tirto.id - Band Bimbo merupakan salah satu grup vokal legendaris Tanah Air yang dikenal karena harmoni vokalnya yang khas dan lirik puitis penuh makna.Sejak dibentuk di Bandung pada 1966 oleh tiga bersaudara, Bimbo mencuri perhatian publik lewat perpaduan genre pop, religi, kritik sosial, hingga musik Latin dan Sunda, mencetak karya-karya abadi yang hingga kini tak tergantikan.
Band Bimbo secara konsisten menghadirkan karya yang melekat di hati pendengar lintas generasi. Grup ini telah merilis lebih dari 20 album, termasuk kumpulan lagu religi yang kerap diputar saat Ramadhan.
Sejumlah karyanya seperti Tuhan, Lailatul Qadar, Sajadah Panjang, hingga Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya masih diganderungi hingga kini. Selain itu, Bimbo juga dikenal lewat lagu-lagu kritik sosial seperti Surat untuk Reagan dan Brezhnev serta Antara Kabul dan Beirut.

Daftar Anggota Band Bimbo
Pencapaian band Bimbo tidak main-main. Salah satu pencapaian dari grup legendaris ini diabadikan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008.Tak heran, hingga kini nama Bimbo tetap disandingkan dengan musisi legendaris lain sebagai ikon musik Indonesia.
Berikut ini merupakan daftar anggota band Bimbo yang namanya melekat erat dalam sejarah musik Tanah Air.
1. Sam Bimbo
Sam Bimbo memiliki nama lengkap Drs. H. Raden Muhammad Syamsudin Dajat Hardjakusumah. Lahir di Bandung pada 6 Mei 1942, Sam adalah anak pertama dari tujuh bersaudara dalam keluarga Hardjakusumah. Ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Rupa dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1968. Bersama dua adiknya, Sam mendirikan kelompok musik yang awalnya bernama Los Bimbos sebelum akhirnya dikenal luas sebagai Bimbo.Dalam perjalanan kariernya, Sam menjadi pemimpin sekaligus pengarah utama harmoni suara khas Bimbo. Ia dikenal dipengaruhi oleh musisi dunia seperti Barry Gibb, Everly Brothers, Cliff Richard, Tommy Steele, hingga Paul Anka. Selain bermusik, Sam juga aktif di dunia seni rupa. Karya lukisnya pernah dipamerkan dalam sejumlah pameran tunggal, baik di Indonesia maupun luar negeri, termasuk di Bangkok pada 1971. Lukisan monumental karyanya bahkan menghiasi dinding Gedung Parlemen Indonesia serta Kedutaan Indonesia di Bangkok.
Di balik panggung, Sam menjalani kehidupan keluarga bersama istrinya, Rubaah Samsudin, dan dikaruniai empat anak serta beberapa cucu. Salah satu anaknya, Asri Dewi Lestari atau yang lebih dikenal sebagai Achi Hardjakusumah, pernah menjadi personel grup musik wanita asal Bandung, SHE. Dedikasi Sam dalam musik dan seni rupa mengukuhkannya sebagai sosok multidimensi dalam kebudayaan Indonesia.
2. Acil Bimbo
Nama lengkapnya adalah Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, S.H., M.Kn., lahir di Bandung pada 20 Agustus 1943. Publik lebih mengenalnya dengan nama Acil Bimbo. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Padjadjaran dan lulus pada 1974, kemudian melanjutkan pendidikan kenotariatan di almamater yang sama pada 1994. Selain dikenal sebagai musisi, Acil juga aktif sebagai budayawan, pecinta lingkungan, serta pembicara dalam berbagai forum sosial dan kebudayaan.Acil menikah dengan Ernawati dan dikaruniai empat anak, dan beberapa cucu yang dikenal publik sebagai mantan personil JKT48 di antaranya Hasyakyla Utami dan Adhisty Zara. Dalam perjalanan bermusiknya, Acil banyak dipengaruhi oleh musisi internasional seperti Robin Gibb, Everly Brothers, Cliff Richard, hingga Paul Anka. Lagu-lagu ciptaan Bimbo yang ia bawakan bersama Sam, Jaka, dan Iin Parlina, seperti Sajadah Panjang, Tuhan, dan Ada Anak Bertanya pada Bapaknya, masih terus diperdengarkan hingga kini.
