Contoh Pengamalan Pancasila Sila ke-1 di Rumah Lingkungan Keluarga

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 8 Maret 2021
Dibaca Normal 2 menit
Pancasila sila ke-1 menjadi jalan untuk menciptakan kerukunan hidup di antara pemeluk agama.
tirto.id - Dari lima sila dalam Pancasila, sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila 1, memberikan arti yang cukup penting dalam dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Dengan sila ini, bangsa Indonesia meyakini adanya kepercayaan dan ketakwaaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa ini tidak mengadopsi tatanan sekulerisme, tetapi memasukkan nilai agama dalam kehidupan sehari-sehari.

Sila 1 juga memberikan semangat terwujudnya kerukunan hidup antarumat beragama. Semua pemeluk agama mendapatkan jaminan dalam menjalan ajaran agamanya di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain melalui sila 1, jaminan untuk beragama dan menjalankan ajarannya diatur pula dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 29 ayat 1 dan 2. Dalam pasal tersebut, (1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa; serta (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.

Budiyono dalam "Politik Hukum Kebebasan beragama dan Berkepercayaan di Indonesia" (Jurnal Yustisia Vol.2 No.2 Mei - Agustus 2013) mengatakan, agama diperkenankan untuk hidup dan berkembang dengan jaminan serta perlindungan dari negara.

Sementara itu, para pemeluk agama berhak melaksanakan dan mengembangkan agama sesuai dengan kepercayaannya. Prinsip kebebasan beragama dan berkepercayaan menjadi pengakuan, jaminan, sekaligus perlindungan pada tiap orang untuk menganut agama dan kepercayaan yang diyakininya.

Dengan demikian, negara akan menjamin, memperjuangkan, mengupayakan, dan membantu setiap penduduk untuk memeluk agama dan mengekspresikan keberagamaannya tersebut. Negara menjamin pula peribadahan agar dapat berjalan dengan baik.

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-1


Pancasila sila 1 disimbolkan dengan gambar bintang. Letaknya dalam Burung Garuda ada di tengah perisai yang disematkan pada bagian dada. Pancasila sila 1 memiliki memiliki 7 butir pengamalan yang terdiri dari:
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.


Contoh Pengamalan Pancasila Sila 1


Butir-butir Pancasila sila 1 di atas, dapat diterapkan di mana pun dan kapan pun. Sebagai wujud komitmen terhadap agama dan ajarannya, perwujudannya di rumah dapat dilakukan dengan melaksanakan semua petunjuk dari ajaran agama dalam beribadah dan kehidupan. Ibadah dilakukan dengan kesadaran diri sebagai bentuk ketakwaan.

Adanya jaminan beribadah dari negara, setiap pemeluk agama dapat melaksanakan ibadah tanpa adanya paksaan. Begitu pula sebagai umat beriman, tidak pula memaksakan keyakinan atau agamanya kepada orang lain di lingkungannya. Setiap warga negara berhak memilih dan menjalankan ibadah sesuai agama yang diyakininya.

Indonesia mempunyai 6 agama yang diakui secara resmi yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Adanya keragaman ini bukan dijadikan perpecahan. Merujuk pada butir ke 4 di sila 1, maka setiap pemeluk agama harus membina kerukunan hidup di tengah perbedaan keyakinan.

Pengamalan Pancasila sila 1 dapat memperkuat semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. Keberagaman agama dan budaya yang sangat banyak di negeri ini, dapat menjadi faktor pemecah belah nusantara. Namun, bila setiap penduduk menyadari pentingnya integrasi nasional dengan saling menghargai perbedaan yang ada, maka keberagaman dapat menjadi kekuatan hebat.


Baca juga artikel terkait PANCASILA atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight