Menuju konten utama

Daftar Fenomena Astronomi April 2026, Ada Pink Moon

April 2026 hadir dengan fenomena langit menarik: Pink Moon, parade planet, hujan meteor Lyrid, dan lainnya. Cek momen astronomi penting di sini!

Daftar Fenomena Astronomi April 2026, Ada Pink Moon
Fenomena bulan purnama merah muda (Supermoon pink moon). LANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.

tirto.id - Daftar fenomena astronomi April 2026 menyuguhkan pemandangan langit mulai dari Pink Moon hingga parade planet yang sejajar. Sejumlah peristiwa langit ini dapat disaksikan secara langsung dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop dari wilayah Indonesia.

Sepanjang bulan April 2026, masyarakat berkesempatan mengamati pergerakan benda langit yang menghiasi cakrawala pada waktu-waktu tertentu. Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi para pencinta astronomi untuk mengabadikan keindahan galaksi maupun menandai posisi planet yang tampak lebih cerah dari biasanya.

Salah satu fenomena rutin yang hadir di awal bulan adalah Pink Moon atau bulan purnama April. Meski mengusung nama "merah muda", penamaan ini sebenarnya merujuk pada tradisi mekarnya bunga liar di musim semi dan bukan perubahan warna fisik bulan, namun tetap memberikan pantulan cahaya terang yang memukau sepanjang malam.

Puncak keindahan langit April 2026 akan dimeriahkan oleh hujan meteor Lyrid yang legendaris. Fenomena salah satu hujan meteor tertua dalam sejarah ini diprediksi mencapai puncaknya pada 22 April 2026, belasan meteor per jam akan meluncur indah dan dapat diamati dengan optimal di lokasi yang minim polusi cahaya.

Daftar Fenomena Astronomi April 2026

Bulan April 2026 menjadi waktu yang sangat dinanti bagi para pengamat langit. Sepanjang bulan ini, ruang angkasa menyuguhkan berbagai atraksi visual menarik, mulai dari penampakan bulan purnama yang ikonik hingga parade planet yang sejajar di cakrawala.

Masyarakat dapat menyaksikan keindahan alam semesta ini dengan menyesuaikan waktu dan lokasi pengamatan yang ideal. Berikut adalah daftar fenomena astronomi selama April 2026 sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber pengamatan bintang:

1. Merkurius di Elongasi Barat Terbesar

Planet Merkurius akan mencapai titik elongasi atau jarak sudut terjauhnya dari matahari pada 3 April 2026. Posisi ini membuat planet terkecil di tata surya tersebut lebih mudah diamati di atas cakrawala timur sesaat sebelum fajar menyingsing.

2. Perihelion Komet C/2026 A1 (MAPS)

Komet baru bernama C/2026 A1 (MAPS) diprediksi mencapai titik terdekatnya dengan matahari (perihelion) pada 4 April 2026. Ada potensi komet ini akan tampak sangat terang di langit, meskipun penampakan pastinya sangat bergantung pada reaksi material komet saat mendekati panas matahari.

3. Pink Moon (Bulan Purnama)

Bulan purnama yang dijuluki Pink Moon akan menghiasi langit pada awal bulan dan mencapai puncaknya pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Meskipun bernama "merah muda", penampakan fisiknya tetap bercahaya terang seperti purnama biasanya. Nama ini diambil dari tradisi masyarakat Amerika Utara untuk menandai mekarnya bunga liar Phlox subulata. Fenomena ini dapat dinikmati sepanjang malam dengan mata telanjang.

4. Puncak Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrid, yang merupakan salah satu hujan meteor tertua, akan mencapai puncaknya pada malam 21 hingga 22 April 2026. Berasal dari debu komet Thatcher, fenomena ini mampu menghasilkan 10 hingga 15 meteor per jam. Waktu pengamatan terbaik adalah menjelang fajar di lokasi yang gelap dan bebas polusi cahaya.

5. Konjungsi Bulan, Venus, dan Pleiades

Pada malam 18 hingga 19 April, Bulan sabit muda akan tampak berdekatan dengan planet Venus yang terang dan gugusan bintang Pleiades. Fenomena ini akan menghiasi langit barat selama 2 hingga 3 jam setelah matahari terbenam.

6. Parade Planet Sejajar

Sebuah fenomena langka berupa 'parade planet' akan berlangsung selama satu pekan yakni, 16-23 April 2026. Planet Merkurius, Mars, dan Saturnus akan tampak berjajar di atas cakrawala timur sebelum matahari terbit. Momen terbaik untuk melihat kedekatan posisi ketiga planet ini adalah pada tanggal 18 dan 20 April 2026.

7. Hujan Meteor Pi Puppid

Menyusul Lyrid, hujan meteor Pi Puppid diperkirakan terjadi pada 24 April 2026. Fenomena ini berasal dari jejak partikel komet 26P/Grigg-Skjellerup dan menjadi pelengkap rangkaian peristiwa langit di akhir bulan.

8. Pengamatan Galaksi Pusaran Air (M51)

Bulan April merupakan waktu terbaik bagi pemilik teleskop untuk mengamati Galaksi Pusaran Air (M51). Galaksi berbentuk spiral yang indah ini dapat ditemukan di konstelasi Canes Venatici dan akan terlihat jelas sepanjang bulan selama cuaca mendukung.

Baca juga artikel terkait FENOMENA ASTRONOMI atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Edusains
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Yantina Debora