Menuju konten utama

Waspada Angin Kencang, BPBD Babel Minta Nelayan Tak Melaut

Dampak fenomena El Nino, BPBD Bangka Belitung siagakan tim reaksi cepat dan imbau nelayan tidak melaut akibat cuaca ekstrem hingga Juni 2026.

Waspada Angin Kencang, BPBD Babel Minta Nelayan Tak Melaut
Nelayan melaut menggunakan perahu tradisional di tengah gelombang tinggi disertai angin kencang di Pantai Kusamba, Klungkung, Bali, Minggu (10/5/2026). Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan potensi gelombang laut di perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan dengan ketinggian mencapai empat meter yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran pada 10-13 Mei 2026.

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem.

Fenomena El Nino yang melanda wilayah tersebut memicu risiko angin kencang, puting beliung, hingga gelombang tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan disertai angin kencang ini, karena dapat membahayakan keselamatan," kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Budi Utama di Pangkalpinang, Minggu (17/5/2026) seperti dilansir Antara.

Budi menjelaskan bahwa fenomena El Nino menjadi faktor utama berubahnya pola angin dan tingginya intensitas curah hujan ekstrem di Babel yang diproyeksikan bertahan hingga Juni 2026. Dampak nyata dari kondisi ini adalah ancaman pohon tumbang, kerusakan struktur bangunan, hingga baliho roboh.

"Cuaca dalam dua hari ini tidak menentu yang mengalami perubahan cepat. Dalam kondisi cuaca panas terik tiba-tiba mendung dan hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan rumah warga," ujarnya.

Ia mencontohkan insiden baru-baru ini di Kelurahan Kejaksaan, Kota Pangkalpinang, di mana tiga rumah warga mengalami kerusakan atap yang parah serta tertimpa pohon tumbang akibat terjangan angin puting beliung.

"Kalau hujan saja sudah biasa, namun jika disertai angin kencang ini yang harus diwaspadai karena dapat membahayakan keselamatan warga yang beraktivitas di luar rumah," katanya.

Oleh karena itu, masyarakat sangat dilarang untuk beraktivitas di ruang terbuka saat terjadi badai, apalagi berteduh atau memarkirkan kendaraan di bawah pohon besar yang rawan tumbang.

"Kita tidak ingin terjadi lagi kejadian beberapa waktu lalu, dimana beberapa unit kendaraan warga yang diparkirkan di bawang pohon rusak akibat pohon tumbang," kata Budi Utama.

Ancaman Gelombang Tinggi di Perairan

Tidak hanya di daratan, dampak El Nino juga sangat membahayakan sektor bahari akibat kemunculan hujan lebat yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Babel.

Budi secara tegas mengingatkan para nelayan, khususnya pengguna kapal tradisional, untuk menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan nyawa mereka.

"Selama fenomena El Mino ini diharapkan nelayan tidak melaut untuk menghindari kecelakaan kapal di laut," kata Budi Utama.

Budi menambahkan bahwa perubahan cuaca di wilayah perairan saat ini berlangsung sangat dinamis, mendadak, dan sulit untuk ditebak oleh perkiraan biasa.

"Potensi kecelakaan kapal nelayan di tengah laut cukup tinggi, seperti kejadian beberapa waktu lalu kapal nelayan Bangka tenggelam akibat diterjang angin kencang," ujarnya.

"Perubahan cuaca yang cepat ini harus diwaspadai para nelayan. Di saat kondisi cuaca tenang tiba-tiba saja hujan lebat disertai angin kencang yang memicu gelombang laut meningkat yang membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya kapal nelayan tradisional di daerah ini," katanya lagi.

Terakhir, mengingat momentum libur akhir pekan, BPBD Babel juga memberikan perhatian khusus pada destinasi wisata pesisir. Orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap anak-anak yang bermain atau berenang di tepi pantai.

"Kita bersama pengelola objek wisata pantai ini terus menyosialisasikan dan mengimbau para pengunjung tidak berenang di pantai jika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk, karena dapat membahayakan keselamatannya," tutup Budi Utama.

Baca juga artikel terkait BANGKA BELITUNG atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Flash News
Reporter: Antara
Penulis: Antara
Editor: Rina Nurjanah