tirto.id - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mengaku dirinya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Fadia membantah dirinya terjaring OTT lembaga antirasuah tersebut.
"Tidak ada barang apa pun yang diambil. Pada saat penangkapan, mereka (KPK) menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi, saya tidak ada OTT apa pun barang serupiah pun, demi Allah enggak ada," kata Fadia kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, usai resmi menjadi tahanan KPK, Rabu (4/3/2026).
Fadia mengatakan saat OTT berlangsung, dirinya bersama Ahmad Lutfi, tengah membahas ketidakhadirannya dalam acara program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Membahas izin (tidak hadir acara), sebab saya enggak bisa hadir acara MBG begitu," ujar Fadia.
Fadia ditangkap terkait kasus dugaan korupsi pada pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan, salah satunya terkait pengadaan outsourcing. Namun, Fadia mengaku tidak mengetahui soal pengadaan maupun perusahaan yang terlibat.
"Saya tidak ikut. Itu bukan punya saya, saya gak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya," tutur Fadia.
Dia juga mengaku bingung atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus ini. Pasalnya, dari 14 orang yang ditangkap, hanya dia yang diketahui telah menjadi tersangka.
"Nanti siapa yang jahat akan dibalas oleh Allah," tuturnya.
Dalam OTT ini, KPK menangkap Fadia bersama dengan ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang. Sementara, 11 orang lainnya ditangkap di Pekalongan.
KPK juga turut menyita sejumlah barang bukti berupa kendaraan yang belum disebutkan jenisnya dan Barang Bukti Elektronik (BBE).
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































