pemberat. Itu berasal dari bandul yang menekan dinding vagina.

Kembali lagi ke permasalahan awal tentang masalah otot panggul dan vagina “longgar” yang membikin perempuan mengalami kebocoran urin dan sulit orgasme. Sebagai info singkat, kebocoran urin diperkirakan mempengaruhi lebih dari 50 persen perempuan berusia 20 sampai 80 tahun. Kasus lebih muda terjadi pada 47 persen perempuan 20-49 tahun.

Dalam pertemuan tahunan International Continence Society ke-43 pada 2013, penggunaan bola kegel dibarengi senam panggul menjadi solusi tercepat mengatasi Stress Urinary Incontinence (SUI)--kondisi sangat sulit menahan buang air kecil, bahkan tidak jarang hingga mengompol.

Kelompok pengguna bola dibarengi senam menunjukkan tanda perbaikan hanya dalam waktu satu bulan. Sementara itu, yang cuma senam panggul baru terlihat setelah 6 bulan, itupun tidak signifikan.”

Bahkan, penggunaan bola kegel saja tanpa senam pun tetap terbukti bermanfaat menghentikan kebocoran urin pascapersalinan. Fakta tersebut disampaikan dalam studi Claudia Oblasser, dkk (2015). Sementara itu, menyangkut kepuasan seksual, perempuan memang lebih sulit mencapai orgasme ketimbang laki-laki.

Studi berjudul "Variation in Orgasm Occurrence by Sexual Orientation in a Sample of U.S. Singles" yang dimuat di Sex Medicine Journal (2014), misalnya, menyertakan hasil 2.850 sampel dengan kesimpulan tingkat orgasme rata-rata selama aktivitas seksual perempuan adalah 62,9 persen dan laki-laki 85,1 persen.

Berdasarkan rangkuman laman WebMD, sekitar 10 persen perempuan tidak pernah mengalami orgasme, baik dengan pasangan maupun masturbasi.

Nah, bola kegel membantu vagina memiliki otot kencang sehingga lebih erat mencengkeram penis saat penetrasi. Walhasil, perempuan jadi lebih mudah mendapat orgasme karena rangsangan semakin intens.

Sisi praktisnya, Anda tetap bisa beraktivitas seperti biasa saat mengenakan bola kegel, tak perlu menyiapkan waktu atau tempat khusus untuk berolahraga.

Baca juga artikel terkait BOLA KEGEL atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
DarkLight