tirto.id - Rusia dilaporkan telah merekrut warga negara Indonesia (WNI) sebagai tentara bayaran dalam perang melawan Ukraina. Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) menyebut semua WNI tersebut dijadikan Kremlin sebagai alternatif untuk mengisi kekosongan personel di garis depan.
FISU merilis daftar 8 WNI yang direkrut jadi tentara bayaran Rusia pada Kamis (27/8/2026) waktu setempat. Mereka menyebut para WNI telah dijadikan sebagai “cannon fodder”, yakni istilah untuk merujuk pada mereka yang dikorbankan di garis depan pertempuran.
“Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya 8 warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF,” tulis FISU dalam laman resminya.
FISU juga menyebut para WNI tersebut bagian dipilih melalui skema perekrutan yang meluas di berbagai negara. Mereka diduga dibujuk dengan trik iming-iming gaji tinggi, tugas non-tempur, pemberian status kewarganegaraan Rusia hingga pemberian tunjangan sosial.
“Pola yang sama sebelumnya telah digunakan untuk warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama,” tulis FISU.
Seturut media Ukraina, RBC-Ukraine, perekrutan tentara bayaran telah digunakan Rusia di tengah penurunan ketersediaan personel dan ketidakpuasan publik mereka atas keberlangsungan perang. Dampak perang disebut telah membuat sekitar 69 persen publik Rusia merasa tak puas dengan keputusan tersebut.
Dalam skema perekrutan yang sebelumnya diduga telah digunakan, Rusia menargetkan para mahasiswa di negaranya. Militer lalu memikat mereka dengan iming-iming tugas di unit drone, unit yang tidak secara langsung terlibat di garis depan.
Akan tetapi, alih-alih dijadikan tentara di unit non-tempur, para rekrutan justru ditempatkan di garis depan. Mereka kemudian menjadi “sasaran tembak” bagi militer Ukraina imbas minimnya pelatihan yang dilakukan.
Respons Kemlu Indonesia
Merespons temuan FISU, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah berupaya untuk memverifikasi informasi tersebut. Hal ini diungkap juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, pada Senin (31/8).
“Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut,” tutur Yvonne, dikutip dari Antara.
Yvonne menuturkan bahwa jika informasi FISU benar adanya, pihaknya menegaskan bahwa tindakan para WNI di pasukan Rusia adalah sepenuhnya bersifat individual. Mereka, kata Yvonne, tak mewakili kebijakan maupun posisi pemerintah.
Meski begitu, Kemlu RI tetap akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan dalam perekrutan tersebut. Yvonne menyebut pihaknya akan menelusuri kemungkinan eksploitasi dan perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang menyesatkan jika informasi itu benar adanya.
“Apabila terdapat WNI yang menjadi korban dalam proses tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan,” katanya.
Daftar 8 WNI yang Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia Versi FISU
FISU menyebut telah mengumpulkan setidaknya 8 WNI yang diduga direkrut Rusia sejauh ini. Identitas mereka juga turut dirilis FISU.
Dalam rilis tersebut, identitas 8 WNI yang diduga jadi tentara bayaran Rusia itu termuat dalam dokumen visa yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia. Namun, salinan dokumen itu tak secara langsung menunjukkan keperluan pada dinas militer.
Berdasarkan apa yang tampak, dokumen-dokumen itu seperti surat administrasi permohonan visa. Tak ada keterangan dinas militer maupun lembaga militer rusia yang muncul dalam dokumen tersebut.
Sementara itu, berikut adalah daftar 8 WNI yang diduga telah direkrut Rusia jadi tentara bayaran di garis depan peperangan melawan Ukraina:
1. Muhammad Syaripudin, laki-laki kelahiran 3 Agustus 1994

2. Dwi Kencana Haryanto, laki-laki kelahiran 14 Juli 1983

3. Wahyu Oktavian Iskandar, laki-laki kelahiran 22 Oktober 1985

4. Erwanda, laki-laki kelahiran 5 Agusrus 1988

5. Hudri Fadli Ngangun, laki-laki kelahiran 17 September 1978

6. Putra Pratama Yuda, laki-laki kelahiran 9 Agustus 1997

7. Helmi Nugraha Hakim, laki-laki kelahiran 1983

8. M. Hadi Maulana, laki-laki kelahiran 7 April 1987
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































