tirto.id - PT Bank BTPN Syariah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp644 miliar, naik 17 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada semester I 2025. Menurut Direktur Bank BTPN Syariah, Fachmy Achmad, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh penurunan signifikan dari biaya kerugian provisi (net financing loss) yang diatribusikan oleh terjaganya kualitas pembiayaan Perseroan.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan aset BTPN Syariah, yang pada akhir Juni 2025 mencapai Rp21,7 triliun, naik 3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp21,02 triliun.
“Likuiditas bank masih tercatat sangat kuat, di mana kas dan setara kasnya mencapai Rp10,8 triliun atau tumbuh 12 persen secara year on year,” ujar Fachmy dalam paparan publik secara daring, Rabu (10/9/2025).
Perbaikan kinerja perusahaan tersebut tercermin pula dari berbagai rasio Perseroan, di mana rasio kerugian atau net financing loss tercacat sebesar 7,7 persen pada posisi akhir Juni 2025, turun signifikan dari posisi Juni tahun lalu yang masih sebesar 12,7 persen. Sementara itu, rasio profitabilitas atau Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,6 persen.
“Rasio kecakupan modal terjaga kuat di 54,5 persen dan bank juga membentuk pencadangan yang cukup kuat, terlihat dari rasio loan provision coverage untuk pembiayaan NPR mencapai 246 persen, kalau dibandingkan tahun lalu sekitar 200 persenan,” tambah Facmy.
Dengan laba yang berhasil dicatat Perseroan, Fachmy menegaskan kebijakan pembagian deviden ke depan akan tetap fleksibel, dengan ruang pembagian hingga 60 persen dari total laba bersih. Ini sesuai keputusan yang telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan kebijakan pembagian dividen yang dimiliki perusahaan.
Namun demikian, pembagian deviden untuk tahun buku 2025 akan sangat tergantung pada kondisi keuangan bank dengan kode saham BTPS itu dan juga aksi korporasi yang dilakukan perusahaan.
“Untuk kebijakan sendiri dari dividen bagaimana, jadi bagaimana dijelaskan dalam RUPS sebelumnya dan juga di kebijakan dividen kami. Di kami ini sangat dimungkinkan pembayaran dividend payout ratio mencapai 60 persen,” ungkapnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































