tirto.id - Layanan SPBU Pertamina 3411403 di Jalan Kemanggisan Utama Raya, Palmerah, Jakarta Barat, masih terhenti setelah insiden ledakan truk tangki minyak di dalam SPBU tersebut pada Sabtu (11/10/2025) menjelang subuh hari. Tampak rantai pembatas masih dipasang di depan SPBU hingga Minggu (12/10/205) malam.
Pantauan reporter Tirto di lokasi, hanya ada dua orang petugas yang berjaga di area SPBU. Seturut itu, truk tangki minyak masih bercokol di area peristiwa ledakan, yang berdekatan dengan lima sumur minyak SPBU. Tampak jelas bagian kiri truk hangus terbakar. Kini garis polisi pun masih memagari truk pembawa bahan bakar tersebut.
Arif, ketua sif operator SPBU mengatakan, kejadian ledakan truk tangki ini adalah kali pertama sepanjang pengalamannya bekerja sejak 2008 di SPBU tersebut. Dia mengatakan biasanya pengiriman BBM tidak berlangsung malam atau dini hari.
"Saya juga kaget pas dikabari ada kebakaran. Belum tahu kapan buka lagi. Manajer SPBU lagi sibuk urus peristiwa ke Polres," kata Arif, yang mengonfirmasi pemilik SPBU ini asal Surabaya dan sudah berdiri sejak 2005 silam.
Sementara itu, Dede Irma, warga yang rumahnya terpisah satu tembok dengan SPBU menceritakan, ledakan truk tangki berlangsung lebih dari empat kali. Dia mendengar ledakan pertama setelah dibangunkan tetangganya. Dia melihat orang-orang memenuhi jalanan depan SPBU, sesaat ledakan pertama didengarnya.
Tak pikir panjang, dia dan enam penghuni langsung berlari ke luar rumah menjauh dari SPBU. Dia khawatir kebakaran merembet ke rumahnya seperti kejadian kebakaran di depot minyak Plumpang Jakarta Utara pada 2023 lalu. Saking paniknya, suaminya yang turun dari lantai atas terpeleset dari tangga.
"Takut dengan sumur yang meledak. Langsung lari ke jalan sampai jam lima pagi baru balik ke rumah," kata perempuan berusia 40 tahun itu kepada reporter Tirto.
Dede mengatakan ledakan kedua dan ketiga berlangsung dalam tempo beruntun selagi dia dan keluarganya menyelamatkan diri. Ledakan terakhir atau keempat yang dia dengar terjadi saat berada di jarak sekira 200-300 meter dari rumahnya.
"Ledakan berentet kedua dan ketiga. Terus [ledakan] keempat agak lama jaraknya tapi paling kencang," jelas dia.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengatakan apa yang menjadi penyebab ledakan masih diinvestigasi pihak terkait. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, ada dua korban luka, yang masih mendapat penanganan medis.
"Saat ini area SPBU telah dinyatakan aman dan dilakukan sterilisasi serta penutupan sementara untuk proses evakuasi dan pemeriksaan lanjutan," kata Satria dalam keterangan tertulis kepada reporter Tirto.
Satria mengatakan penanganan insiden ledakan truk tangki ini direspons cepat oleh Pertamina, setelah mendapat kabar insiden pada pukul 03.45. Seturut itu, Pertamina Patra Niaga memastikan pula penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal melalui pengalihan suplai ke SPBU terdekat dari lokasi peristiwa.
Penulis: Rohman Wibowo
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id





























