tirto.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SDN Curahnongko 3, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berlangsung dengan jumlah peserta yang sangat minim.
Sekolah dasar yang berada di wilayah pelosok tersebut hanya menerima tujuh siswa baru, terdiri dari enam siswa laki-laki dan satu siswa perempuan.
Meski demikian, jumlah itu menjadi peningkatan dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang hanya memperoleh satu murid baru, yang kini telah naik ke kelas 2 dan menjadi satu-satunya siswa di tingkat tersebut.
Untuk menarik minat masyarakat menyekolahkan anaknya, komite sekolah bahkan memberikan hadiah berupa tas dan sepatu baru kepada seluruh siswa baru.
Kepala SDN Curahnongko 3, Joko Tunggal, mengatakan penambahan jumlah peserta didik baru merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari guru, komite sekolah, pemerintah desa hingga masyarakat sekitar.
Sejak beberapa waktu sebelum penerimaan peserta didik baru, kata Joko, pihak sekolah membagi tugas kepada guru dan komite untuk menjalin komunikasi dengan taman kanak-kanak (TK) di sekitar wilayah sekolah.
Tujuannya, agar dapat mengenalkan keberadaan SDN Curahnongko 3 kepada calon siswa dan orang tua.
"Kami bekerja sama dengan komite sekolah, masyarakat, dan pemerintah desa untuk mendapatkan murid. Saya menugaskan komite menjalin komunikasi dengan TK-TK di sekitar sini. Alhamdulillah mereka membantu kami sehingga tahun ini bisa memperoleh tujuh siswa baru," kata Joko saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, berbagai upaya dilakukan karena sekolah yang berada di kawasan pinggiran sering kali kurang diminati masyarakat.
Bahkan, kata dia, masih ada orang tua yang ragu menyekolahkan anaknya karena menganggap sekolah tersebut sepi dan khawatir proses belajar mengajar tidak berjalan optimal.
"Banyak orang tua yang bertanya apakah sekolah ini masih berjalan atau tidak. Kondisi itu membuat kami harus terus meyakinkan masyarakat. Yang terpenting sekarang kami sudah berusaha maksimal dan alhamdulillah jumlah siswa baru meningkat menjadi tujuh anak," ujarnya.
Joko menjelaskan, peningkatan jumlah peserta didik baru tersebut memang belum mampu mengangkat kondisi sekolah secara signifikan. Namun dibandingkan tahun lalu yang hanya memperoleh satu murid baru, capaian tahun ini dinilai menjadi perkembangan positif.
Siswa Baru Dapat Tas dan Sepatu
Mengawali kegiatan MPLS tahun ajaran baru 2026-2027, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya sekolah, salah seorang anggota komite secara sukarela membelikan tas dan sepatu untuk seluruh siswa baru.
Bantuan tersebut bukan berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), melainkan murni swadaya komite sekolah.
"Namanya sekolah yang kurang diminati, mau tidak mau kami harus memiliki daya tarik. Selama bukan menggunakan dana BOS, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Alhamdulillah ada komite yang bersedia membelikan tas dan sepatu untuk seluruh tujuh siswa baru," ungkap Joko.
Ia berharap jumlah peserta didik di SDN Curahnongko 3 terus bertambah pada tahun tahun berikutnya. Pihak sekolah bersama komite dan masyarakat berkomitmen melanjutkan upaya jemput bola ke TK-TK sekitar agar semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah tersebut.
Menurut Joko, bertambahnya jumlah siswa menjadi semangat baru bagi guru untuk terus mempertahankan keberlangsungan sekolah di wilayah pelosok Jember tersebut.
Penulis: Jember Yang Itu
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































