tirto.id - Muncul narasi darurat militer setelah terjadi demonstrasi di berbagai daerah. Demo dipicu berbagai kondisi politik di Indonesia saat ini, seperti tunjangan dan pernyataan kontroversi dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Demo berlangsung sejak Kamis, 25 Agustus 2025 hingga hari ini, Rabu (3/9). Sempat muncul isu dan narasi soal darurat militer yang beredar di media sosial. Simak penjelasan soal darurat militer dan apa dampaknya jika keputusan tersebut berlaku.
Apa Arti Darurat Militer?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) darurat militer memiliki arti di mana kondisi darurat di sebuah wilayah sepenuhnya dikendalikan oleh militer. Militer menjadi pemimpin tertinggi serta penanggung jawab pemerintahan secara sementara.
Pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya Pasal 1 ayat (1) dijelaskan bahwa presiden atau panglima tertinggi angkatan perang berwenang menetapkan darurat sipil, darurat militer, atau keadaan perang.
Ada beberapa alasan penetapan darurat militer bisa karena kerusuhan, pemberontakan, bencana besar, ancaman perang, hingga keadaan yang dapat mengancam keberlangsungan negara. Pelaksanaannya biasanya dipimpin komandan militer setingkat resimen, dibantu kepala daerah, kepolisian, serta kejaksaan.
Benarkah Kegiatan akan Dibatasi Bila Darurat Militer?
Narasi darurat militer mulai ramai dibahas sejak 31 Agustus 2025 lalu dan jadi trending di media sosial X. Beberapa pihak menyerukan agar demonstrasi dihentikan agar Indonesia jauh dari penetapan status darurat militer.
Peristiwa penjarahan rumah pejabat, pembakaran kantor pemerintahan, sampai dengan fasilitas umum yang dirusak oleh massa menimbulkan kekhawatiran pemberlakukan darurat militer di Indonesia.
Akan tetapi, hal tersebut telah diterangkan oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Ia menyebut, Indonesia tak menuju darurat militer.
Jika darurat militer diterapkan, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Salah satu di antaranya yakni kegiatan akan dibatasi jika terjadi aksi kriminalitas yang terus meningkat.
Dampak Darurat Militer
Ada beberapa dampak darurat militer yang terjadi, salah satunya yakni hak sipil yang dibatasi. Saat pelaksanaan darurat militer, hak-hak dasar misalnya kebebasan berkumpul serta kegiatan lainnya sering kali dibatasi.
Militer dalam tugasnya saat darurat militer bisa melarang protes dan aktivitas politik lainnya. Sementara itu, dampak darurat militer lainnya adalah:
1. Ketegangan Sosial
Adanya penetapan darurat militer menimbulkan ketegangan antara pemerintah dan masyarakat.2. Muncul Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Kondisi darurat militer juga bisa menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia.
3. Konsolidasi Kekuatan
Kepala negara bisa memperkuat otoritas, walau akan berisiko dalam memicu kritik masyarakat serta kecaman internasional.
4. Peluang Oposisi
Perbedaan pandangan publik bisa jadi salah satu cara oposisi memanfaatkan keadaan dengan melemahkan otoritas presiden dan mendorong pemakzulan.
5. Ekonomi Tidak Pasti
Adanya darurat militer bisa membatasi perkumpulan masyarakat dan menganggu perdagangan, minat investor, serta menambah pengangguran dan kriminalitas.
Apabila pembaca ingin mengetahui informasi soal darurat militer lainnya, dapat membaca lewat tautan berikut:
Penulis: Lita Candra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































