tirto.id - Sejumlah pedagang ikan di pasar yang ada di Jakarta mengeluhkan soal sepinya pembeli dalam beberapa waktu ini. Hal ini menyebabkan penyusutan pemasukan sejumlah pedagang.
Mirna, penjual ikan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengakui adanya penurunan jumlah pembeli setelah bulan Ramadhan 2026. Ia padahal mengira jumlah pembeli akan membludak usai masyarakat kembali beraktivitas di Jakarta.
"Sudah lama turunnya [jumlah pembeli], kira-kira abis Lebaran [mulai sepi]. Kan orang-orang sudah balik dari mudik, saya kira ramai lagi, ternyata enggak," ucap Mirna saat ditemui di Pasar Minggu, Jumat (22/5/2026).
Ia mengatakan penurunan pembeli itu memengaruhi total pendapatan yang didapatkan dalam satu bulan. Mirna enggan mengungkapkan berapa total pendapatan sebelum dan setelah terjadi penurunan jumlah pembeli.
Namun, ia memperkirakan penurunan pelanggan terjadi hingga hampir 40 persen per hari. Untuk menangani penurunan pelanggan itu, Mirna menyiasati dengan menurunkan jumlah stok ikan yang dibeli dari pasar induk.
"Misalnya dulu ada 10 pembeli gitu tiap hari, sekarang cuma 6 [pembeli]. Jadinya kan saya mau enggak mau harus mengurangi [jumlah] ikan yang diborong [dari pasar induk], biar enggak tekor di awal," kata dia.
Mirna mengakui selain mengalami penurunan jumlah pembeli, kuantitas ikan yang dibeli setiap orang juga menurun. Biasanya, pembeli rata-rata memborong ikan Rp50 ribu hingga Rp70 ribu setiap transaksi.
"Sekarang jadi turun, orang beli cuma Rp30 ribu, yang biasa beli satu kilogram [ikan], sekarang turun, jadi cuma setengah kilogram, dicampur sama [ikan varian] lain juga biasanya," urai dia.
Di satu sisi, Mirna mengaku sementara ini tidak terdapat kenaikan harga jual ikan. Misalnya, ikan gurame Rp30 ribu satu ekor, ikan mujair Rp30 ribu per kilogram, udang Rp25 ribu-Rp50 ribu per kilogram, ikan bawal Rp30 ribu-Rp40 ribu per kilogram, hingga cumi Rp70 ribu per kilogram.
Ia mengaku tidak mengetahui jika ada kenaikan harga jual ikan di lokasi lain. Mirna biasa mengambil stok ikan dari pasar ikan di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara.
"Kalau ambil pasti di Muara Karang, harga [beli stok ikan] di sana juga enggak naik, masih normal jualnya mereka," sebut Mirna.

Sementara itu, Candra selaku penjual ikan di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menyatakan jumlah pembeli cenderung menurun ketika tidak ada perayaan hari keagaman. Sementara itu, perayaan hari keagamaan yang melibatkan masyarakat banyak sudah jarang terjadi setelah Lebaran 2026.
Candra berujar meski jumlah pembeli menurun, ia belum pernah mengurangi jumlah stok ikan yang dibeli belakangan ini. Candra memilih untuk memiliki sisa ikan yang tidak terjual daripada kekurangan stok.
"Ramai [pembeli] itu kan ya, pas Ramadhan-Lebaran, itu ramai. Mulai kerasa sepinya ya setelah momen-momen itu," tuturnya.
"Tapi kalau sampai mengurangi [stok] jualan, saya sih enggak, takut nanti justru kurang, makanya [jumlah yang dijual] sama saja," lanjut Candra.
Ia menyatakan, harga ikan yang dijual juga tidak mengalami kenaikan untuk sementara ini. Misalnya, ikan gurame Rp38 ribu per ekor, ikan mujair Rp38 ribu per kilogram, udang Rp45 ribu-Rp55 ribu per ekor, hingga cumi Rp75 ribu per ekor.
"Kenaikan harga [jual ikan] enggak ada, biasa saja, harganya sama dari dulu," ujar Candra.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id




