Selain bermusik, Acil aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan LSM Bandung Spirit pada tahun 2000, sebuah organisasi yang berfokus pada kebudayaan dan sosial kemasyarakatan. Ia kerap menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan, terutama kondisi hutan di Jawa Barat. Acil berpulang pada 1 September 2025 di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, pada usia 82 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia musik dan budaya Indonesia.
3. Jaka Bimbo
Anggota berikutnya adalah Jaka Purnama Hardjakusumah, S.E., lahir di Bandung pada 1 Mei 1946. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara keluarga Hardjakusumah. Jaka menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, dan lulus pada 1972. Berbeda dengan kakaknya yang menekuni seni rupa, Jaka berkontribusi besar sebagai pencipta lagu-lagu Bimbo yang fenomenal.Beberapa karya ciptaannya yang populer antara lain Tante Sun, Surat untuk Reagan dan Brezhnev, Antara Kabul dan Beirut, Citra, hingga Sajadah Panjang. Lagu-lagu tersebut menunjukkan kepiawaian Jaka dalam memadukan musik dengan pesan sosial, religius, dan kemanusiaan. Penampilannya sering disebut mirip dengan Maurice Gibb dari grup Bee Gees, membuat sosoknya mudah dikenali di atas panggung. Dalam kehidupan pribadi, Jaka menikah dengan Novani Paramitha dan dikaruniai tiga anak.
Selain bermusik, Jaka juga sempat muncul di layar lebar, termasuk dalam film Ambisi (1973) dan Tante Sun (1977). Kariernya membuktikan bahwa kontribusinya tidak hanya sebatas mengisi harmoni Bimbo, tetapi juga memperkaya industri musik dan film Indonesia.
Kabar Terbaru Bimbo, Siapa Personel yang Masih Hidup?
Meski perjalanan bermusik sudah dimulai sejak era 1960-an, Bimbo tetap menjadi grup legendaris yang karya-karyanya masih relevan hingga sekarang. Dalam beberapa tahun terakhir, Bimbo memang jarang tampil di panggung besar, namun karya mereka tetap hidup melalui generasi penerus.
Anak dan cucu dari para personelnya mulai berkecimpung di dunia seni, baik musik maupun hiburan. Misalnya, cucu Acil, Adhisty Zara, dikenal sebagai mantan personel JKT48 dan kini aktif sebagai aktris muda berbakat. Hal ini menunjukkan bahwa darah seni keluarga Hardjakusumah terus mengalir dan memberi warna baru bagi dunia hiburan tanah air.
Selain berkarya di bidang musik, Bimbo juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kebudayaan. Mereka kerap hadir di acara-acara bertema kemanusiaan, membuktikan bahwa Bimbo bukan hanya sekadar grup musik, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap masyarakat.
Menariknya, belakangan beredar kabar bahwa Bimbo tengah mempersiapkan karya baru dalam bentuk lagu religi untuk Ramadhan. Walaupun jadwal perilisannya belum diumumkan, antusiasme penggemar sudah terasa. Dengan pengalaman dan kreativitas yang dimiliki para personel, karya terbaru Bimbo diyakini mampu kembali menyentuh hati pendengar, sekaligus melanjutkan jejak sukses lagu-lagu mereka sebelumnya.
Dengan berpulangnya Acil, kini Bimbo menyisakan dua personel yang masih hidup, yakni Sam Bimbo dan Jaka Bimbo. Ketiganya tetap dikenang sebagai bagian penting dari grup legendaris ini, meski aktivitas bermusik mereka kini tidak sepadat masa kejayaan dahulu. Warisan musik Bimbo pun tetap abadi, mengiringi perjalanan spiritual dan sosial masyarakat Indonesia melalui lagu-lagu yang penuh makna.
Ingin tahu lebih banyak cerita menarik seputar perjalanan Band Bimbo, lagu-lagu legendaris, hingga kabar terbaru para personelnya?
Yuk, temukan artikel pilihan lainnya melalui tautan berikut:
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































